🔥 Diskusi Menarik

Stress, cemas berlebih

Halo, saya ingin bercerita dari awal.


Dulu saya punya banyak kucing, tapi satu per satu mati atau hilang dalam waktu yang berdekatan, selalu di akhir tahun. Hal itu membuat saya merasa seperti dikutuk. Tahun lalu, kucing saya hanya tersisa dua. Sejak saat itu, saya jadi sangat posesif dan merasa harus selalu mengurung kucing saya agar tetap aman.


Setiap kali kucing saya pergi jauh dan butuh waktu lama untuk pulang, saya selalu cemas, gemetar, bahkan mual. Saya juga sering memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup saya karena perasaan ini begitu kuat dan sulit dikendalikan.


Sama seperti sekarang, tadi malam saya mengurung kucing saya semalaman, tetapi pagi ini dia kabur, dan saya tidak tahu ke mana perginya. Perasaan cemas dan takut ini muncul lagi, dan saya kembali berpikir untuk mengakhiri hidup saya.


Banyak orang, termasuk keluarga saya, mengatakan bahwa saya bodoh atau gila. Mereka bilang tindakan saya menyiksa kucing, padahal saya sama sekali tidak berniat seperti itu. Saya hanya takut kehilangan lagi.


Saya ingin tahu, apakah perasaan dan ketakutan yang saya alami ini normal? Atau justru mereka benar bahwa saya memang gila?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
7
2

2 komentar

Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.


Pada dasarnya, perasaan cemas sangat wajar dialami oleh setiap individu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap sesuatu. Namun, apabila perasaan cemas berlangsung secara berlebihan, terus-menerus, dan tanpa alasan yang kuat, serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, maka perlu segera meminta bantuan professional jika sudah tidak dapat diatasi secara mandiri.


Dalam diri individu terjadi proses mental yang saling berkaitan antara pikiran, perasaan, perilaku, dan sensasi tubuh/ fisik. Dengan anda mengelola pikiran yang menyebabkan munculnya kecemasan, secara tidak langsung juga akan meminimalisir keluhan lainnya yang anda alami.


Adapun yang dapat anda lakukan, yaitu menuliskan seluruh isi pikiran anda pada kertas secara berkala tanpa terkecuali. Kegiatan ini dikenal dengan istilah jurnaling, di mana dapat dilakukan setiap hari sehingga pikiran tidak hanya menumpuk dalam diri anda. Lalu anda juga dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi kembali pikiran yang sering muncul dengan menanyakan ke diri anda mengenai pikiran tersebut “apakah hal yang dikhawatirkan didukung oleh fakta sehingga perlu dipikirkan secara berlebihan atau hanya kekhawatiran tanpa alasan yang jelas?”, sehingga anda dapat melihat secara objektif sumber pikiran anda. Jangan lupa untuk melatih diri berpikir positif dan lebih rasional. Lakukan relaksasi pernapasan saat ketidaknyamanan tersebut muncul (fokus pada napas masuk dan napas keluar), sehingga anda lebih rileks dan tenang dalam menyikapi yang anda alami. Selain itu, anda tetap terkoneksi dengan sekitar agar tidak merasa sendiri.


Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar tertangani dengan tepat.


4 hari yang lalu
Suka
Balas
Perasaan yang Anda alami setelah kehilangan banyak kucing dalam waktu dekat adalah reaksi emosional yang sangat manusiawi. Kehilangan hewan peliharaan dapat menyebabkan rasa duka yang mendalam, dan perasaan cemas serta posesif terhadap kucing yang tersisa adalah hal yang wajar. Anda tidak sendirian dalam merasakan hal ini; banyak orang mengalami kesedihan dan kecemasan setelah kehilangan hewan peliharaan yang mereka cintai:

Merasa terkutuk atau berpikir untuk mengakhiri hidup ketika kucing Anda pergi jauh adalah tanda bahwa Anda mungkin sedang berjuang dengan tingkat kecemasan yang tinggi. Ini bisa menjadi sinyal bahwa Anda perlu mencari dukungan. Mengurung kucing untuk menjaga keselamatan mereka menunjukkan bahwa Anda peduli, tetapi penting untuk menemukan keseimbangan antara menjaga mereka aman dan memberi mereka kebebasan yang mereka butuhkan. Perasaan dan ketakutan Anda tidak menunjukkan bahwa Anda "gila." Sebaliknya, ini adalah reaksi emosional yang valid terhadap situasi yang sangat sulit. Namun, jika perasaan ini terus berlanjut atau semakin parah, sangat disarankan untuk berbicara dengan seorang profesional kesehatan mental. Mereka dapat membantu Anda memahami perasaan ini dan memberikan strategi untuk mengelola kecemasan serta duka yang Anda alami. Ingatlah bahwa mencari bantuan adalah langkah yang kuat dan positif. Anda tidak perlu menghadapi perasaan ini sendirian, dan ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda melalui masa sulit ini.

5 hari yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan