Batuk pilek pada bayi usia 8 bulan

Halo dok, mau tanya mslh bapil pda bayi usia 8 bln kok tdk kunjung sembuh, dan terkadang smpe membuat bayi tdk nyaman tidur nya karna batuk dan hidung nya yg tersumbat, setiap subuh mesti kebangun nangis smpe muntah, sdh dibawa ke klinik kta dokter nya paru" nya alhamdulillah msih bersih dan tenggorokan nya msih bagus. Dikasih 1 macam obat dibentuk puyer.


Kira" apa yg harus sya lakukan dan apa ada penanganan lain jika diperlukan? Karna sya new parrents jdi blm tau bnyk tentang sakit nya bayi🙏

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1

1 komentar

Untuk batuk pilek pada bayi usia 8 bulan yang tidak kunjung sembuh dan menyebabkan ketidaknyamanan, terutama saat tidur, sangat wajar jika Anda merasa khawatir sebagai orang tua baru. Berdasarkan informasi yang Anda berikan bahwa paru-paru dan tenggorokan bayi Anda dalam kondisi baik setelah diperiksa dokter, ini adalah kabar yang melegakan:

Meskipun demikian, batuk pilek pada bayi memang bisa berlangsung cukup lama, terutama jika disertai hidung tersumbat yang mengganggu pernapasan dan tidur. Muntah setelah batuk atau menangis kencang juga bisa terjadi karena refleks batuk yang kuat atau lendir yang tertelan. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu meredakan gejala dan meningkatkan kenyamanan bayi Anda antara lain:

  1. Pembersihan Hidung: Gunakan cairan saline (larutan garam fisiologis) semprot atau tetes hidung khusus bayi untuk membantu mengencerkan lendir dan membersihkan sumbatan hidung. Lakukan sebelum menyusui/makan dan sebelum tidur. Anda bisa menggunakan aspirator hidung setelahnya untuk mengeluarkan lendir.
  2. Pelembap Udara (Humidifier): Letakkan humidifier di kamar bayi untuk menjaga kelembapan udara, yang dapat membantu mengencerkan lendir di saluran napas.
  3. Posisi Tidur: Coba tinggikan sedikit posisi kepala bayi saat tidur dengan menaruh bantal tipis di bawah kasur (bukan di bawah kepala bayi langsung) atau menggunakan bantal khusus bayi yang sedikit miring. Ini dapat membantu mengurangi lendir yang menetes ke tenggorokan.
  4. Cukupi Cairan: Pastikan bayi mendapatkan cukup ASI atau susu formula untuk mencegah dehidrasi dan membantu mengencerkan lendir.
  5. Pijatan Lembut: Lakukan pijatan lembut di dada dan punggung bayi atau tepukan ringan (tapotement) untuk membantu melonggarkan lendir. Mengingat keluhan yang masih berlanjut dan mengganggu kenyamanan bayi, sangat disarankan untuk kembali berkonsultasi dengan dokter spesialis anak (Pediatri). Dokter dapat mengevaluasi kembali kondisi bayi Anda, mempertimbangkan apakah ada penyebab lain yang mendasari, atau menyesuaikan penanganan yang lebih spesifik jika diperlukan. Jangan ragu untuk menyampaikan semua kekhawatiran Anda kepada dokter.
2 jam yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan