5 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Setelah Berhubungan Seks

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebelum bercinta, Anda mungkin melakukan persiapan yang cukup lengkap. Mulai dari membangun suasana, memakai kondom, hingga melakukan pemanasan (foreplay). Hal-hal tersebut memang bisa menunjang kualitas seks yang memuaskan. Lalu, bagaimana dengan setelah Anda berhubungan seks? Apa saja yang Anda lakukan setelah bercinta? Langsung tidur? Hati-hati, setelah bercinta masih ada aturan penting yang tak boleh disepelekan. Jangan sampai ada melakukan kesalahan-kesalahan berikut ini setelah bercinta.

1. Langsung tidur

Setelah sesi intim Anda dan pasangan berakhir, Anda mungkin tergoda untuk langsung tidur. Bercinta memang bisa membuat Anda merasa sangat rileks dan mengantuk. Akan tetapi, usahakan untuk menghabiskan waktu berkualitas dulu bersama pasangan setelah bercinta.

Menghabiskan momen intim bersama dengan pasangan setelah bercinta bisa membuat Anda dan pasangan jadi lebih dekat secara emosional. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior, pasangan yang saling berpelukan dan bermesraan setelah bercinta memiliki kehidupan seksual dan rumah tangga yang lebih memuaskan dibanding pasangan yang langsung tertidur.

2. Mencuci vagina dengan sabun

Banyak wanita langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah bercinta. Hati-hati kalau Anda mencuci vagina dengan sabun mandi atau sabun kewanitaan setelah berhubungan seks. Pasalnya, mencuci vagina setelah seks berisiko tinggi menyebabkan alergi atau iritasi pada vagina.

Jaringan-jaringan pada organ intim Anda akan jadi lebih sensitif setelah bercinta. Ini karena saat berhubungan seks vagina mengalami gesekan dan stimulasi fisik. Sabun kewanitaan yang dijual di pasaran justru semakin mengacaukan keseimbangan bakteri dan kadar keasaman vagina. Jika Anda memang ingin membersihkan diri, cukup basuh dengan air hangat tanpa sabun.

3. Menggunakan tisu basah

Kalau Anda malas pergi kamar mandi untuk membersihkan diri, jangan menggunakan tisu basah pada area penis dan vagina. Bahan-bahan kimia yang ada dalam tisu basah bisa membuat organ intim Anda iritasi. Setelah berhubungan seks, kadar bakteri baik pada vagina dan penis jadi tidak seimbang. Maka, jika ada bahan kimia berbahaya dari tisu basah, keampuhan organ intim Anda dalam melindungi diri jadi berkurang dan Anda lebih rentan mengalami infeksi atau iritasi.

4. Tidur pakai lingerie

Anda mungkin memulai sesi panas bersama pasangan dengan lingerie atau baju tidur intim berbahan dasar sutra atau renda. Namun, setelah bercinta Anda sebaiknya tidak tidur mengenakan lingerie tersebut. Meskipun tampak lebih seksi, kain dari sutra atau renda tidak bisa menyediakan sirkulasi udara yang baik bagi organ intim. Padahal, setelah berhubungan seks vagina akan jadi lebih lembap dan hangat. Kalau semalaman Anda tidur dengan kondisi vagina terlalu lembap, Anda berisiko mengalami infeksi ragi vagina. Sebaiknya ganti lingerie Anda dengan pakaian dalam berbahan katun yang cukup sejuk atau tak perlu menggunakan pakaian dalam sama sekali.

5. Berendam air panas

Berendam air panas setelah bercinta, apalagi bersama pasangan, memang terdengar nikmat. Namun, berendam air panas bisa menyebabkan infeksi vagina. Ini karena setelah penetrasi vagina, vulva dan bibir vagina mengalami pembengkakan. Artinya, vagina jadi lebih terbuka dan mudah terpapar kuman serta bakteri. Berendam bersama pasangan berarti bakteri dari penis lebih mudah berpindah dan masuk ke dalam vagina lewat air yang suhunya cukup tinggi.  

BACA JUGA:

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit