🔥 Diskusi Menarik

BB dan TB anak kurang Ideal Diusia 3th

Apa yg harus dilakukan agar bb dan tbnya bisa ideal dok sdngkan anaknya agag pemilih makanan dan apakah masih bisa ke kejar TBnya diusai dia yg udah 3th ini

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
3
1

1 komentar

Hai sobat sehat, terima kasih pertanyaannya.

Picky eating umumnya adalah fase yang berlangsung sementara pada masa perkembangan anak. Karena itu, hingga kini belum ada standar diagnosis medis untuk menyatakan seorang anak adalah picky eater. Seiring dengan berjalannya waktu, kebiasaan pilih-pilih makanan itu biasanya akan mereda dan anak mau menyantap berbagai makanan dengan lahap.

Namun jika orang tua datang ke dokter anak karena khawatir terhadap buah hatinya yang sulit makan dan apalagi ada tanda gangguan kesehatan, dokter anak tetap akan melakukan pemeriksaan yang dibutuhkan. Caranya antara lain memeriksa kondisi fisik anak, seperti detak jantung, stabilitas pernapasan, kondisi mata, dan lain-lain.

Dokter juga akan mengecek berat dan tinggi badan anak, apakah sudah sesuai dengan kurva perkembangan. Selain itu, dokter akan menanyai orang tua mengenai apa saja gejala dan tanda yang ditunjukkan ketika anak tersebut menolak makanan. Jika perlu, dokter akan meminta anak menjalani serangkaian tes lain, termasuk yang berhubungan dengan fungsi kognitif.

Dari sini, dokter bisa menentukan apakah perilaku picky eater itu hanya fase biasa atau adakah masalah lain yang memerlukan tindakan medis lebih lanjut.

Cara Mengatasi Anak yang Picky Eater

Bila orang tua mendapati anaknya menjadi picky eater, satu hal yang harus diingat bahwa perilaku ini lazim terjadi di kalangan anak-anak. Jadi mengedepankan emosi bukanlah pilihan untuk mengatasi masalah pilih-pilih makanan pada anak. Orang tua bisa mencoba sejumlah cara berikut ini:

  • Makan makanan yang sama dengan anak, tapi tak perlu memakai garam untuk makanan. anak agar anak tak cenderung lebih suka makanan asin.
  • Makan bersama dengan anak dan tunjukkan bahwa orang tua menyukai makanan itu.
  • Berikan anak porsi yang kecil dan berikan pujian meski ia hanya makan sedikit.
  • Ketika anak menolak makanan, jangan memaksanya makan. Tetap tenang dan ambil makanan itu tanpa mengatakan apa-apa. Coba berikan makanan itu di lain waktu.
  • Jangan biarkan anak terlalu lapar atau terlalu capek, baru memberikan makanan.
  • Bersabarlah bila anak makan dengan lambat. Pastikan tidak ada distraksi yang membuatnya tidak fokus makan.
  • Jangan berikan anak terlalu banyak makanan ringan di sela-sela makan berat.
  • Jangan berikan makanan sebagai hadiah, terutama makanan yang manis-masing. Anak akan merasa cokelat, permen, dan sejenisnya lebih nikmat daripada sayuran dan nasi.
  • Buatlah pengalaman makan yang menyenangkan, misalnya dengan diselingi mengobrol.
  • Jika tahu ada anak seusia buah hati yang makannya lahap, coba undang orang tuanya untuk datang dan makan bersama di rumah, tapi jangan memuji anak tersebut secara berlebihan di depan anak sendiri.
  • Bila ada anggota keluarga yang disukai atau dihormati anak, ajaklah ia makan bersama. Misalnya kakek, nenek, om, atau tante. Kadang anak lebih gampang makan jika ada orang favoritnya di sana.
  • Ubah cara penyajian makanan agar lebih menarik. Misalnya anak mungkin menolak wortel iris bundar, tapi ketika diberi wortel yang diparut ia lahap makannya.
  • Libatkan anak dalam proses pemasakan dan penyajian makanan.
4 minggu yang lalu
Suka
Balas
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan