Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/04/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Banyak hal yang membuat kerusakan pada paru-paru manusia, dari infeksi, kecelakaan, kanker, dan berbagai penyakit lainnya. Hal tersebut dalam beberapa kasus mengharuskan pasien merelakan satu parunya untuk dibuang.  Dan ternyata manusia bisa loh hidup dengan sebelah paru.

Kisah perempuan yang hidup dengan sebelah paru

Hidup sebelah paru

“Siapa saja bisa terkena kanker paru.”

Itulah pesan dari Amanda Kouri, perempuan 24 tahun asal Manhattan yang menderita kanker paru. Kouri harus hidup dengan sebelah paru karena kanker yang ia derita menggerogi satu parunya hingga harus dibuang.

Siapa pun yang didiagnosa menderita kanker paru pasti akan terkejut. Tapi dalam kasus Kouri, ia merasa hal ini di luar nalarnya. Kouri mengatakan dia adalah tipe yang menjalankan gaya hidup sehat, dari mulai rutin olahraga, konsumsi makanan sehat, dan seratus persen menghindari rokok. 

Tahun 2008 ia mulai merasa sering mengalami masalah pernafasan yang berkembang menjadi pneumonia kambuhan. Enam tahun kemudian, 2014 Kouri mengalami sakit di dada yang luar biasa. Dilansir Medical Daily Today, saat itu Kouri mengalami serangan jantung ringan yang disebabkan oleh tumor di paru-parunya. 

Karena kejadian itu ia mengetahui ada kanker di parunya dan beruntungnya kabar mengejutkan itu datang ketika masih stadium awal. Kankernya masih berdiam hidup di sebelah parunya, belum menyebar ke organ tubuh lainnya.

Atas saran dokter, Kaori memutuskan untuk melakukan pengangkatan pada sebelah paru-parunya. Kaori tidak perlu melakukan transplantasi paru, karena menurut dokter ia tetap bisa hidup dengan sebelah paru yang tersisa. 

“Bisa hidup panjang, sehat dengan hanya sebelah paru,” kata Kaoru.

Bagaimana hidup dengan satu paru?

olahraga untuk kanker paru

Seseorang memang bisa hidup dengan hanya sebelah parunya. 

Satu paru bisa dibuang sepenuhnya dan seseorang masih bisa hidup. Sebelah paru yang diangkat tidak mempengaruhi kehidupan sehari-hari tidak pula memperpendek harapan hidup.

Dengan diangkatnya sebelah paru yang sakit akibat infeksi paru atau kanker maka bisa memberi ruang pada paru sebelahnya untuk mengembang. 

Masa pemulihan setelah melakukan pengangkatan paru mungkin akan memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Aktivitas keseluruhan seseorang setelahnya bakal terbatas selama 1 sampai 2 bulan. Setelah melalui proses pemulihan, orang dengan satu paru dapat mendapatkan lebih kurang 70 persen dari fungsi paru mereka sebelumnya. 

“Seseorang dengan dua paru-paru memiliki banyak fungsi cadangan, jadi jika satu paru diangkat, ia masih dapat berfungsi secara normal, tanpa sesak napas,” ujar ahli paru Pusat Medis Universitas Loyola, Dr. Daniel Dilling seperti dikutip dari Science Daily. 

Walau begitu orang yang hidup dengan sebelah paru-paru tidak bisa berolahraga seberat mereka yang memiliki paru-paru lengkap. Menurut Dilling, saat ini, dokter jarang memutuskan untuk melakukan prosedur pengangkatan paru-paru pada kasus infeksi.

Tetapi abad lalu, prosedur operasi pengangkatan sedikit bagian paru (lobectomy) dan prosedur pengangkatan sebelah paru (pneumonectomy) umum dilakukan.

Pneumonectomy, prosedur operasi pengangkatan satu paru dan alasan dilakukan

Hidup dengan sebelah paru

Pneumonectomy adalah jenis operasi untuk mengangkat salah satu paru-paru. Jenis prosedur ini biasanya dilakukan pada penanganan pasien TBC, kanker, atau kondisi paru lain yang disebabkan infeksi seperti bronkiektasis.

Dilansir John Hopkins Medicine, prosedur kompleks ini membutuhkan ahli bedah dengan banyak keterampilan dan pengalaman teknis.

Manusia memiliki dua bagian paru-paru: kanan dan kiri. Keduanya terhubung ke mulut melalui saluran pernafasan semacam pipa. Melalui pipa ini paru-paru membawa oksigen ke dalam tubuh dan menghilangkan karbon dioksida dari tubuh.

Jika satu paru telah diangkat, maka satu paru lainnya dapat menjalankan tugasnya menyalurkan oksigen dan menghilangkan karbon dioksida dengan cukup baik, kecuali jika paru itu juga sudah sakit.

Dilling menjelaskan, mengangkat sebelah paru meninggalkan rongga di dada, rongga ini secara bertahap diisi dengan cairan berair steril yang tidak menyebabkan masalah.

cara membersihkan paru-paru perokok

Hidup hanya dengan sebelah paru mungkin mempengaruhi kemampuan/performa atlet profesional, di luar itu tidak ada masalah yang signifikan.

“Orang yang hanya memiliki satu paru dapat hidup normal, hidup produktif, tanpa sesak nafas ataupun gejala,” jelas Dilling.

Masalahnya jika seseorang telah mengangkat sebelah parunya, ia tidak lagi memiliki kapasitas cadangan.

Sementara itu, kanker paru-paru adalah alasan paling umum untuk seseorang harus melakukan pneumonectomy dan hidup dengan sebelah paru.

Jika operasi kecil tidak dapat membantu mengangkat kanker dari paru pasien, maka mungkin pneumonectomy kemungkinan dibutuhkan. Berikut penyakit yang dalam beberapa kasus mengharuskan prosedur pneumonectomy.

  • Cedera paru traumatik
  • Tuberkulosis (TBC) paru-paru
  • Infeksi jamur pada paru-paru
  • Bronkiektasis
  • Penyakit paru bawaan
  • Penyumbatan bronkial dengan paru yang hancur
  • Metastasis paru 

Pengangkatan paru-paru saat ini jarang dilakukan karena ahli medis telah menemukan cara penanganan lain. Misalnya untuk pasien TBC yakni perawatan cepat dan agresif dengan antibiotik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengurangi Risiko Kanker Paru, Mulai dengan Berhenti Merokok!

Kebiasaan merokok meningkatkan risiko kanker paru tidak hanya bagi perokok aktif tapi juga orang lain. Simak seperti apa bahaya dan tips mencegahnya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kanker Paru, Health Centers 13/02/2020 . 4 menit baca

7 Cara Efektif Membersihkan Paru-Paru Perokok Pasif

Perokok pasif punya bahaya kesehatan yang sama dengan perokok aktif. Jangan tunda lagi, praktikkan cara membersihkan paru-paru untuk perokok pasif berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/02/2020 . 6 menit baca

Data Prevalensi Kanker Paru di Indonesia, Perokok Kelompok Paling Berisiko

Prevalensi kanker paru di Indonesia semakin meningkat selama 15 tahun terakhir dengan rokok sebagai faktor risiko utamanya. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kanker Paru, Health Centers 11/02/2020 . 5 menit baca

Cara Kerja Pengobatan Imunoterapi pada Pasien Kanker Paru

Imunoterapi dinilai menjadi metode pengobatan masa depan pada pasien kanker paru. Seperti apa kriteria pasien dan cara kerjanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Paru, Health Centers 07/02/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kanker paru dan tbc

Mengenali Perbedaan Antara Gejala Kanker Paru dan TBC (Tuberculosis)

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 4 menit baca
Latihan pernapasan asma

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . 4 menit baca
Paru pasien COVID-19 sembuh

Fungsi Paru Berkurang Setelah Pasien COVID-19 Sembuh, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 18/03/2020 . 4 menit baca
Angka harapan hidup pasien kanker paru

Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 13/02/2020 . 4 menit baca