Flek diluar waktu menstruasi
Saya melakukan seks pertama kali, besoknya saya mengalami flek ga banyak sekitar 3 hari.
Seminggu kemudian saya melakukan seks yang kedua kali, seperti yang pertama saya mengalami flek yang awalnya berwarnah merah segar, dihari berikutnya berwarna coklat dan tidak banyak. Itu terjadi selama 3 hari.
Itu kenapa ya? Saya tidak merasakan gejala lain, keputihan teteap normal, dan tidak merasakan nyeri.
























Halo sobat sehat, terima kasih atas pertanyaannya.
Flek cokelat hingga bercak darah diluar siklus haid yang keluar bisa merupakan hal normal ataupun tidak. Pada masa ovulasi atau masa subur saat pelepasan sel telur juga bisa keluar sedikit flek pada sebagian wanita. Atau flek tersebut karena sebab lain yang perlu dicari tahu. Masa subur atau periode ovulasi biasanya di hari ke 14 dari hari pertama haid, atau sekitar 7 hari setelah haid selesai.
Siklus haid juga bervariasi rata-rata 21-35 hari, bisa maju atau mundur dengan durasi 3-7 hari sampai 14 hari lama haidnya. apabila masih dalam range siklusnya (21-35 hari, misalnya hari ini haid, maka hari ke 21-35 dari hari ini akan haid lagi) apabila maju atau mundur tidak menjadi masalah bila masih dalam range normalnya.
Apabila belum diketahui penyebabnya, maka perlu dicari tahu terlebih dahulu:
-riwayat penggunaan KB apabila sudah menikah dan sedang menggunakan KB. Kb suntik atau Pil KB yang biasa ataupun pil kb emergensi bisa berefek pada siklus haid sehingga bisa membuat flek atau haid tidak teratur
-faktor stress yang sedang dialami
-perubahan hormonal
-kelelahan
-keteraturan siklus haid yang berjalan selama ini
-apabila sudah menikah dan rutin berhubungan seksual, pastikan dengan pemeriksaan testpack, yang paling mudah dilakukan untuk melihat apakah dari kehamilan atau bukan.
-apakah disertai dengan gejala lainnya.
-pada usia mendekati 40 tahun juga bisa mendekati masa menopause yang salah satu tandanya yaitu gangguan siklus haid.
kondisi stress juga dapat memicu gangguan hormonal tubuh wanita sehingga pada sebagian orang dapat juga mengalami flek.
Saran silakan evaluasi faktor yang disebutkan diatas selanjutnya jika flek semakin banyak dan ada gejala lain yang mengkhawatirkan, dapat berkonsultasi langsung ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG) di fasilitas kesehatan terdekat.
terimakasih
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Berdasarkan informasi yang Anda berikan, ada beberapa kemungkinan penyebab flek yang Anda alami setelah melakukan hubungan seksual. Namun, saya tidak dapat memberikan diagnosis yang pasti tanpa melakukan pemeriksaan langsung. Saya sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut.:Beberapa kemungkinan penyebab flek yang Anda alami adalah:
Sisa darah haid: Flek cokelat setelah menstruasi bisa saja hanya cairan keputihan yang sedikit bercampur darah tua sisa menstruasi sebelumnya. Sisa darah yang masih menempel di dinding rahim ini bisa luruh dan keluar sewaktu-waktu.
Perubahan hormon: Aktivitas seksual dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan perubahan dalam siklus menstruasi dan mengakibatkan flek di luar waktu menstruasi.
Cedera vagina: Kemungkinan lainnya adalah adanya cedera pada vagina akibat penetrasi seksual yang terlalu kasar. Cedera juga bisa muncul karena iritasi akibat kondom atau tampon yang tersangkut di vagina.
Efek kontrasepsi: Jika Anda baru saja memulai penggunaan metode kontrasepsi baru, seperti pil atau spiral, flek cokelat dapat menjadi efek sampingnya. Perubahan hormon akibat penggunaan kontrasepsi dapat mempengaruhi siklus menstruasi.
Infeksi atau penyakit menular seksual: Meskipun Anda tidak merasakan gejala lain, ada kemungkinan bahwa flek yang Anda alami adalah tanda adanya infeksi atau penyakit menular seksual. Segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penting untuk diingat bahwa saya hanya dapat memberikan informasi umum berdasarkan konteks yang Anda berikan. Untuk diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan.
Related content