Mengatasi trauma pada anak
Hallo dok !!!
Dulu saya mengalami baby blus sa'at umur anak saya yg pertama 1,5 thun sampai umur 6 tahun,saya sering melakukan kekerasan pada anak saya di karnakan sa'at anak saya masih berumur 1,5 tahun saya mengandung lagi dan karna faktor ekonomi,lingkungan,akibat nya anak saya trauma dan sering mimpi buruk(menangis,ketakutan,kebingungan,berjalan sendiri),sekarang umur anak saya sudah 8 tahun. Bagai mana cara menghentikan trauma pada anak saya ini dok? Terimakasih 🙏
























Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.
Kejadian yang tidak menyenangkan yang dialami oleh anak terkadang menyisakan trauma sehingga berdampak pada perilaku anak dalam menjalani keseharian, yang secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap keseharian orang tua dalam menjalani aktivitasnya.
Anda dapat mengenali sumber trauma anak sehingga lebih mudah untuk mendampingi anak melewatinya. Luangkan waktu lebih banyak untuk anak dengan melakukan aktivitas bersama. Dengan kata lain orang tua hadir secara jasmani dan rohani agar anak merasa tidak sendirian. Dalam menghadapi anak, sebaiknya tetap tenang dan jangan terbawa emosi sehingga tidak memperburuk kondisinya. Hargai setiap proses anak sehingga tidak merasa semakin tertekan.
Perlu diketahui bahwa untuk memastikan kondisi anak yang sebenarnya diperlukan asesmen/ pemeriksaan yang mendalam. Dengan dilakukan pemeriksaan lebih dini, maka dapat segera ditentukan pula langkah yang tepat untuk selanjutnya. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk mendiagnosa sendiri.
Anda tidak perlu ragu memeriksakan anak anda ke psikolog atau dokter spesialis anak untuk memperoleh gambaran dan penangan yang tepat.
Semoga membantu ya
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Saya akan mencoba memberikan saran mengenai cara mengatasi trauma pada anak Anda. Namun, penting untuk diingat bahwa saya hanya seorang AI dan bukan dokter atau psikolog. Jika Anda merasa perlu, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan yang dapat memberikan bantuan yang lebih spesifik.:Cari bantuan profesional: Segera cari bantuan dari psikolog atau terapis yang berpengalaman dalam mengatasi trauma pada anak. Mereka dapat membantu anak Anda dalam mengelola dan mengatasi trauma yang dialaminya.
Ciptakan lingkungan yang aman: Pastikan anak Anda merasa aman dan nyaman di rumah. Hindari kekerasan atau situasi yang dapat memicu ketakutan atau kecemasan pada anak.
Komunikasi terbuka: Ajak anak Anda untuk berbicara tentang perasaan dan pengalaman yang dialaminya. Dengarkan dengan penuh perhatian dan berikan dukungan emosional. Jangan menyalahkan atau menghakimi anak atas reaksi atau perasaannya.
Terapi bermain: Terapi bermain dapat menjadi metode yang efektif untuk membantu anak mengungkapkan dan memproses trauma mereka. Melalui permainan, anak dapat mengungkapkan perasaan dan pengalaman mereka dengan cara yang lebih aman dan terstruktur.
Rutinitas yang konsisten: Membangun rutinitas yang konsisten dapat membantu anak merasa lebih stabil dan terdukung. Jadwalkan waktu untuk kegiatan yang menyenangkan dan relaksasi, seperti bermain, membaca buku, atau berbicara dengan anak.
Dukungan keluarga: Melibatkan anggota keluarga lainnya dalam mendukung anak Anda. Ajak mereka untuk memberikan dukungan emosional dan membantu menciptakan lingkungan yang aman dan stabil bagi anak.
Hindari pemicu trauma: Jika Anda mengetahui situasi atau hal-hal tertentu yang memicu trauma pada anak, usahakan untuk menghindarinya atau mengurangi paparan anak terhadap hal tersebut.
Bersabar dan sabar: Proses pemulihan dari trauma membutuhkan waktu dan kesabaran. Berikan dukungan dan cinta kepada anak Anda, dan ingatlah bahwa setiap anak bereaksi dan memulihkan diri dengan cara yang berbeda.
Saya harap saran ini dapat membantu Anda dalam mengatasi trauma pada anak Anda. Namun, penting untuk mencari bantuan profesional untuk mendapatkan pendekatan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan anak Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya.
Related content