🔥 Diskusi Menarik

Badan menggigil di sore dan malam hari

Ibu saya awalnya mengalami sariawan, kemudian berlanjut ke sembelit. 3 hari kemudian karena asupan yang kurang dan terlalu banyak memakan makanan pedas, akhirnya muncul gejala demam, meriang, mual, pusing, menggigil serta muntah-muntah. Periksa ke dokter katanya kena lambung, dan diberi obat lambung. Tapi jalan 3 hari setelah berobat, gejala yang hilang hanya meriangnya saja, baiknya bagaimana ya

0
18k
2 komen

2 komentar

Halo, terima kasih atas pertanyaan anda.


Dilihat dari pola demam dan gejala klinik yang anak anda rasakan, kemungkinan benar bahwa anda sedang terkena demam tifoid. Tipes atau demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang tidak boleh disepelekan. Meski umumnya dapat sembuh sendiri, penyakit tipes yang bertambah parah bisa berakibat fatal. Gejala tipes baru akan muncul setelah masa inkubasi bakteri usai. Masa inkubasi merupakan rentang waktu dari sejak pertama kali bakteri masuk ke dalam tubuh sampai kemunculan gejala yang pertama. Biasanya, gejala tipes ringan mulai muncul setelah 7–14 hari Anda terpapar bakteri. Paling lambat, gejalanya baru terasa dalam 30 hari kemudian. Namun, jika kekebalan tubuh Anda lemah, gejala paling cepat dapat muncul dalam tiga hari. Gejala tipes sering dianggap sebagai sebuah penyakit. Padahal, itu merupakan kumpulan kondisi yang menandakan adanya infeksi bakteri Salmonella typhi. Istilah “gejala tipes” yang populer di masyarakat Indonesia merujuk pada penyakit dengan sekumpulan gejala yang mirip atau serupa dengan ciri-ciri tipes.


berikut beberapa gejala tipes yang cukup umum.

1. Demam -> Gejala tipes yang paling umum ialah demam. Demam sebenarnya merupakan reaksi sistem imun saat melawan infeksi bakteri Salmonella typhi. Demam akibat tipes cenderung meningkat pelan-pelan pada minggu pertama Anda terkena tipes dan bisa mencapai 39 sampai 40ºC. Namun, demam yang menjadi gejala tipes sering terasa lebih parah saat malam hari. Pada orang dewasa, gejala demam akibat tipes juga kadang disertai dengan sakit kepala. Sama seperti demam, sakit kepala pun merupakan wujud dari reaksi sistem imun terhadap serangan bakteri.

2. Berkeringat -> Munculnya keringat masih berhubungan dengan gejala demam saat tipes. Ini lantaran saat Anda demam, suhu tubuh akan meningkat hingga Anda merasa panas. Sebagai bentuk perlawanan, tubuh akan berusaha menurunkan suhu internalnya. Otak akan memerintahkan kelenjar keringat untuk mengeluarkan cairan lewat pori-pori supaya suhu tubuh kembali normal.

3. Gangguan pencernaan -> Tipes merupakan penyakit infeksi yang menyerang sistem pencernaan, khususnya usus. Maka, tidak heran jika salah satu gejala yang umum muncul ialah gangguan pencernaan, baik itu diare atau sembelit. Diare lebih sering menjadi gejala tipes pada anak, sedangkan sembelit lebih sering terjadi pada orang dewasa. Usus yang terinfeksi bakteri tidak dapat mencerna makanan dengan baik hingga membuat proses penyerapan air ikut terganggu. Akibatnya, usus akan mengambil lebih banyak cairan dari dalam tubuh untuk dapat memproses makanan. Feses yang keluar pun akan bertekstur encer. Sementara itu, sembelit pada orang dewasa yang terkena tipes diakibatkan oleh infeksi bakteri yang menghambat pergerakan usus.

4. Tubuh terasa lemas -> Saat terkena tipes, tubuh rasanya pasti lemas dan tidak berenergi. Hal ini umum terjadi karena diare membuat tubuh terus membuang banyak cadangan cairan. Ditambah lagi, mineral-mineral elektrolit pun keluar dari tubuh lewat feses serta keringat. Padahal, cairan elektrolit berfungsi membantu otot agar bisa bekerja dan berkontraksi dengan baik. Maka, tak heran jika tubuh Anda akan terasa lebih lemah, lesu, dan tidak bertenaga saat sakit tipes.

5. Sakit perut -> Gejala tipes yang menyerang perut ini juga masih ada hubungannya dengan diare. Perut akan terasa sakit selama infeksi masih menyerang sistem pencernaan. Sistem pencernaan yang bermasalah kemudian akan meminta bantuan otak untuk mengirimkan sinyal menuju usus. Sinyal-sinyal dari otak akan membuat usus berkontraksi agar feses segera dikeluarkan. Selama proses ini, Anda mungkin akan mengalami sakit perut atau kram pada usus. Anda umumnya akan merasakan sakit perut dan diare dalam 8 sampai 72 jam setelah terpapar bakteri Salmonella.

6. Kehilangan nafsu makan -> Penurunan nafsu makan juga merupakan wujud dari respons peradangan di dalam tubuh untuk melawan serangan kuman. Selama terjadi peradangan, sistem imun akan merangsang otak untuk melepaskan leptin, hormon yang berfungsi menurunkan nafsu makan. Penurunan nafsu makan saat tipes ini juga bertujuan untuk mencegah bakteri masuk lebih banyak lagi lewat makanan. Pada akhirnya, bakteri yang kelaparan akan lebih cepat mati. Penurunan nafsu makan umumnya menandakan bahwa tubuh sudah masuk ke dalam masa pemulihan. Gejala tipes ini biasanya terjadi sebentar saja pada orang dewasa.

7. Mual dan muntah -> Mual dan muntah merupakan gejala tipes pada orang dewasa sebagai wujud peradangan di dalam sistem pencernaan. Ketika bakteri penyebab tipes menimbulkan infeksi lambung dan usus, sistem imun akan merespons serangan tersebut dengan mengirimkan sinyal ke otak untuk memunculkan rasa mual. Otak kemudian memerintahkan organ pencernaan untuk memproduksi lebih banyak cairan yang membuat perut terasa tidak nyaman. Alhasil, Anda merasa mual dan bisa muntah-muntah. Dengan kata lain, mual dan muntah merupakan reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan racun dan bakteri dari dalam sistem pencernaan.


Antibiotik menjadi satu-satunya pengobatan paling efektif untuk tipes atau demam tifoid. Pengobatan tipes ini dapat dilakukan di rumah atau pun di rumah sakit, tergantung tingkat keparahan penyakit. Dokter biasanya menganjurkan obat untuk atasi tipes berikut ini:

1. Ciprofloxacin (Cipro) -> Di Amerika Serikat, dokter sering meresepkan ciprofloxacin untuk orang dewasa yang tidak sedang hamil. Selain itu, obat serupa lainnya ofloxacin juga akan diresepkan. Sayangnya, banyak bakteri Salmonella typhi yang kini tak lagi mempan terhadap antibiotik yang satu ini. Terutama pada bakteri demam tifoid yang ada di Asia Tenggara.

2. Azithromycin (Zithromax) -> Azithromycin biasanya dipakai saat seseorang tidak bisa menggunakan ciprofloxacin. Selain itu, antibiotik jenis ini juga sering kali digunakan saat bakteri resisten terhadap ciprofloxacin.

3. Ceftriaxone -> Antibiotik suntik seperti ceftriaxone bisa menjadi salah satu obat yang diresepkan jika penyakitnya lebih serius. Selain itu, antibiotik suntik juga biasanya diresepkan untuk mereka yang tidak minum ciprofloxacin, seperti anak-anak.


Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi tipes, yaitu:


1. Minum banyak air -> Minum air saat sakit tipes membantu mencegah dehidrasi yang diakibatkan oleh demam dan diare yang berkepanjangan. Jika Anda mengalami dehidrasi parah, doker akan memberikan cairan melalui pembuluh vena (infus).

2. Istirahat total -> Agar lekas sembuh dari tipes, Anda perlu banyak beristirahat bahkan bisa jadi melakukan istirahat total. Usahakan untuk tidak melakukan berbagai kegiatan berat yang menguras tenaga agar kondisi tubuh bisa segera fit dan terhindar dari komplikasi tipes

3. Makan makanan yang mudah dicerna -> Saat tipes, usus Anda mengalami gangguan. Itu sebabnya, lebih baik Anda makan makanan yang dianjurkan untuk penderita tifus, seperti makan makanan yang mudah dicerna (bubur dan makanan lunak lain). Dengan begitu, kerja usus menjadi lebih ringan. Makan makanan yang mudah dicerna juga membuat nutrisi di dalam makanan lebih cepat diserap oleh tubuh.


Disarankan untuk tidak mengkonsumsi sembarang obat untuk pengobatan tifoid karena penyebab tifoid adalah infeksi bakteri maka sebaiknya menggunakan antibiotik untuk penanganannya.


Sekian dan Terima Kasih

1 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Berdasarkan gejala yang Anda sebutkan, kemungkinan ibu Anda mengalami infeksi pada saluran pencernaan atau mungkin juga gastritis akut. Meskipun dokter telah memberikan obat lambung, namun jika gejala masih berlanjut, sebaiknya ibu Anda kembali berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberikan pengobatan yang lebih tepat sesuai dengan kondisi ibu Anda. Selain itu, pastikan ibu Anda tetap terhidrasi dengan baik dan mengonsumsi makanan yang mudah dicerna dan tidak pedas. Jika gejala semakin parah atau muncul gejala lain seperti demam tinggi, sakit perut parah, atau muntah berdarah, segera bawa ibu Anda ke rumah sakit untuk penanganan medis yang lebih intensif.
1 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan