Waspada, Novel Coronavirus Mungkin Menular Sebelum Gejala Muncul

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Menteri Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, Ma Xiaowei, mengatakan bahwa seseorang bisa terinfeksi novel coronavirus tanpa menunjukkan gejala. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers hari Minggu (27/1) kemarin. Menurutnya, orang-orang yang terinfeksi mungkin saja telah menyebarkan virus tanpa menyadarinya.

Novel coronavirus yang kini tengah merebak di Tiongkok dan belasan negara lainnya telah menginfeksi lebih dari 2.000 orang dan mengakibatkan 80 orang meninggal dunia. Tanpa gejala yang spesifik, penyebaran virus dikhawatirkan dapat bertambah luas.

Mengapa novel coronavirus bisa menyebar tanpa gejala?

bepergian saat coronavirus

Peneliti dari berbagai belahan dunia hingga kini masih berupaya memahami penularan novel coronavirus, terutama terkait gejala yang ditimbulkannya. Pasalnya, infeksi virus berkode 2019-nCoV ini memiliki gejala yang mirip dengan gangguan pernapasan lain.

Infeksi novel coronavirus sebenarnya bukan penyakit tanpa gejala. Dari pengamatan terhadap ratusan pasien, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah melaporkan gejala yang cukup bervariasi, antara lain demam, batuk, dan sesak napas.

Otoritas kesehatan di sejumlah negara kini menjadikan gejala demam sebagai indikator saat melakukan pemeriksaan di pintu masuk negara. Pengunjung yang memiliki panas melebihi 38 derajat celsius akan mendapatkan Health Alert Card dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kendati efektif mencegah penularan virus, cara ini ternyata masih memiliki kekurangan. Novel coronavirus sama seperti virus lainnya yang memiliki masa inkubasi. Masa inkubasi adalah jangka waktu sejak seseorang terinfeksi hingga gejala pertama muncul.

CDC meyakini novel coronavirus memiliki masa inkubasi selama 2-14 hari. Selama masa inkubasi, orang-orang yang terinfeksi akan tampak tanpa gejala. Mereka mungkin menjalani kegiatan seperti biasa tanpa menyadari bahwa tubuhnya membawa virus.

Penularan lebih mudah dicegah jika virus baru menyebar setelah gejala muncul. Inilah yang terjadi pada wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) tahun 2003 lalu. Sebelum virus sempat menular, tenaga medis sudah bisa mendeteksinya karena pasien mengalami kumpulan gejala.

Sebaliknya, ada pula penyakit yang dapat menular selama masa inkubasi, di antaranya flu, cacar, dan kemungkinan infeksi novel coronavirus. Pada kasus seperti ini, pasien tanpa gejala sekalipun mungkin telah menyebarkan virus ke banyak orang sekaligus.

Cara mengantisipasi penularan novel coronavirus

terlalu sering mencuci tangan

Pernyataan Ma Xiaowei terkait penularan 2019-nCoV memang belum dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan setempat. Walau demikian, tidak ada salahnya melakukan upaya antisipasi untuk melindungi diri Anda dan orang-orang terdekat.

Hingga kini pun belum ditemukan vaksin untuk mencegah penularan novel coronavirus. Guna mengantisipasi novel coronavirus yang mungkin menular tanpa gejala, Anda bisa melakukan upaya pencegahan dengan cara berikut:

  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun, paling tidak selama 20 detik.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit atau menunjukkan gejala.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut tanpa mencuci tangan.
  • Menggunakan masker bila bermukim di wilayah berisiko.
  • Menutup mulut menggunakan lengan bagian dalam atau tisu ketika bersin dan batuk. Segera buang tisu yang telah dipakai ke tempat sampah.
  • Tetap di rumah ketika sakit.
  • Membersihkan barang-barang yang sering disentuh.

Infeksi novel coronavirus mungkin muncul tanpa gejala, tapi penyakit ini sebenarnya berdampak buruk pada tubuh penderitanya. Jika Anda merasa mengalami gejala infeksi atau pernah bepergian ke wilayah yang terkena wabah ini, segera periksakan diri Anda ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 28, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 27, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca