Bayi terus menyusu saat tidur

Kenapa bayi walaupun sudah tidur masih terus menyusu, ketika akan dilepas selalu terbangun, jadi tidur nya terus menerus menyusu, jika dilepas akan bangun bahkan menangis enggan lepas menyusu.

Apakah mungkin kualitas asi saya jelek sehingga bayi tidak kenyang kenyang ketika menyusu, atau ada gejala lain.

Dan bagaimana cara mengatasi hal tersebut, agar bayi terlelap tidur tanpa harus terus menyusu.

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1

1 komentar

Bayi yang terus menyusu saat tidur dan terbangun ketika dilepas adalah hal yang cukup umum. Ini seringkali bukan karena kualitas ASI yang buruk atau bayi tidak kenyang, melainkan lebih kepada kebutuhan bayi akan kenyamanan, keamanan, dan refleks mengisap yang kuat. Payudara ibu memberikan kehangatan, kedekatan, dan rasa aman yang membantu bayi menenangkan diri dan kembali tidur:

Untuk mengetahui apakah bayi Anda mendapatkan cukup ASI, perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Popok sering basah (sekitar 6-8 popok basah per hari).
  • Berat badan bayi naik sesuai dengan usianya.
  • Bayi terlihat aktif dan bahagia saat bangun.
  • Pertumbuhan fisik bayi baik.
  • Pola tidur bayi baik (meskipun mungkin masih sering terbangun). Jika tanda-tanda ini terpenuhi, kemungkinan besar kualitas ASI Anda baik dan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup. Untuk mengatasi agar bayi bisa tidur tanpa harus terus menyusu, Anda bisa mencoba beberapa cara:
  1. Pastikan bayi kenyang sebelum tidur: Perhatikan tanda-tanda bayi kenyang setelah menyusu, seperti tangan terbuka dan rileks, menjauhkan mulut dari payudara, terlihat tenang, atau tertidur setelah menyusu.
  2. Lepaskan payudara saat bayi tidur pulas: Tunggu hingga bayi benar-benar dalam fase tidur pulas (tubuh lemas, tidak ada gerakan mengisap aktif) sebelum melepaskan payudara secara perlahan. Anda bisa menggunakan jari untuk memutus isapan.
  3. Tawarkan kenyamanan alternatif: Jika bayi mulai terbangun atau rewel setelah dilepas, coba tawarkan empeng (jika bayi sudah terbiasa), bedong, usapan lembut, atau pijatan ringan untuk menenangkan bayi.
  4. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman: Pastikan suhu ruangan nyaman, tidak terlalu bising, dan redup.
  5. Konsultasi: Jika Anda masih khawatir tentang pola menyusu atau tidur bayi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau konsultan laktasi. Mereka dapat memberikan evaluasi lebih lanjut dan saran yang sesuai.
2 jam yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan