Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Penularan COVID-19 terjadi dengan sangat cepat, apalagi bila Anda berada di ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk. Mengingat hal ini, banyak orang pun cemas COVID-19 dapat menular lewat pendingin udara (AC). AC di tempat umum seperti toko, restoran, dan sebagainya dikhawatirkan menjadi sumber penyebaran penyakit.

Sejauh ini, penelitian tentang penyebaran COVID-19 melalui AC memberikan hasil yang beragam. Sebuah studi di Tiongkok membuktikan adanya penularan COVID-19 pada restoran ber-AC, tapi banyak pula ahli yang menyatakan bahwa AC tidak berdampak apa-apa.

Lantas, apakah COVID-19 memang bisa menular lewat AC?

AC mungkin menyebarkan COVID-19, jika…

Cara membersihkan ac
Sumber: Leahingram

Perdebatan tentang penularan COVID-19 melalui AC berawal dari sebuah studi dalam jurnal Emerging Infectious Diseases. Pada studi tersebut, ada tiga keluarga yang positif COVID-19 setelah makan di sebuah restoran di Guangzhou, Tiongkok, akhir Januari.

Para peneliti meyakini bahwa mereka tertular setelah duduk di dekat ventilasi AC dalam restoran tersebut. Virus SARS-CoV-2 kemungkinan berasal dari seorang wanita berusia 63 tahun yang positif, tapi tidak menunjukkan gejala apa pun saat itu.

Wanita tersebut datang dari Wuhan bersama keluarganya. Mereka duduk di meja yang terletak di depan unit AC. Beberapa hari setelahnya, empat orang yang duduk di dekat mereka didiagnosis positif COVID-19, kemudian diikuti lima orang lainnya.

Total ada sembilan orang dalam restoran tersebut yang dinyatakan positif COVID-19. Sementara itu, sebanyak 73 pengunjung lainnya dan delapan karyawan yang bekerja hari itu dinyatakan negatif.

Para peneliti menduga bahwa COVID-19 menular lewat AC di dalam restoran. Menurut mereka, sirkulasi udara dari AC menerbangkan droplet mengandung coronavirus dari wanita yang positif tersebut.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

207,203

Terkonfirmasi

147,510

Sembuh

8,456

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

AC mempercepat sirkulasi udara sehingga udara menjadi lebih kering dan dingin. Pada saat yang sama, terjadi proses penguapan. Penguapan ikut membawa droplet keluar dari AC, lalu terbawa udara dan berputar di dalam ruangan.

Droplet pasien COVID-19 seharusnya hanya dapat terbang dalam jarak tertentu, tapi arus udara dari AC membuat percikan-percikan ini terbang lebih jauh. Ditambah lagi, restoran tersebut tidak memiliki jendela sehingga sirkulasi udaranya menjadi buruk.

Jika mengacu penelitian tersebut, COVID-19 memang bisa menular lewat penggunaan AC. Akan tetapi, ada faktor-faktor pendukung yang tidak boleh diabaikan, yakni ventilasi udara yang kurang dan jarak antarmeja yang terlalu dekat.

Penggunaan AC tidak berbahaya

efek seharian di ruangan ber AC

Hingga kini, satu-satunya laporan terkait penularan COVID-19 melalui AC baru berasal dari kasus di Guangzhou. Kondisi ini sebetulnya sangat langka. Kalaupun terjadi, ada faktor-faktor lain yang menjadi pendukungnya.

Menurut Erin Bromage, profesor imunologi di University of Massachusetts Dartmouth, AS, penularan di restoran tersebut lebih disebabkan karena sirkulasi udara yang buruk. Selain itu, ada banyak orang yang berkerumun dalam satu ruangan.

Ia juga mengingatkan bahwa sampel penelitian tersebut terbilang kecil. Hasil penelitian tidak bisa menggambarkan kondisi sebenarnya di ruang terbuka lain, entah itu restoran, kantor, toko, dan lain sebagainya.

Bahkan selama karantina mandiri pun, banyak orang mendatangi apotek dan swalayan ber-AC untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Penggunaan AC tidak akan serta-merta menyebarkan penyakit asalkan semua orang melakukan upaya pencegahan COVID-19.

Meski begitu, tempat-tempat umum yang menggunakan AC sebaiknya memerhatikan sirkulasi udara di dalamnya. Pengelola harus mengatur penempatan unit AC serta kursi dan meja sedemikian rupa supaya para pengunjung melakukan physical distancing.

Virus Corona Menyebar di Permukaan Benda Rumah Sakit dalam 10 Jam

Mencegah penularan COVID-19 dalam ruangan ber-AC

social distance

COVID-19 memang tidak selalu menular lewat AC. Namun, tetap ada risiko penularan bila Anda berada dalam satu ruangan dengan orang yang positif COVID-19. Maka dari itu, Anda tetap harus waspada dan melakukan upaya pencegahan.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar tidak tertular COVID-19 dalam ruangan ber-AC.

  • Menjaga jarak setidaknya dua meter dari orang lain.
  • Sering mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer.
  • Mengenakan masker dengan benar.
  • Tidak memegang benda-benda yang tidak perlu.
  • Tidak memegang mata, hidung, dan mulut tanpa mencuci tangan.

Pemakaian AC memang memengaruhi sirkulasi udara. Bahkan, AC dapat menyebarkan droplet mengandung virus. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena risiko penularan melalui AC sangatlah kecil. Anda dapat melindungi diri dari penyebaran COVID-19 dengan melakukan langkah-langkah pencegahan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kasus-kasus Pasien COVID-19 Sembuh yang Terinfeksi Dua Kali, Kok Bisa?

Pria 33 tahun yang tertular COVID-19 dua kali setelah dinyatakan sembuh pada akhir Maret. Apakah kekebalan terhadap infeksi kedua tidak terbentuk?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Amerika Izinkan Perawatan COVID-19 dengan Plasma Darah Pasien Sembuh, Apa itu?

Plasma darah pasien sembuh dipercaya mampu menjadi terapi untuk menangani pasien COVID-19. Meski begitu keefektifannya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 3 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Melawan COVID-19: Jangan Ada Lagi Tenaga Medis yang Gugur

Penyebaran COVID-19 belum bisa dihentikan, ratusan nyawa tidak berhasil diselamatkan, termasuk para dokter dan tenaga medis yang melawan di garis depan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 2 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Risiko Penularan COVID-19 di Bioskop

Penularan COVID-19 di bioskop bisa terjadi dari banyak jalur penularan, mulai dari cipratan langsung droplet, sentuhan dengan permukaan, hingga airborne.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 1 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

uji coba vaksin covid-19

Perkembangan Terakhir Sejumlah Calon Vaksin COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 7 menit
anak covid-19 peradangan multisistem

Sindrom Peradangan Multisistem, Gejala COVID-19 Berbahaya pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Polusi dapat Meningkatkan Risiko Gejala Berat COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala covid-19 parah kortikosteroid

Happy Hypoxia, Gejala COVID-19 Berbahaya yang Datang Diam-diam

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit