Halo dok

Halo dok, saya usia 23 tahu, sedang hamil 35 minggu. Dan saya mengalami keputihan berwarna putih susu cair(namun tidak berbau)

Dan juga ada seperti luka berwarna putih yang perih jika tersentuh (seperti jerawat yg belum pecah, namun ukurannya lebih besar dari jerawat) di bagian tertentu vagina saya. Karna itu saya mengalami nyeri saat buang air kecil.


Itu apa ya penyebabnya? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
20
2

2 komentar

Hallo Min Lalabo, terima kasih atas pertanyaan nya.

Pada dasarnya, keputihan merupakan kondisi normal yang berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina dari infeksi. Saat keputihan, vagina akan mengeluarkan lendir yang membawa sel – sel mati dan bakteri. Lendiri ini berasal dari leher rahim/ serviks dan kelenjar dalam vagina. Lendir yang normal umumnya berwarna bening hingga keputih-putihan, tidak berbau, dan tidak menimbulkan rasa gatal atau perih pada daerah vagina. Dan kondisi ini tidak memerlukan pengobatan medis.

Pada kondisi hamil, keputihan sebenarnya juga merupakan hal yang normal. Peningkatan kadar estrogen dan meningkatkan aliran darah ke vagina membuat frekuensi dan kadar keputihan semakin meningkat di masa kehamilan. Cairan tambahan yang keluar dari leher rahim ini sebenarnya adalah sisa buangan dari rahim dan vagina, bakteri normal dari vagina, dan sel-sel mati dari dinding vagina. Di masa awal kehamilan, cairan ini memenuhi saluran serviks untuk menciptakan lendir pelindung yang terlihat seperti putih telur. Menjelang persalinan, lendir ini akan menjadi semakin banyak.

Namun perubahan hormon dan bentuk tubuh membuat ibu hamil memang lebih cenderung mengalami infeksi vagina. Oleh karenanya terkadang perubahan pada keputihan dapat menjadi tanda terjadinya infeksi, sehingga beberapa bentuk keputihan yang perlu diwaspadai, diantaranya :

  • Keputihan dengan lendir yang cair atau berwarna putih dengan rasa gatal. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi jamur dan menyebabkan munculnya lendir yang cair atau berwarna putih seperti susu kental, tapi tanpa bau yang menyengat. Biasanya juga disertai rasa gatal yang parah dan rasa perih di sekitar vagina juga rasa sakit saat berhubungan seks.
  • Keputihan disertai rasa nyeri atau pendarahan. Rasa nyeri pada tulang panggul atau saat buang air kecil serta mengalami pendarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks yang menyertai keputihan, dapat mengindikasikan penyakit menular seksual akibat infeksi bakteri atau jamur seperti gonore atau klamidia.
  • Keputihan disertai luka melepuh di sekitar kelamin. Kondisi ini biasanya adalah infeksi herpes . Penyakit ini akan menyebabkan munculnya kulit melepuh atau luka seperti sariawan yang terasa sakit di sekitar organ intim.
  • Keputihan dengan lendir berwarna cokelat atau mengandung darah. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Tetapi tetap perlu diwaspadai karena walau jarang, kondisi ini bisa menjadi indikasi kanker leher rahim/ serviks.

Untuk itu, dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah kondisi keputihan yang dialami masih dikategorikan normal atau tidak. Jika tidak, dokter akan mencari penyebab keputihan, pengaruhnya terhadap kondisi kehamilan dan janin serta proses persalinan nanti sehingga bisa diberikan pilihan terapi yang tepat.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Berdasarkan deskripsi yang Anda berikan, keputihan berwarna putih susu cair yang tidak berbau dan luka berwarna putih yang perih jika tersentuh di area vagina dapat menunjukkan adanya infeksi jamur vagina atau infeksi bakteri seperti bacterial vaginosis. Nyeri saat buang air kecil juga dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih atau infeksi menular seksual.:

Untuk mengetahui penyebab pastinya dan mendapatkan pengobatan yang tepat, disarankan Anda segera berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter spesialis kulit dan kelamin. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin juga tes laboratorium untuk memastikan diagnosis. Setelah itu, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai, seperti obat antijamur atau antibiotik.

Selain itu, untuk mengatasi nyeri saat buang air kecil, Anda dapat mencoba minum banyak air putih untuk membantu membersihkan saluran kemih dan mengurangi iritasi. Hindari penggunaan produk pembersih vagina yang mengandung bahan kimia keras dan gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat dengan baik.

Pastikan juga untuk menjaga kebersihan area genital dengan mencuci dengan air hangat dan sabun yang lembut, serta menghindari hubungan seksual yang tidak aman selama masa pengobatan.

Namun, penting untuk diingat bahwa hanya dokter yang dapat memberikan diagnosis yang akurat dan memberikan pengobatan yang tepat. Jadi, segera konsultasikan keluhan Anda kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
1
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan