Kekurangan zat besi

Mohon informasinya.... ketika anak usia 4 tahun mengalami kekurangan zat besi, bagaimanakah ciri2 nyaa... dan apakah harus d bantu dengn suplemen zat besi... terimakasih sbelumna

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
5
1
1

1 komentar

Halo Distiana, terima kasih atas pertanyaan anda.


Umumnya, gejala dari kondisi ini akan sangat beragam dialami oleh tiap anak. Bahkan, tidak jarang, kondisi awal dari defisiensi zat besi pada anak tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, saat penyakit berkembang, ada beberapa gejala yang umumnya akan dialami oleh anak. Beberapa tanda dan gejala saat anak alami anemia defisiensi zat besi mungkin termasuk:

- Kulit pucat.

- Kelelahan.

- Tangan dan kaki dingin.

- Pertumbuhan dan perkembangan melambat.

- Nafsu makan buruk.

- Napas cepat yang tidak normal.

- Masalah perilaku.

- Infeksi yang lebih sering terjadi.


berikut panduan kebutuhan zat besi pada berbagai usia:

- Bayi 7-12 bulan membutuhkan 11 miligram per hari.

- Balita 1 - 3 tahun membutuhkan 7 miligram per hari.

- Anak 4 - 8 tahun membutuhkan 10 miligram per hari.

- Anak 9-13 tahun membutuhkan 8 miligram per hari.

- Anak perempuan 14-18 tahun membutuhkan 15 miligram per hari.

- Anak laki-laki 14-18 tahun membutuhkan 11 miligram per hari.


Penanganan anemia defisiensi besi dilakukan dengan cara mengembalikan atau meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh :

- Makanan Mengandung Zat Besi -> mengatasi anemia defisiensi zat besi adalah dengan mengembalikan kadar zat besi dalam tubuh. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan zat besi, seperti daging merah, ayam dan ati ayam, kacang-kacangan, makanan laut alias seafood, sayuran berdaun hijau, serta sereal yang diperkaya zat besi. Agar penyerapan zat besi dari makanan terjadi secara maksimal, pastikan anak juga mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Selain itu, hindari juga mengonsumsi makanan atau minuman yang bisa menghambat penyerapan zat besi, seperti kopi, susu, teh, serta makanan yang banyak mengandung asam fitat.

- Suplemen Penambah Zat Besi -> asupan zat besi juga bisa didapat dari suplemen khusus. Ibu bisa menangani anemia defisiensi besi pada anak dengan memberi suplemen penambah zat besi selama beberapa bulan. Hubungi dokter untuk mengetahui resep suplemen yang dibutuhkan serta dosis suplemen zat besi yang perlu dikonsumsi Si Kecil. Pastikan Si Kecil tidak dalam keadaan perut kosong atau belum makan saat mengonsumsi suplemen zat besi. Biar penyerapan zat besi dari suplemen lebih maksimal, disarankan juga untuk meningkatkan konsumsi makanan atau minuman yang mengandung vitamin C. Nyatanya, jenis makanan ini juga bisa membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

- Mengatasi Penyebab Anemia -> konsumsi makanan dan suplemen khusus, anemia defisiensi besi pada anak juga bisa ditangani dengan mengatasi penyebabnya. Jika penyakit ini disebabkan oleh perdarahan atau gangguan penyerapan zat besi, pengobatannya dilakukan dengan konsumsi obat tertentu. Namun, jika perdarahan terjadi karena polip, tumor, atau miom, biasanya akan diatasi dengan prosedur operasi.

- Transfusi Sel Darah Merah -> Menangani anemia defisiensi besi pada anak juga bisa dilakukan dengan transfusi sel darah merah. Biasanya, tindakan ini dilakukan jika pemberian suplemen dan makanan yang kaya zat besi tidak bisa mengatasi gejala anemia dengan baik.


Sekian dan Terima Kasih

3 tahun yang lalu
Suka
Balas
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan