LIPI Uji Obat Herbal COVID-19 dari Daun Ketepeng dan Benalu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Hingga saat ini, masih belum ada formula obat atau vaksin COVID-19 di Indonesia. Namun begitu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang menggarap obat herbal COVID-19 dari dua tanaman yakni daun ketepeng (Cassia alata) dan benalu (Dendrophthoe sp.).

Dua kandidat obat herbal coronavirus yang sedang diuji coba LIPI tersebut menjadi harapan Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Proses awal penelitian obat herbal COVID-19

Obat herbal coronavirus indonesia
Sumber: Humas LIPI

Dalam upaya melawan COVID-19, pemerintah Indonesia membentuk konsorsium (perkumpulan) berisi ilmuwan dari beberapa lembaga penelitian dan universitas. Dalam konsorsium ini, Pusat Penelitian Kimia LIPI ditunjuk untuk mengembangkan obat herbal COVID-19.

Bekerjasama dengan Departemen Mikrobiologi FKUI dan Kyoto University, LIPI kemudian mengembangkan obat antivirus COVID-19 dari daun ketepeng badak dan benalu.

Ketepeng adalah tanaman herbal yang terdaftar dalam formularium ramuan obat tradisional Indonesia di Kementerian Kesehatan.

Daun ketepeng telah diteliti dan terbukti memiliki beberapa khasiat salah satunya sebagai anti-parasit (cacing kremi) dan obat kulit. Benalu pernah dilakukan pengujian pada hewan sebagai obat anti-kanker.

Daun ketepeng juga terbukti aktif menghambat pertumbuhan virus dengue penyebab demam berdarah. Pengujian daun ketepeng terhadap virus dengue telah melewati uji praklinis pada tikus mencit dan berhasil menurunkan jumlah virus, meningkatkan jumlah trombosit, serta memperbaiki kadar komponen sistem imunitas.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

123,503

Terkonfirmasi

79,306

Sembuh

5,658

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Penelitian tersebut dilakukan oleh Marissa Angelina, peneliti bidang farmasi kimia, Pusat Penelitian LIPI, yang saat ini sedang mengembangkan obat herbal COVID-19.

Marissa mengatakan kedua tumbuhan herbal Indonesia ini berpotensi dikembangkan menjadi obat herbal infeksi coronavirus.

“Daun ketepeng dan benalu memiliki senyawa yang diprediksi berperan aktif sebagai antivirus,” jelas Marissa. 

LIPI mulai meneliti khasiat dua bahan herbal ini terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 sejak awal Maret 2020. 

“Kami melakukan pengujian simulasi in silico dengan protein yang terdapat pada virus SARS-CoV-2,” tutur Marissa. 

In silico adalah riset studi penemuan obat menggunakan pemodelan komputer dengan program khusus. Dengan pemodelan tersebut, peneliti melakukan percobaan interaksi antara kandidat obat dengan genetika virus.

COVID-19

Dari simulasi tersebut, peneliti melihat senyawa dalam tanaman herbal daun ketapang dan benalu aktif menghambat pertumbuhan virus penyebab COVID-19.

“Secara pengujian in silico dan pengujian toksisitas keamanan, kita sudah mengerjakan. Namun, untuk pengujian aktivitas SARS-CoV-2 pada hewan belum bisa kita kerjakan karena kultur virusnya belum tersedia,” terang Marissa.

Harapan melanjutkan uji klinis obat herbal COVID-19 ke manusia

Obat herbal coronavirus indonesia

Formulasi kandidat obat herbal COVID-19 yang sedang dikembangkan ini selanjutnya harus melalui tahapan uji praklinis. Pada fase ini, peneliti biasanya akan melihat efek obat pada hewan. Hanya saja, pengujian tahap ini belum bisa dilakukan karena kultur virus belum tersedia.

Selain itu, Marissa berharap kandidat obat herbal COVID-19 ini bisa langsung melakukan uji klinis ke manusia tanpa praklinis ke hewan. Hal itu mengingat kondisi pandemi ini sangat membutuhkan obat yang mampu membantu petugas medis melawan COVID-19

“Kita berharap bisa langsung melakukan uji klinis karena obat ini sudah aman. Kandungan kimianya sudah kita ketahui dan kita juga telah melakukan isolasi kandungan senyawa kimia tersebut,” kata Marissa.

Akselerasi pengujian ke tahap uji klinis butuh izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan. Berita artikel coronavirus tentang obat herbal COVID-19 ini tentu saja menjadi angin segar untuk penyelesaian pandemi di Indonesia.

Jalan Panjang Indonesia dalam Membuat Vaksin COVID-19

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Klaster-klaster Penularan COVID-19 Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Inilah Alasan Vaksin COVID-19 Sinovac Uji Klinis di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China akan diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Adakah alasan tertentu dalam pemilihan negara ini?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

5 Manfaat Punya Asuransi di Masa Pandemi COVID-19

Saatnya mempertimbangkan asuransi di masa pandemi COVID-19 sebagai perlindungan kehidupan. Ketahui beragam manfaat asuransi di masa new normal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
asuransi di masa pandemi
Asuransi, Hidup Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui

Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 08/08/2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 di transportasi umum kereta

Risiko Penularan COVID-19 di Kereta dan Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien kanker terinfeksi covid-19

Pasien Kanker Selama Pandemi: Cegah COVID-19, Rawat Kankernya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 6 menit
serangan jantung saat pandemi covid-19

Waspadai Hubungan Erat Sakit Jantung dan COVID-19 Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit