Bercak Darah

Dok, kemarin saya ada semburat darah seperti benang gt seperti akan haid, ada lendir bening, mirip seperti haid. Tapi saya tunggu tidak juga haid. Hari ini bersih. Jadwal haid saya minggu depan, kisaran awal bulan November. Usia saya 40 tahun lebih kelahiran 13 Juni 1985. Ibu dari dua orang anak. Tidak ada keluhan saat berhubungan intim. Ada keputihan sebelum saya mengeluarkan semburat darah seperti benang tadi. Saya tidak sedang hamil. Darah seperti datang bulan kecil sekali seperti benang itu apa ya, Dok? Apakah saya perlu untuk memeriksakan ke dokter kandungan?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
4
2

2 komentar

Hallo yunaida anasari, terima kasih atas pertanyaan nya.

Dari cerita kamu — ada **lendir bening bercampur semburat darah seperti benang** sekitar **seminggu sebelum jadwal haid**, lalu berhenti dan sekarang sudah bersih — hal ini **tidak selalu berbahaya**, dan cukup sering terjadi pada perempuan usia 40-an karena **perubahan hormon menjelang perimenopause** (masa transisi menjelang menopause).


Berikut beberapa **kemungkinan penyebab yang umum dan normal:**


1. **Flek ovulasi (ovulation spotting)**


* Biasanya terjadi **tengah siklus** (sekitar 10–14 hari sebelum haid).

* Ditandai dengan **lendir bening seperti putih telur** bercampur sedikit darah (kadang hanya berupa semburat atau benang merah muda).

* Akibat lonjakan hormon estrogen yang menurun mendadak saat sel telur keluar.


2. **Fluktuasi hormon menjelang haid**


* Pada usia 40 tahun ke atas, kadar hormon estrogen dan progesteron mulai tidak stabil.

* Hal ini bisa menyebabkan **flek ringan, lendir bercampur darah**, atau **siklus yang mulai tidak teratur** meski masih terasa seperti haid biasa.


3. **Serviks yang sensitif atau ada keputihan hormonal**


* Bila sebelumnya ada keputihan, lendir bening bercampur sedikit darah bisa juga berasal dari **leher rahim (serviks)** yang mudah iritasi, misalnya akibat perubahan pH vagina, infeksi ringan, atau aktivitas seksual.


Namun, **sebaiknya periksa ke dokter kandungan** bila kamu mengalami salah satu dari hal berikut:

* Flek atau perdarahan **sering muncul di luar waktu haid**, berulang setiap bulan.

* Darah disertai **nyeri perut bawah**, **bau tidak sedap**, atau **keputihan berubah warna** (kuning, hijau, atau berbusa).

* **Siklus haid berubah drastis** (terlalu pendek, terlalu panjang, atau darah sangat sedikit/terlalu banyak).

* Ada **riwayat miom, polip, atau gangguan rahim** sebelumnya.


**Saran sementara:**

* Catat waktu munculnya flek dan pola haid beberapa bulan ke depan.

* Jaga kesehatan hormonal: tidur cukup, kurangi stres, dan hindari perubahan berat badan drastis.

* Jika ada riwayat keputihan berulang, boleh lakukan pemeriksaan **pap smear dan USG transvaginal** untuk memastikan tidak ada gangguan di rahim atau serviks.

4 minggu yang lalu
Suka
Balas
Bercak darah seperti benang yang Anda alami, meskipun sudah berhenti dan tidak disertai nyeri, sebaiknya tetap diperiksakan ke dokter kandungan. Pada usia Anda (40 tahun lebih), bercak darah di luar jadwal haid bisa disebabkan oleh beberapa faktor, dan penting untuk mengetahui penyebab pastinya:

Beberapa kemungkinan penyebab bercak darah seperti yang Anda alami antara lain:

  1. Ketidakseimbangan hormon: Fluktuasi hormon dapat memengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkan bercak darah. Ini cukup umum terjadi seiring bertambahnya usia.
  2. Perimenopause: Masa transisi menuju menopause seringkali ditandai dengan perubahan siklus menstruasi, termasuk bercak darah atau haid yang tidak teratur.
  3. Fibroid rahim: Pertumbuhan tumor jinak di rahim ini juga bisa menyebabkan bercak darah.
  4. Servisitis atau radang panggul: Infeksi pada serviks atau organ reproduksi lainnya dapat menimbulkan bercak darah.
  5. Penyebab lain yang lebih serius: Meskipun jarang, kondisi seperti kanker serviks juga bisa diawali dengan bercak darah. Meskipun Anda tidak sedang hamil dan tidak ada keluhan saat berhubungan intim, pemeriksaan oleh dokter kandungan akan membantu menentukan penyebab pasti dari bercak darah tersebut dan memastikan tidak ada kondisi serius yang perlu ditangani. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, USG, atau tes lain yang diperlukan untuk diagnosis yang akurat.
1 bulan yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan