Vagina lecet
Selamat pagi dok, lubang vagina saya awalnya gatal tapi tidak keputihan. Setelah 2hari gatal saya basuh dengan betadine femine hygiene dan baru semalam saya cek seperti lecet dan terasa perih sekali untuk berhubungan seksual lalu keluar putih2 tapi tidak lembek banyak sekali. Kira2 kenapa dan harus bagaimana ya dok?
























Hallo Sobat Sehat,
Terimakasih atas pertanyaannya.
Kami memahami kekhawatiran Anda.
Jika terdapat cairan atau gumpalan yang keluar dari vagina dan disertai gatal atau bau yang menyengat, kemungkinan adalah keputihan.
Keputihan sebenarnya normal terjadi pada wanita asal jumlahnya tidak banyak, tidak gatal atau berbau menyengat.
Terjadinya infeksi pada miss V bisa dikarenakan oleh penyebab yang berbeda-beda ya. Bisa karena virus, jamur, bakteri maupun parasit.
Berikut adalah beberapa penyebab-penyebab infeksi yang menimbulkan keluhan keputihan tidak normal:
-Vaginosis bakterial, yaitu infeksi bakteri pada vagina yang menyebabkan keluarnya cairan vagina berwarna putih hingga abu-abu dan berbau amis. Dapat disertai gatal atau nyeri pada vagina.
-Candidiasis vagina, yaitu infeksi jamur pada vagina yang menyebabkan cairan vagina yang berwarna putih hingga kuning kental dan disertai gatal pada vagina.
-Trichomoniasis, yaitu infeksi vagina oleh parasit trikomoniasis yang menyebabkan cairan vagina berwarna kehijauan kental, berbuih, berbau amis dan disertai rasa gatal. Penyakit menular seksual seperti infeksi gonore atau chlamydia yang dapat menyebabkan rasa nyeri pada vagina atau saat buang air kecil dan perdarahan.
Setiap penyebab keputihan memiliki pengobatan yang berbeda-beda tergantung penyebabnya, sehingga disarankan untuk periksa ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya ya.
Berikut langkah yang bisa Anda lakukan di keseharian untuk mengatasi keputihan berlebihan :
-Selalu bersihkan organ intim Anda setiap habis buang air besar ataupun kecil
-Keringkan dulu organ intim sebelum mengenakan celana
-Pastikan Anda mengenakan celana yang bersih, longgar, dan berbahan lembut
-Tidak perlu menggunakan sabun pewangi vagina
-Jangan stres atau kelelahan yang berlebihan.
Saran kami jangan ragu untuk memeriksakan diri secara langsung ke dokter ya, untuk diberikan terapi yang sesuai dengan kondisi Anda. Semoga membantu ya.
Salam, dr. Syifa
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Saya bukan dokter, tetapi saya akan mencoba memberikan informasi yang mungkin berguna bagi Anda.:Gejala yang Anda alami, seperti gatal, lecet, dan perih di area vagina, dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:
Infeksi jamur: Infeksi jamur seperti kandidiasis vagina dapat menyebabkan gatal, lecet, dan keluarnya cairan putih yang terkadang terasa perih. Biasanya, infeksi jamur juga disertai dengan keputihan yang berbau tidak sedap.
Infeksi bakteri: Infeksi bakteri seperti vaginosis bakterialis juga dapat menyebabkan gejala yang serupa. Infeksi ini biasanya disertai dengan keputihan yang berbau amis.
Reaksi alergi: Penggunaan produk perawatan vagina yang mengandung bahan kimia tertentu atau bahan yang Anda alergi dapat menyebabkan iritasi, gatal, dan lecet.
Luka atau iritasi mekanis: Aktivitas seksual yang kasar atau penggunaan benda asing yang tidak tepat dapat menyebabkan luka atau iritasi pada vagina.
Untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan pengobatan yang tepat, disarankan Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter spesialis kulit dan kelamin. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin juga tes laboratorium untuk menentukan penyebabnya.
Sementara menunggu konsultasi dengan dokter, Anda dapat melakukan beberapa langkah untuk meredakan gejala:
Hindari penggunaan produk perawatan vagina yang mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi.
Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang lembut dan tidak ketat.
Hindari aktivitas seksual yang dapat memperburuk iritasi.
Jaga kebersihan area vagina dengan membersihkannya secara lembut menggunakan air hangat dan hindari penggunaan sabun yang keras.
Hindari menggaruk area yang gatal, karena hal ini dapat memperparah iritasi.
Ingatlah bahwa informasi yang saya berikan hanya bersifat umum dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Dokter akan memberikan diagnosis yang akurat dan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Related content