Vaksin Rabies
Halo dok,
Saya ingin menanyakan terkait pemberian vaksin rabies. sebagai informasi tambahan, sebelumnya 10 bulan lalu saya sudah pernah vaksin rabies. vaksin pertama pada hari gigitan kucing, dan lanjut 1 minggu setelahnya divaksin lagi. namun karena dalam masa observasi, kucing yang menggigit saya masih sehat, untuk vaksin ketiga nya tidak dilanjutkan.
Saya terkena cakaran kucing dengan jarak 10 bulan dari vaksin terakhir. kondisi kucing saya saat itu tiba-tiba lemas dan berliur (mati dua hari kemudian setelah gejala tsb). Saya sudah ke puskesmas dan dari sana tidak diberikan vaksin karena luka yang dialami bukan luka gigitan. Luka cakaran yang saya alami kecil namun lumayan dalam hingga mengeluarkan darah. Apakah jika sudah pernah divaksin sebelumnya saya akan kebal terhadap virus rabies dok?
























Halo sobat sehat, terima kasih atas pertanyaannya.
Vaksin rabies memiliki jadwal pemberian setelah tergigit. apabila tidak dipenuhi seluruhnya maka kekebalan tubuh tidak terbentuk optimal dan harus diulang dari awal untuk membentuk kekebalan baru jika sudah terlalu lama jedanya.
fungsi vaksin adalah upaya pencegahan agar tidak bergejala dan menjadi fatal.
cek lagi kondisi lukanya dan pastikan terawat dengan baik.
Kucing adalah salah satu hewan yang berpotensi menyebarkan rabies selain dari anjing. tidak semua kucing namun waspada tetap perlu. pada dasarnya untuk mengecek apakah hewan terinfeksi rabies atau tidak adalah dengan melakukan karantina pada hewan tersebut apabila menggigit atau mencakar, apabila dalam hitungan hari hewan takut air cahaya lalu mati maka patut diwaspadai infeksi rabies.
Selain itu, Ada kondisi yang disebut dengan Cat scratch disease dan rabies.
Cat scratch disease dan rabies ada dua penyakit berbeda namun sama-sama bisa disebabkan oleh kucing
Cat scratch disease atau bartonellosis adalah penyakit yang muncul dari cakaran dan gigitan kucing yang telah terinfeksi bakteri Bartonella henselae.
Bartonella henselae merupakan salah satu bakteri yang paling umum menyerang kucing. Biasanya bakteri ini paling banyak terdapat di bagian mulut atau cakar kucing.
Bakteri dapat menyebar ke kelenjar getah bening yang letaknya paling dekat dari luka cakar.
Rabies merupakan salah satu penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Hewan yang terinfeksi penyakit rabies akan menularkannya. Hewan utama sebagai penyebab penyebaran rabies adalah anjing, kelelawar, kucing dan kera.
Jika tercakar atau tergigit kucing, maka segera lakukan :
- Bersihkan luka dengan air dan sabun: Cuci luka dengan air mengalir dan sabun lembut untuk membersihkan bakteri yang mungkin masih ada di permukaan kulit.
- Gunakan antiseptik: Setelah membersihkan luka, gunakan antiseptik seperti betadin atau alkohol untuk membunuh bakteri yang tersisa.
- Minum obat pereda nyeri: Jika terasa nyeri, kamu bisa minum obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol atau ibuprofen.
Untuk obat salep dan lainnya, apalagi jika sampai bengkak dan nyeri sekali, sebaiknya segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Terimakasih