Bayi sering rewel dan minta susu terus

Saya mempunyai bayi berusia belum genap 2 bulan, saat malam hari terbangun 2 atau 3 kali dan menangis ingin menyusu namun saat dilepas selalu terbangun dan menangis.

Di pagi hari rewel bila tidak di menyusu, terlelap namun tidak nyenyak.

Untuk popok basah ganti hanya 4-5 x sehari.

Dan akhir akhir ini kondisi pydr lembek apakah ini tanda asi saya menurun?

Untuk bb bayi belum timbang jadi blm tahu naik atau turun .

Apakah perlu di beri susu sambung sufor mengingat 3 minggu lagi cuti kerja saya akan segera berakhir.

Tolong infonya team dokter .

Terimakasih

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1

1 komentar

Ibu, memahami kekhawatiran Anda mengenai bayi yang sering rewel, ingin menyusu terus-menerus, dan kondisi payudara yang terasa lembek adalah hal yang wajar. Pada usia bayi belum genap 2 bulan, perilaku menyusu yang sering, termasuk terbangun 2-3 kali di malam hari, adalah hal yang sangat umum. Bayi pada usia ini sering mengalami *growth spurt* atau percepatan pertumbuhan, di mana mereka membutuhkan lebih banyak asupan ASI dan sering menyusu untuk merangsang produksi ASI ibu:

Payudara yang terasa lembek tidak selalu berarti produksi ASI menurun. Seiring waktu, tubuh ibu akan menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan bayi, sehingga payudara mungkin tidak terasa penuh seperti di awal masa menyusui. Namun, jumlah popok basah 4-5 kali sehari memang perlu diperhatikan lebih lanjut, karena idealnya bayi yang cukup ASI akan buang air kecil setidaknya 6 kali atau lebih dalam 24 jam. Tidur yang tidak nyenyak juga bisa menjadi indikasi bahwa bayi mungkin belum mendapatkan asupan yang cukup atau membutuhkan kenyamanan lebih. Mengingat kondisi ini dan kekhawatiran Anda, sangat disarankan untuk segera memeriksakan bayi Anda ke Dokter Anak. Dokter Anak dapat melakukan penimbangan berat badan bayi untuk memastikan kenaikan berat badan yang optimal, serta mengevaluasi kondisi kesehatan bayi secara keseluruhan. Selain itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan Konsultan Laktasi. Konsultan Laktasi dapat membantu menilai perlekatan bayi saat menyusu, efektivitas bayi dalam menghisap ASI, serta memberikan saran praktis untuk meningkatkan produksi ASI jika memang diperlukan. Mereka juga bisa memberikan strategi menyusui yang efektif menjelang Anda kembali bekerja, sehingga Anda tidak perlu terburu-buru memberikan susu formula. Pemberian susu formula sebaiknya tidak dilakukan tanpa evaluasi profesional, karena dapat memengaruhi produksi ASI Anda. Dengan bantuan Dokter Anak dan Konsultan Laktasi, Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan memastikan bayi Anda mendapatkan nutrisi yang cukup.

1 jam yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan