Kesehatan mental

Dok bagaimana cara mengatasi kecemasan dn sedikit trauma atas insiden perselingkuhan? Karna dalam kasus ini saya seng korban ttp memilih bersama meskipun sudah memaafkan tapi terkadang ketika jauh dr pasangan atau tidak bersama perasaan cemas ,berfikir negatif trs bagaimana cara mengatasi nya dn apakah itu juga bisa disebut trauma?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
3
2

2 komentar

Halo Wahyu Akbar, terima kasih untuk pertanyaannya.


Kami dapat memahami kekhawatiran yang anda alami saat ini, tentunya pengalaman tersebut memberikan trauma tersendiri bagi anda. Kami juga mengapresiasi upaya anda untuk mempertahankan hubungan yang anda jalani.


Adanya kekecewaan atau pengkhianatan dalam sebuah hubungan mudah memicu seseorang kehilangan kepercayaan terhadap pasangan sehingga merasa takut dan sulit untuk membangun rasa kepercayaan tersebut kembali. Kondisi ini perlu segera ditangai secara tepat agar tidak berlarut-larut dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pengalaman dikhianati bisa saja berdampak pada kesedihan dan kekecewaan yang mendalam, apalagi oleh orang terdekat yang dicintai. Setiap orang melewati proses kesedihan, ketakutan, kekecewaan tersebut dengan cara berbeda-beda, sehingga tidak ada batasan tertentu yang dianggap normal untuk menghilangkan perasaan tersebut. Akibat pengalaman tersebut tidak hanya menyebabkan kesedihan yang mendalam, tetapi bisa juga berdampak kepada kondisi psikologis lainnya dan juga kondisi fisik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan selama proses tersebut, yaitu memberikan waktu pada diri sendiri untuk mengakui, memahami dan menerima emosi yang hadir, karena dengan menolak emosi tersebut hanya akan menyebabkan proses berdamai membutuhkan waktu yang lebih lama, atau bahkan malah membuat kondisi diri semakin buruk. Melakukan aktivitas yang produktif dan menyenangkan sebagai bentuk pengalihan agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan tersebut. Anda tetap membuka diri untuk terkoneksi dengan sekitar, karena tanpa disadari akan menyebabkan rasa kesepian.


Untuk membina hubungan sehat dan membangun cinta diperlukan pula membangun pola komunikasi yang sehat dan terbuka. Anda dan pasangan perlu saling mengkomunikasikan kondisi yang anda alami, sehingga dapat saling memahami pula. Selain itu, upayakan untuk dapat saling mendengarkan tanpa menghakimi. Anda dan pasangan juga dapat saling menghargai, serta saling mendukung menjadi versi terbaik diri masing-masing. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena membina hubungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya di salah satu pihak saja. Dengan pola komunikasi tersebut, maka dapat meminimalisir kesalahpahaman yang berlarut-larut.

Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda atau melakukan konseling bersama pasangan ke psikolog jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar tertangani dengan tepat.


2 minggu yang lalu
Suka
Balas
Apa yang Anda rasakan, yaitu kecemasan dan pikiran negatif saat jauh dari pasangan setelah insiden perselingkuhan, sangat wajar dan memang dapat dikategorikan sebagai gejala trauma. Konteks menyebutkan bahwa perselingkuhan dapat menyebabkan sakit hati dan trauma, dengan gejala mirip PTSD seperti emosi tidak stabil, pikiran mengganggu, dan kebingungan. Korban perselingkuhan juga sering mengalami gangguan kecemasan:

Untuk mengatasi kecemasan dan trauma ini, beberapa langkah yang bisa Anda lakukan adalah:

  1. Terima perasaan yang muncul: Izinkan diri Anda merasakan marah, sedih, atau cemas. Ini adalah bagian dari proses penyembuhan.
  2. Belajar mencintai diri sendiri: Fokus pada kebahagiaan pribadi dan jangan menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi. Ingatlah bahwa Anda tidak bersalah atas trauma yang dialami.
  3. Terapkan pola hidup sehat: Rutin berolahraga (seperti aerobik atau yoga) dapat membantu meningkatkan suasana hati. Pastikan juga untuk mengonsumsi makanan bergizi dan cukup istirahat.
  4. Hindari menyendiri terlalu lama: Bangun hubungan dengan orang lain yang Anda percaya untuk merasa tidak sendirian dan mendapatkan dukungan.
  5. Tulis perasaan dalam jurnal: Ini dapat membantu Anda memahami dan mengatasi emosi serta pikiran yang mengganggu.
  6. Cari bantuan profesional: Jika kecemasan dan trauma tidak kunjung membaik atau terasa terlalu berat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Mereka dapat memberikan dukungan dan strategi penanganan yang tepat. Proses pemulihan membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Menghadapi emosi negatif adalah bagian dari proses ini, dan penting untuk tidak memaksakan diri.
3 minggu yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan