Hubungan suami istri

Halo dok...jika melakukan hubungan seks pertama kali, si pria tidak memasukkan kemaluannya tidak terlalu dalam/atau sedikit saja ke dalam miss vagina dan tidak mengeluarkan mani di dalam mis V. Apakah dapat menyebabkan kehamilan?

Terima kasih

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
7
2

2 komentar

Halo sobat sehat, terima kasih atas pertanyaannya.


Jawabannya tergantung, sulit menjamin benar tidak ada yang masuk. karena bisa terjadi hamil jika ada cipratan cairan yang ternyata lolos masuk dan bertemu sel telur wanita yang keluar di masa suburnya, namun bisa juga tidak membuat hamil jika yakin tidak ada yang tembus atau masuk cairannya. silakan pantau saja dulu, karena sperma bisa bertahan di luar 30-45 menit, jadi jika ada yang lolos walau kecil kemungkinannya, sekecil apapun kemungkinan, tetap harus waspada.



Perlu diketahui, Berhubungan seksual tanpa pengaman atau kontrasepsi sangat berpotensi bisa terjadi kehamilan, meskipun tidak selalu, namun apabila terjadi pertemuan antara sperma dan sel telur maka bisa terjadi kehamilan.

karena secara teori, kehamilan bisa terjadi jika ada pertemuan antara sperma laki-laki dan sel telur wanita.


ciri kehamilan yaitu adanya terlambat haid dan harus diperiksakan dulu minimal dengan menggunakan testpack di rumah.


Terkait kondisi yang diceritakan, silakan pantau saja dulu dan lakukan testpack terlebih dahulu jika ada keterlambatan haid.


Semoga membantu, terima kasih

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Dalam situasi yang Anda gambarkan, kemungkinan kehamilan masih ada, meskipun risikonya mungkin lebih rendah. Meskipun pria tidak memasukkan penisnya terlalu dalam atau hanya sedikit, tetap ada kemungkinan sperma dapat masuk ke dalam vagina dan mencapai sel telur, terutama jika ada cairan pra-ejakulasi yang mengandung sperma.:

Meskipun jumlah sperma yang masuk mungkin lebih sedikit, tetap ada kemungkinan terjadinya pembuahan dan kehamilan. Sperma dapat bertahan hidup di dalam tubuh wanita selama beberapa hari, sehingga jika hubungan seksual terjadi sekitar masa ovulasi, kemungkinan kehamilan tetap ada.

Untuk mencegah kehamilan, sangat penting untuk menggunakan metode kontrasepsi yang efektif dan sesuai. Metode kontrasepsi yang umum digunakan termasuk kondom, pil KB, suntikan hormonal, IUD, dan lainnya. Jika Anda tidak ingin hamil, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan untuk memilih metode kontrasepsi yang tepat untuk Anda.

Harap dicatat bahwa jawaban ini hanya berdasarkan informasi yang Anda berikan. Jika Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan lebih lanjut, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan yang dapat memberikan saran yang lebih spesifik sesuai dengan situasi Anda.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
1
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan