Halo dok,
sudah 3 bulan ini BB dan TB bayi saya seret banget dok bahkan sempat kemarin BBnya turun dan juga makanan sering dilepeh.
di
... Lihat Lainnya🔥 Diskusi Menarik
Permisi dok.. anak saya sudah 1.5 tahun
Mempunyai banyak kendala yang menurut kami sbg orang tua belum menemukan solusinya sampai detik ini.
1. Anak (cenderung habis) kalau makan bubur instan, kalau nasi hanya beberapa (3-4 suap saja) bahkan protein hewan / sayuran ga mau masuk kalaupun masuk langsung dilepeh terus.. dan sudah dicoba 10x teorinya harusnya suka, tp ini belum suka2.
2. Kalau tidur selalu harus sambil nenen ini belum sembuh sudah lama dr sejak sekitar 6 bulan jadi kebiasaan klo dilepas nangis2.. harus bagaimana dok apakah dipaksa tidur sampai nangis2 berjam2?
3. Tidak suka susu fosfor.. sudah dicoba beberapa merek dan dituang ke gelas / dot anak tetap tdk mau minum. Padahal 2 tahun akan nyapi.. jd rada takut kedepannya harus bagaimana agar mau minum..
Saat ini kondisi anak sya lagi masa2 tumbuh gigi yg banyak.. untuk bicara dan berjalan sudah lumayan tidak ada masalah, cuman karena dirumah mainan pd bosan .. sudah mulai kecanduan youtube.
Mohon bantuannya dok bagaimana konkret step step yang harus dilakukan kami sbg orang tua mengatasi masalah anak kami yang membuat kami cemas 🥲🙏
Terima kasih
1 komentar
Terbaru
Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Halo Hamam, terima kasih atas pertanyaannya.
kami memahami keluhan anda. Perawatan anak memang tidaklah mudah dan membutuhkan perawatan yang ekstra hati-hati. Dalam keluhan anda, ada beberapa hal yang paling penting untuk dilakukan :
1. Anda harus melatih anak anda untuk menyapih anak agar berhenti minum ASI, tetapi tentu haruslah dilakukan bertahap dan tidak cepat-cepat. Anak butuh pengenalan rasa, tekstur, dan bau dari makanan yang nanti akan ia sapih. Anda harus mengenal tanda-tanda anak mulai siap disapih :
berikut ini tanda-tanda ketika bayi siap untuk disapih:
- Bayi mulai tampak tidak tertarik saat menyusu di payudara ibu.
- Bayi tetap rewel walaupun sudah diberi ASI.
- Bayi menyusui dalam waktu yang lebih pendek daripada biasanya.
- Bayi mudah terganggu saat sedang menyusu.
- Bayi “bermain” dengan payudara ibu, seperti menarik dan menggigit payudara ibu,
- Bayi menyusu di payudara ibu tapi tidak mengisapnya sehingga ASI tidak keluar.
- Bayi mungkin tetap menyusu di payudara ibu, tapi hanya untuk mencari kenyamanan.
Berikut beberapa tips untuk menyapih anak agar terlepas dari ASI :
- Komunikasi sebagai kunci cara menyapih anak -> Walaupun usia anak masih tergolong kecil, tetapi memberi pengertian terhadap suatu perubahan itu penting. Ini adalah ‘PR’ Anda untuk menyampaikan langsung ke anak untuk mengubah kebiasaan menyusunya. Berikan ia pengertian bahwa menyusui sudah tidak lagi baik dilakukan karena ia semakin lama semakin besar. Anda bisa memberikan contoh kepadanya bahwa anak yang sudah besar tidak perlu lagi menyusu dari ibunya.
