Mungkinkah COVID Toes atau Lesi pada Kaki Jadi Gejala Baru Coronavirus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah COVID-19 kini telah menyebabkan lebih dari tiga juta kasus di seluruh dunia dan ratusan orang meninggal dunia. Virus yang menyerang sistem pernapasan ini ternyata terus mengembangkan gejala-gejala baru yang jarang disadari oleh masyarakat. Salah satu gejala COVID-19 yang baru adalah COVID toes atau lesi ungu atau merah pada jari kaki dan tangan. 

Apa itu COVID toes dan mengapa kondisi ini bisa muncul?

COVID toes, lesi ungu jadi gejala baru COVID-19

gatal di kaki

Sejak wabah coronavirus dimulai, Anda mungkin sering membaca atau mendengar berita tentang pandemi ini yang cukup meresahkan.

Salah satu berita yang sering muncul adalah gejala COVID-19 yang tidak umum. Mulai dari mata merah hingga hilangnya kemampuan indera penciuman dan pengecapan. 

Awalnya, COVID-19 menunjukkan gejala yang mirip dengan penyakit pernapasan. Mulai dari demam, batuk kering, hingga sesak napas. Namun, seiring dengan berjalannya waktu banyak negara yang melaporkan bahwa beberapa warganya mengalami gejala baru yang mungkin kurang diwaspadai. 

Salah satu gejala tersebut dikenal sebagai COVID toes, yaitu adanya lesi berwarna ungu atau merah pada kuku kaki pasien. 

Berita perihal COVID toes ini berasal dari siaran pers di Spanyol mengungkapkan banyaknya pasien positif, terutama anak-anak dan anak muda, memiliki lesi kecil di kaki.

Lesi tersebut biasanya berwarna ungu dan muncul di sekitar ujung jari kaki. Namun, gejala ini dapat sembuh tanpa meninggalkan bekas di kulit. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

207,203

Terkonfirmasi

147,510

Sembuh

8,456

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Sementara itu, kasus ini sebenarnya telah dilaporkan oleh International Federation of Podiatrists yang menunjukkan gejala serupa.

Para ahli melaporkan bahwa adanya anak laki-laki berusia 13 tahun menderita lesi pada kedua kakinya. Dua hari kemudian anak tersebut menunjukkan gejala umum COVID-19, seperti demam, nyeri otot, dan sakit kepala. 

Bahkan, gejala tersebut disertai dengan rasa gatal dan terbakar pada lesi kaki, tetapi tidak pernah menjalani pemeriksaan terkait COVID-19.

Padahal anggota keluarga lainnya menunjukkan gejala umum sebelum anak lelaki tersebut mengalami tanda yang sama. Akhirnya, lesi pada kaki anak laki-laki ini mulai membaik dalam waktu satu minggu. 

Walaupun COVID toes yang menunjukkan lesi ungu pada jari kaki belum dikonfirmasi sebagai gejala dari COVID-19, tidak ada salahnya untuk tetap waspada. 

Penyebab terjadinya lesi ungu (COVID toes)

COVID toes yang menyebabkan adanya lesi ungu pada jari kaki mungkin tidak pernah terpikirkan menjadi gejala COVID-19. Menurut dr. Humberto Choi, MD, ahli paru di Cleveland Clinic, gejala baru dapat muncul berdasarkan reaksi infeksi dengan cara yang berbeda. 

Penyumbatan pembuluh darah di kaki 

pijat kaki

Baik ruam maupun lesi pada jari kaki merupakan hal yang tidak baru dalam dunia infeksi. Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi ini cukup umum karena tubuh pasien yang terinfeksi sedang berjuang melawan virus di dalamnya. 

COVID toes mungkin terjadi karena reaksi kulit atau disebabkan oleh adanya penyumbatan atau gumpalan kecil di pembuluh darah pada jari kaki.

Sebelumnya, ia pernah melihat kondisi ini pada beberapa pasien di ruang ICU yang mengalami sepsis. Pasien tersebut mengalami penyumbatan dan menunjukkan perubahan warna pada jari kaki mereka. 

Adanya respons imun

Sementara itu, dilansir dari Northwestern Medicine, seorang dokter kulit bernama Amy Paller, MD menjelaskan hal ini juga bisa terjadi karena respon imun yang mirip dengan pernio.

Pernio merupakan respons tubuh terhadap dingin dengan melibatkan penyempitan pada pembuluh darah kecil. 

Maka itu, beberapa dokter menganggap COVID toes yang menyebabkan lesi ungu terjadi akibat bagian dari respons peradangan terhadap infeksi virus.

coronavirus dan perokok

Siapa yang paling berisiko?

Penyebab dari munculnya lesi yang kerap berwarna ungu atau COVID toes sebagai salah satu gejala COVID-19 yang tidak umum sebagian besar dikarenakan adanya reaksi sistem kekebalan terhadap infeksi virus. 

Menurut dr. Ted Lain, MD, ahli dermatologi di Sanova Dermatology kepada Health, kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa yang masih muda. Bahkan, beberapa dari pasien yang terinfeksi COVID-19 tanpa gejala pun juga mengalami kondisi ini. 

Hal tersebut mungkin dikarenakan kelompok ini memiliki respons dan sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Lesi ungu juga mungkin dapat menjadi pertanda mengapa orang yang lebih muda dan terinfeksi COVID-19 mengalami gejala yang lebih ringan daripada orang yang lebih tua. 

Walaupun lesi kaki bisa menjadi gejala dari COVID-19, banyak ahli yang menekankan bahwa kondisi tersebut masih sangat jarang terjadi. Jika Anda mengalami gejala COVID-19 yang disertai dengan ruam pada jari kaki, sebaiknya segera hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat untuk berjaga-jaga.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi di tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kasus-kasus Pasien COVID-19 Sembuh yang Terinfeksi Dua Kali, Kok Bisa?

Pria 33 tahun yang tertular COVID-19 dua kali setelah dinyatakan sembuh pada akhir Maret. Apakah kekebalan terhadap infeksi kedua tidak terbentuk?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Amerika Izinkan Perawatan COVID-19 dengan Plasma Darah Pasien Sembuh, Apa itu?

Plasma darah pasien sembuh dipercaya mampu menjadi terapi untuk menangani pasien COVID-19. Meski begitu keefektifannya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 3 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Melawan COVID-19: Jangan Ada Lagi Tenaga Medis yang Gugur

Penyebaran COVID-19 belum bisa dihentikan, ratusan nyawa tidak berhasil diselamatkan, termasuk para dokter dan tenaga medis yang melawan di garis depan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 2 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Risiko Penularan COVID-19 di Bioskop

Penularan COVID-19 di bioskop bisa terjadi dari banyak jalur penularan, mulai dari cipratan langsung droplet, sentuhan dengan permukaan, hingga airborne.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 1 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

uji coba vaksin covid-19

Perkembangan Terakhir Sejumlah Calon Vaksin COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 7 menit
anak covid-19 peradangan multisistem

Sindrom Peradangan Multisistem, Gejala COVID-19 Berbahaya pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Polusi dapat Meningkatkan Risiko Gejala Berat COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala covid-19 dan dampak jangka panjang

Happy Hypoxia, Gejala COVID-19 Berbahaya yang Datang Diam-diam

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit