Cemas..menangis..pikiran negatif. Daya ingat menurun..sulit fokus konsen.kehilangan arah tujuan .perasaan tak berdaya . Berkecil hati dan mengeluh
... Lihat LainnyaTrauma Kepercayaan
Halo dok.
Saya sangat mencintai pasangan saya, namun saya memiliki trauma susah untuk percaya lagi terhadapnya, karna sudah berkali kali bahkan puluhan kali saya di bohongi dan dia berjanji tidak melakukan kesalahannya lagi ( orang k-3 ), namun masih terjadi kesalahan yang sama dia lakukan, akhirnya sampai saya trauma karna prasaan takut disakiti dan dibohongi akan terjadi lagi kesalahan yang sama, alhasil hal sekecil apapun saya tidak percaya padanya meski yang dia katakan benar namun saya tidak dapat percaya lagi yang dia katakan krna perasaan takut dibohongi kembali, saya tahu saya salah apabila pasangan saya berkata jujur namun saya tidak percaya, saya juga paham bahwa hubungan itu perlu adanya komunikasi yang jujur agar berjalan dengan baik, untuk itu saya sangat menjaga kepercayaannya, namun bagaimana dengan saya dok? Yang tidak bisa lagi percaya dengannya, apapun yang diakatakan saya tidak bisa percaya meski benar adanya, apabila ada hal kecil yang menurut saya tidak wajar, kecurigaan dan prasaan takut itu langsung menghantui saya dok, rasa sakit hati itupun kembali menghantui saya sehingga khawatir, bagaimana saya mengatasi ini dok, mohon pencerahannya.🙏
3 komentar
Terbaru
Halo Missioner Anggara, terima kasih untuk pertanyaannya.
Kami dapat memahami kekhawatiran yang anda alami saat ini, tentunya pengalaman tersebut memberikan trauma tersendiri bagi anda. Saya juga mengapresiasi upaya anda untuk mempertahankan hubungan yang anda jalani.
Adanya kekecewaan atau pengkhianatan dalam sebuah hubungan mudah memicu seseorang kehilangan kepercayaan terhadap pasangan sehingga merasa takut dan sulit untuk membangun rasa kepercayaan tersebut kembali. Kondisi ini perlu segera ditangai secara tepat agar tidak berlarut-larut dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pengalaman dikhianati bisa saja berdampak pada kesedihan dan kekecewaan yang mendalam, apalagi oleh orang terdekat yang dicintai. Setiap orang melewati proses kesedihan, ketakutan, kekecewaan tersebut dengan cara berbeda-beda, sehingga tidak ada batasan tertentu yang dianggap normal untuk menghilangkan perasaan tersebut. Akibat pengalaman tersebut tidak hanya menyebabkan kesedihan yang mendalam, tetapi bisa juga berdampak kepada kondisi psikologis lainnya dan juga kondisi fisik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan selama proses tersebut, yaitu memberikan waktu pada diri sendiri untuk mengakui, memahami dan menerima emosi yang hadir, karena dengan menolak emosi tersebut hanya akan menyebabkan proses berdamai membutuhkan waktu yang lebih lama, atau bahkan malah membuat kondisi diri semakin buruk. Melakukan aktivitas yang produktif dan menyenangkan sebagai bentuk pengalihan agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan tersebut. Anda tetap membuka diri untuk terkoneksi dengan sekitar, karena tanpa disadari akan menyebabkan rasa kesepian.
Untuk membina hubungan sehat dan membangun cinta diperlukan pula membangun
pola komunikasi yang sehat dan terbuka. Anda dan pasangan perlu saling mengkomunikasikan kondisi yang anda alami, sehingga dapat saling memahami pula. Selain itu, upayakan untuk dapat saling mendengarkan tanpa menghakimi. Anda dan pasangan juga dapat saling menghargai, serta saling mendukung menjadi versi terbaik diri masing-masing. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena membina hubungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya di salah satu pihak saja. Dengan pola komunikasi tersebut, maka dapat meminimalisir kesalahpahaman yang berlarut-larut.
Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda atau melakukan konseling bersama pasangan ke psikolog jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar tertangani dengan tepat.
Selanjutnya, cobalah untuk memberikan kesempatan kedua, tetapi dengan ekspektasi yang jelas. Diskusikan bersama bagaimana kepercayaan dapat dibangun kembali dan apa yang perlu dilakukan oleh pasangan Anda untuk membantu Anda merasa lebih aman. Ini bisa meliputi tindakan konkret yang menunjukkan komitmennya untuk berubah. Selain itu, pertimbangkan untuk mencatat perasaan Anda dalam jurnal. Ini dapat membantu Anda memahami pola ketidakpercayaan yang Anda rasakan dan memberikan ruang untuk mengekspresikan emosi Anda. Jika perasaan ini terus mengganggu Anda, berkonsultasilah dengan seorang profesional, seperti psikolog, yang dapat membantu Anda menemukan strategi untuk mengatasi trauma kepercayaan. Ingatlah bahwa membangun kembali kepercayaan memerlukan waktu dan usaha dari kedua belah pihak. Jika Anda merasa sangat terluka dan trauma yang Anda alami terlalu besar, penting untuk mempertimbangkan apakah melanjutkan hubungan ini adalah pilihan terbaik untuk kesehatan emosional Anda.
Related content