- Cara menyapih anak dengan mengubah kebiasaan makannya -> Jika Anda berbagi tempat tidur dengan anak, biasakan untuk bangun sebelum ia bangun. Kemudian, segera menyiapkan makanan untuknya sehingga ketika ia bangun makanan sudah siap untuk dimakan. Saat anak bangun mungkin ia merasakan lapar sehingga berikanlah makanan padat yang bergizi dan mengenyangkan untuknya. Hal ini bertujuan untuk mencegah agar anak tidak kelaparan sekaligus sebagai cara menyapih. Memang membutuhkan waktu untuk membiasakan anak makan makanan padat, jadi lakukanlah dengan perlahan. Biarkan anak makan dengan porsi sedikit, tetapi dalam frekuensi yang sering sebagai bagian dari cara menyapih.
- Cara menyapih anak dengan menawarkan botol susu -> Coba mulai tawarkan botol susu kepada anak daripada menyusu langsung di payudara ibu sebagai cara menyapih. Botol susu ini bisa diisi dengan ASI atau susu formula. Anda bisa mengoleskan beberapa tetes ASI di bibir atau lidah bayi sebelum menyusu di botol agar ia bisa menerima botol susu dengan mudah. Mengurangi frekuensi menyusu di payudara ibu selama beberapa minggu diharapkan dapat membantu bayi menyesuaikan diri dengan perubahan secara perlahan. Akan tetapi, sebaiknya hindari memberikan ASI campur susu formula (sufor) di dalam satu botol yang sama.
- Persingkat waktu menyusui -> Anda mungkin bisa mulai membatasi berapa lama anak menyusu di payudara ibu sebagai cara menyapih. Jika biasanya anak menyusu selama 10 menit. Anda bisa mempersingkat waktunya menjadi 5 menit saja. Di sisi lain, Anda juga bisa mengganti pemberian ASI yang lebih sedikit tersebut dengan susu formula atau bubur bayi. Setelah nantinya berhasil menerapkan cara menyapih anak dari ASI, Anda bisa benar-benar menggantinya dengan susu formula.
- Tunda waktu anak menyusui -> Menunda waktu di jadwal menyusui dapat mengurangi frekuensi anak menyusui dalam sehari. Jika usia anak Anda lebih tua, Anda mungkin bisa mengalihkan perhatiannya dengan aktivitas lain saat ia ingin menyusu. Cara lainnya juga bisa dengan menawarkannya susu formula atau makanan lain. Ketika anak ingin menyusu di sore hari, Anda bisa menjelaskan kepadanya bahwa ia harus menunggu sampai menjelang tidur untuk menyusu di payudara ibu.
- Kenakan pakaian yang berbeda -> Lebih baik untuk tidak memakai pakaian yang sering Anda kenakan ketika Anda menyusui si kecil. Karena dengan begitu akan akan membuat anak ingat kebiasaannya menyusu dan menyulitkan Anda dalam menerapkan cara menyapih. Hindari juga untuk membuka baju di depan si anak dengan keadaan payudara yang terbuka. Hal ini juga akan membuat anak merasa ingin kembali menyusu pada ibunya.
- Gendong anak Anda dengan cara yang berbeda -> Untuk menghindari anak kembali merengek atau menangis karena ingin menyusu ASI, lebih baik untuk menggendong anak dengan cara yang berbeda. Anda bisa coba menggendong anak dipunggung atau menggendong dengan posisi saling memeluk satu sama lain. Kuncinya, hindari posisi menyusui dengan menggendong yang biasa Anda lakukan ketika Anda memberikannya ASI. Ini dilakukan sebagai cara mudah untuk menyapih anak usia 2 tahun agar pelan-pelan berhenti menyusu ASI.
- Gunakan berbagai hal yang bisa membuat si kecil lupa -> Banyak hal yang bisa Anda lakukan agar bisa membuat anak lupa keinginannya untuk menyusu ASI sebagai salah satu cara menyapih. Anda bisa memberikannya berbagai makanan dengan rasa baru yang mungkin saja akan menariknya baginya untuk mencoba lagi dan lagi. Berikan susu dari botol kemudian bertahap membiasakan memberikannya melalui gelas. Hal ini akan membantu menghilangkan kebiasaannya mengemut yang dapat merusak gigi susunya. Tidak hanya itu, Anda juga bisa memberikan snack untuk si kecil agar ia tidak merasa kelaparan sekaligus mendukung penerapan cara menyapih anak.
- Cara menyapih anak dengan membiarkan ia bermain -> Memberikan si kecil waktu bermain akan membuat si kecil lupa untuk menyusu dari ibu. Ambil contoh dengan membiarkan anak menghabiskan waktu dengan bermain bersama teman sebagai cara mudah menyapih usia 2 tahun. Berikan juga mainan kesukaannya sebagai jalan keluar bagi Anda yang mempunyai anak dengan masalah susah untuk berhenti menyusu ASI.
- Mengubah kebiasaan tidur -> Kunci sukses cara menyapih anak adalah melakukan segala hal yang membuatnya lupa menyusui. Biasanya, hal ini terkait dengan kebiasaan yang sering Anda lakukan padanya. Jika Anda sering menidurkan si kecil di atas pangkuan sambil memberi ASI, mulai sekarang ubah kebiasaan tersebut. Anda bisa menidurkan di atas kerajang bayi, kursi goyang, atau di mana pun yang membuat anak nyaman dan mudah tertidur. Ketika ia menunjukkan tanda ingin menyusu, Anda bisa melakukan cara menyapih anak dari ASI dan menggantinya dengan susu formula. Menerapkan proses menyapih kepada anak memang bukan perihal mudah. Sebab tak jarang, para ibu justru merasa tidak tega melihat si kecil merengek ingin menyusu dari payudara.
2. Cara mengenalkan makanan padat pada anak atau dikenal dengan Metode Mother Led Weaning (MLW) atau Baby Led Weaning (BLW) :
Pada tahap awal perkenalan si Kecil dengan makanan padat pertamanya ada dua cara utama yang menjadi pilihan Ibu. Yang pertama adalah dengan membuatkan si Kecil puree buah maupun sayuran, agar si Kecil mudah mengunyah makanannya. Cara memberikan MPASI pertama pada anak ini dikenal sebagai Mother Led Weaning (MLW). Dimana proses pengenalan makanan pendamping ASI dilakukan Ibu karena si Kecil telah melalui masa ASI Ekslusif, porsi dan waktu makan pun ditentukan oleh Ibu. Biasanya, cara ini diterapkan karena Ibu harus kembali bekerja dan merasa si Kecil belum kunjung memiliki ketertarikan untuk mengonsumsi makanan padat.
Sementara yang kedua adalah metode bernama Baby Led Weaning (BLW), dimana Ibu menawarkan si Kecil makanan lembut (tapi tidak dijadikan puree) dengan potongan yang sesuai untuk si Kecil. Lalu menyuguhkan si Kecil makanan lembut dan memberi kebebasan untuk menentukan kapan dan seberapa banyak ia mau makan. Cara ini terbilang sederhana untuk membiarkan anak makan dengan sendiri di awal penyapihan ASI, cara ini sesuai apabila si Kecil sudah menunjukkan ketertarikan dan keinginannya untuk memakan sesuatu.
Dalam memperkenalkan makanan padat pertama pada si Kecil, tidak ada porsi khusus yang menjadi standar. Secara perlahan Ibu akan bisa menerapkan pola makan untuk si Kecil. Tiap anak memiliki kebutuhan makannya masing-masing. Pada usia enam bulan, idealnya asupan makanan padat menjadi pendamping dari ASI. Ibu harus cermat dalam menangkap sinyal di kala si Kecil sudah merasa kenyang
Tanda si Kecil masih ingin makan:
- Membuka mulut ketika disuapi makanan
- Menggenggam makanan dan coba memasukannya ke dalam mulut
- Menjilati sendok
Tanda si Kecil sudah kenyang:
- Menutup mulut saat disuapi
- Melepehkan makanan di dalam mulutnya
- Membuang muka ketika akan disuapi
Namun apabila dengan cara-cara ini tidak berhasil maka anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang.
Sekian dan Terima Kasih