🔥 Diskusi Menarik

Luka resiko rendah tidak diberi vaksin anti rabies?

Hay dok, saya ingin bertanya. Seminggu yg lalu saya digigit anjing. Setelah itu saya ke puskesmas untuk minta disuntik vaksin anti rabies. Tetapi dokter di puskesmas mengatakan kalau luka saya cuma luka resiko rendah jadi tidak perlu diberi vaksin. Apakah benar tidak apa2 kalau tidak diberi vaksin?

0
19k
2 komen

2 komentar

Halo, terima kasih atas pertanyaan anda.


pertolongan pertama bila digigit oleh anjing atau luka tergores gigi anjing maka sebaiknya :

1. Cari tahu riwayat infeksi anjing -> Seperti yang telah dijelaskan, digigit anjing bisa membuat Anda berisiko terkena beberapa penyakit infeksi, termasuk rabies. Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kelumpuhan sistem saraf. Oleh karena itu, cobalah untuk mencari tahu siapa pemilik anjing yang menggigit Anda untuk menanyakan riwayat vaksinasi anjing tersebut. Jika anjing sudah melakukan vaksinasi rabies, Anda terhindar dari bahaya penyakit ini. Namun, jika yang menggigit adalah anjing liar tanpa pemilik, perhatikanlah tanda-tanda penyakit rabies pada anjing. Rabies biasanya membuat anjing menjadi lebih ganas, gelisah, dan mengeluarkan air liur berbuih.Segera periksakan diri ke dokter jika terdapat indikasi anjing tersebut terinfeksi virus penyebab rabies.

2. Periksakan diri ke dokter -> Gigitan anjing biasanya memang tidak menyebabkan luka yang membutuhkan jahitan. Namun, luka bisa bertambah parah jika dibiarkan sekalipun Anda telah membalut dan merawat luka. Hal ini karena gigitan anjing yang cukup dalam bisa menyebabkan infeksi bakteri atau virus. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memantau kondisi luka dan segera memberikan penanganan bila ada indikasi terjadinya infeksi akibat gigitan anjing. Berdasarkan buku Wound Home Skills Kit, berikut ini merupakan tanda-tanda yang menunjukkan adanya infeksi pada luka gigitan anjing.

- Luka terasa lebih sakit dari pertama kali.

- Luka jadi merah dan bengkak di sekitar gigitan.

- Keluar cairan atau nanah dari luka gigitan.

- Mengalami demam dengan suhu 38° Celcius atau lebih dan kondisi tubuh menggigil.

Jika mengalami beberapa gejala di atas, segera periksakan kondisi luka gigitan ke dokter. Dalam penanganan medis, dokter akan memberikan perawatan melalui antibiotik. Namun, jika diketahui anjing tersebut Anda terinfeksi rabies, dokter akan memberikan suntikan vaksin rabies. Sebaiknya, Anda juga menyampaikan tentang riwayat vaksin tetanus pada dokter. Apabila sudah lebih dari 5 tahun, dokter mungkin perlu memberikan suntikan tetanus.

3. selalu jaga kebersihan diri dan badan

4. segera lakukan vaksinasi rabies bila terindikasi bahwa hewan yang mengigit mempunyai kemungkinan untuk terkena rabies.


Pemberian vaksin rabies dapat diberikan pada orang walaupun tidak tergigit oleh hewan yang terinfeksi rabies. Namun akan menjadi kebutuhan yang urgent bila seorang pasien digigit oleh hewan yang terinfeksi rabies tersebut. Untuk itu, vaksin rabies perlu diberikan sesegera mungkin ketika seseorang terkena gigitan hewan yang menderita rabies. Terdapat dua jenis vaksin anti rabies, yaitu:

1. Vaksin Anti Rabies (VAR) -> Vaksin anti-rabies (VAR) dapat bekerja dengan cara merangsang sistem daya tahan tubuh untuk membentuk imunitas terhadap virus rabies. Terdapat dua macam vaksin, yaitu Profilaksis Pra-Pajanan (PrPP) yaitu vaksinasi pencegahan sebelum paparan virus rabies dan Profilaksis Pasca Pajanan (PEP) atau vaksinasi untuk menghentikan menyebarnya rabies setelah paparan virus. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Indonesia, ketika seseorang telah mendapatkan PrPP dan terkena rabies, ia masih tetap membutuhkan PEP.

2. Serum Anti Rabies (SAR) -> Berbeda dengan VAR, serum anti rabies ini diberikan untuk menetralisir toksin rabies yang ada di dalam tubuh setelah seseorang digigit, dicakar, atau berisiko terkena infeksi rabies dari hewan. SAR umumnya hanya disuntikkan sebanyak satu kali di sekitar luka bekas gigitan atau cakaran.


Pemberian dosis pertama, harus diberikan sesegera mungkin setelah kamu terpapar virus rabies dari hewan. Kemudian, dosis tambahan harus diberikan pada hari ke-3, ke-7, dan ke-14 setelah vaksinasi pertama. Bila sebelumnya telah memeroleh vaksinasi rabies, maka kamu hanya perlu mendapatkan 2 dosis vaksin rabies setelah terpapar. Untuk orang dewasa, vaksin rabies harus disuntikkan di area lengan. Sedangkan pada anak-anak, mereka bisa mendapatkannya di area paha.


Untuk kasus anda bila dosis kedua sudah lebih dari 13 hari maka tidak perlu mengulang dosis pertama. Dosis kedua tetap dapat diberikan, tetapi tidak perlu disertai dengan pemberian dosis Immunoglobulin Rabies (HRIG). Hal ini karena pembentukan antibodi terhadap virus rabies sudah mulai terjadi setelah pemberian dosis pertama. Pemberian dosis kedua akan membantu memperkuat pembentukan antibodi tersebuut. Namun perlu diperhatikan bahwa pemberian dosis kedua yang terlambat dapat menurunkan efektivitas vaksin tersebut.


Sekian dan terima kasih

1 bulan yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Luka gigitan anjing dapat membawa risiko infeksi rabies, yang merupakan penyakit yang fatal jika tidak diobati dengan cepat. Meskipun luka resiko rendah memiliki risiko lebih rendah untuk mengembangkan rabies, tetapi tetap ada kemungkinan terjadinya infeksi. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mendapatkan vaksin anti rabies setelah digigit oleh hewan yang dicurigai terinfeksi rabies. Jika dokter di puskesmas menilai bahwa luka Anda termasuk dalam kategori resiko rendah dan tidak memberikan vaksin anti rabies, sebaiknya Anda meminta penjelasan lebih lanjut mengenai alasan tersebut. Jika Anda merasa khawatir atau tidak yakin, sebaiknya konsultasikan dengan dokter lain atau spesialis penyakit menular untuk mendapatkan pendapat kedua. Jika Anda memiliki gejala seperti demam, sakit kepala, kelemahan otot, atau kesulitan menelan setelah digigit oleh anjing, segera cari bantuan medis darurat karena ini bisa menjadi tanda infeksi rabies yang memerlukan perawatan segera. Apakah Anda memiliki pertanyaan lain terkait masalah ini?
1 bulan yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan