bb bayi perempuan usia 9 bulan 7.5 kg dan pb 64 cm normalkah

dok anak saya lahir dgn bb 3.1 kg dan pb 46 cm, skrg usia 9 bulan bb hanya 7.5 dan pb 64cm, . kurang suka minum susu formula (minum terpaksa kalau sudah lapar betul krn ditinggal saya ibunya bekerja), untuk mpasi anak mau makan tapi tekstur masih spt mpasi anak 6 bulan (halus ), frekuensi 2-3 x makan per hari dg jumlah 90 ml per porsi, sisanya asi dbf+ sufor, saya punya riwayat hamil anak saya ini kadar ferritin diangka 5 dan sudah infus zat besi tp tidak sy cek lg setelah itu. anak saya dari sejak usia 6 bulan ke 9 bulan hanya naik 1 sampai 2 ons saja dok, padahal tidak ada bapil demam, kondisi sehat dan aktif...apakah anemia yg saya alami saat hamil dia berpengaruh ke anak sy dok, apakah anak sy bisa terkena kadar ferritin yg rendah jg ya dok? oh iya anak sy sejak usia 2 bulan sdh sy berikan maltofer drop smpai sekarang, tp tetap saja bb dan panjang badanya nya seret dok, terimakasih dok

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1

1 komentar

Berat badan bayi perempuan Anda 7.5 kg dan panjang badan 64 cm pada usia 9 bulan perlu dievaluasi lebih lanjut. Meskipun 7.5 kg masih dalam rentang normal untuk bayi perempuan usia 8 bulan (6.3-9.0 kg), kenaikan berat badan yang hanya 1-2 ons dari usia 6 ke 9 bulan merupakan indikasi adanya masalah pertumbuhan yang perlu segera ditangani:

Kondisi anemia yang Anda alami saat hamil dengan kadar feritin rendah memang dapat memengaruhi cadangan zat besi pada bayi sejak lahir, sehingga meningkatkan risiko bayi mengalami kekurangan zat besi atau anemia. Gejala kekurangan zat besi pada bayi meliputi pertambahan berat badan lambat dan tidak nafsu makan, yang sesuai dengan kondisi bayi Anda saat ini. Meskipun bayi Anda sudah diberikan suplemen zat besi Maltofer, penyerapan atau kebutuhan yang lebih tinggi mungkin membuat suplementasi saja belum cukup. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Pola Makan MPASI: Pada usia 9 bulan, tekstur MPASI seharusnya sudah lebih kasar dari bubur halus untuk melatih kemampuan mengunyah dan memastikan asupan kalori serta nutrisi yang cukup. Frekuensi 2-3 kali makan per hari dengan porsi 90 ml mungkin kurang optimal untuk mengejar ketertinggalan berat badan. Pastikan MPASI kaya zat besi.
  2. Asupan Susu Formula: Kurangnya minat bayi terhadap susu formula juga dapat mengurangi asupan nutrisi penting, terutama jika ASI tidak mencukupi seluruh kebutuhan.
  3. Kekurangan Zat Besi: Mengingat riwayat anemia Anda dan gejala pada bayi (pertambahan berat badan lambat), sangat mungkin bayi Anda juga mengalami kekurangan zat besi atau anemia. Anemia mikrositik, yang paling umum disebabkan oleh kekurangan zat besi, sering terjadi pada bayi usia 9-24 bulan. Sangat disarankan untuk segera membawa bayi Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau ahli gizi. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan kemungkinan besar merekomendasikan tes darah untuk memeriksa kadar hemoglobin dan feritin bayi Anda guna mendiagnosis apakah ada kekurangan zat besi atau anemia. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter dapat memberikan penyesuaian dosis suplemen zat besi, saran nutrisi MPASI yang lebih tepat, serta strategi untuk meningkatkan asupan kalori dan nutrisi bayi Anda.
1 jam yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan