dok kenapa ketika saya udah sakit hati kebangetan itu nangis

dok kenapa ketika saya udah sakit hati kebangetan itu nangis sampe bisa sesak napas atau bahkan saya sampai melukai tangan saya dengan benda tajam?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1

1 komentar

Ketika Anda merasakan sakit hati yang mendalam hingga menangis, sesak napas, dan bahkan melukai diri sendiri, ini adalah respons emosional dan fisik yang sangat intens yang memerlukan perhatian serius:

Rasa sakit hati memang tidak hanya memengaruhi kondisi emosional, tetapi juga dapat memicu masalah fisik. Otak, khususnya anterior cingulate cortex (ACC), merespons kesedihan dengan melepaskan hormon stres seperti kortisol. Peningkatan hormon kortisol ini dapat menyebabkan berbagai gejala fisik, termasuk peningkatan sensitivitas terhadap rasa sakit dan sesak dada atau sesak napas. Menangis adalah respons alami tubuh untuk melepaskan emosi, dan pada awalnya dapat membantu melepaskan hormon oksitosin dan endorfin yang mengurangi rasa sakit. Namun, menangis yang sangat intens dan berkepanjangan, terutama saat stres berat, bisa menyebabkan ketegangan otot di dada dan leher, atau bahkan hiperventilasi, yang memperburuk sensasi sesak napas. Kondisi sulit bernapas saat stres atau cemas sering dikaitkan dengan gangguan kecemasan. Adapun tindakan melukai diri sendiri, seperti melukai tangan dengan benda tajam, adalah mekanisme koping yang berbahaya dan merupakan tanda bahwa Anda sedang mengalami penderitaan emosional yang sangat besar dan kesulitan mengelolanya. Ini adalah sinyal penting bahwa Anda membutuhkan dukungan profesional segera. Sangat disarankan untuk segera mencari bantuan dari psikolog atau psikiater. Mereka dapat membantu Anda memahami akar penyebab dari respons emosional dan perilaku ini, serta mengajarkan strategi koping yang lebih sehat dan aman. Jangan ragu untuk mencari pertolongan, karena ini adalah langkah penting untuk kesehatan mental dan fisik Anda.

2 jam yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan