Baru baru ini ramai dibicarakan di twitter soal penggunaan kompres hangan dan kompres dingin untuk menurunkan demam.


Sebetulnya lebih baik kompres dingin atau hangat untuk menurunkan demam?


Hati-hati kalau ingin memberikan kompres penurun demam. Biasanya jika Anda atau anak Anda demam, Anda akan dikompres dengan es batu yang dibungkus kain atau dengan kain yang sudah dicelupkan dalam air dingin. Ternyata, cara tradisional ini merupakan cara yang salah untuk menurunkan demam.


Dokter dan tenaga kesehatan di seluruh dunia tidak menganjurkan Anda untuk memberikan kompres dingin pada orang yang sedang demam. Kompres dingin biasanya manjur untuk meredakan nyeri otot, bukan untuk menurunkan demam.


Kenapa tidak dianjurkan kompres dingin untuk meredakan demam?


Saat Anda demam, tubuh jadi panas karena memang hal tersebut merupakan reaksi alamiah yang diperlukan oleh tubuh Anda dalam mempertahankan diri.


Jika Anda menempelkan kompres dingin, tubuh justru akan menerjemahkannya sebagai ancaman terhadap proses melawan infeksi. Akibatnya, tubuh akan semakin meningkatkan suhunya dan demam pun jadi semakin parah.


Selain itu, kompres dingin juga berisiko menurunkan suhu tubuh secara tiba-tiba. Hal ini akan memicu badan jadi menggigil. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menghindari kompres dingin saat demam, apalagi mandi air dingin.


Jika demam yang menyerang sudah cukup tinggi dan Anda jadi sulit tidur atau merasa sangat tidak nyaman, sebaiknya bantulah dengan kompres hangat. Namun, pastikan bahwa suhunya tidak terlalu panas. Kain yang dibasahi dengan air suam-suam kuku sudah cukup untuk membantu mengendalikan demam. Kompres hangat memicu produksi keringat sehingga suhu tubuh akan menurun secara alamiah dari dalam. Selain itu, kompres hangat mampu membantu melancarkan aliran darah dan membuat Anda lebih nyaman.


Baca penjelasan selengkapnya di artikel berikut: