Apakah Ciri-ciri Gay Bisa Dilihat dari Penampilan Fisiknya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika melihat laki-laki bertubuh six pack namun bahasa tubuhnya begitu lemah lembut, apa yang muncul di pikiran Anda? Atau saat teman perempuan Anda yang tomboi memutuskan untuk potong rambut sangat pendek? Mungkin yang terlintas dalam benak Anda adalah orang-orang tersebut gay. Prasangka-prasangka tersebut dikenal dengan istilah gaydar. Namun, benarkah ciri-ciri gay bisa terlihat dari penampilan fisiknya semata? Untuk meluruskan pemahaman masyarakat soal homoseksualitas, simak terus penjelasan berikut.

Apa itu gay?

Gay adalah istilah populer untuk orang-orang homoseksual. Homoseksualitas sendiri yaitu orientasi seksual (ketertarikan secara emosional, seksual, dan intelektual) terhadap sesama jenis. Istilah gay bisa digunakan baik untuk kasus laki-laki dengan laki-laki maupun perempuan dengan perempuan (juga dikenal dengan istilah lesbian). Sementara untuk penyuka lawan jenis, istilah yang sering dipakai adalah straight.

Apa itu gaydar?

Gaydar diambil dari kata gay dan radar. Sederhananya, gaydar adalah kemampuan menebak orientasi seksual seseorang berdasarkan ciri-ciri fisiknya. Ciri-ciri gay yang dimaksud bisa berupa potongan rambut, gaya berpakaian, bentuk tubuh, bahasa tubuh, atau cara berbicara. 

Tebak-tebakan atau prasangka ini muncul dari pemahaman kuno bahwa seorang laki-laki gay pasti bersifat feminin sementara perempuan gay pasti bersifat maskulin atau tomboi. Dari situ, muncullah istilah gaydar. 

Adakah ciri-ciri gay dari penampilan fisik semata?

Pada abad ini, semakin banyak penelitian yang mempelajari homoseksualitas secara objektif. Salah satunya adalah apakah manusia memang memiliki gaydar atau kemampuan menebak orientasi seksual seseorang hanya dari ciri fisiknya. Pada kenyataannya, menurut sejumlah penelitian yang telah dilakukan, tak ada bukti ilmiah yang membenarkan adanya ciri-ciri gay dari penampilan fisiknya.

Penelitian dalam Journal of Sex Research membuktikan bahwa tak ada ciri-ciri gay yang bisa dilihat dari penampilan fisiknya. Dari eksperimen yang dilakukan para ahli tersebut, ratusan peserta diminta untuk menebak orientasi seksual lebih dari 100 laki-laki asing (55 di antaranya gay) hanya melalui foto.

Pada eksperimen kedua, foto tersebut disertai dengan deskripsi singkat soal hobi atau profil orang-orang dalam foto. Namun, tanpa sepengetahuan peserta, deskripsi yang disertakan dalam foto tersebut bersifat asal-asalan. Para peneliti secara acak dan asal mengarang keterangan seperti “Saya hobi belanja” atau “Saya pendukung tim sepak bola A”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para peserta tidak bisa menebak orientasi seksual laki-laki asing dengan benar hanya dari fotonya. Sementara ketika mereka diberikan deksripsi asal-asalan, peserta cenderung menebak orang-orang yang hobi belanja atau pergi ke salon sebagai pria gay, padahal orang itu straight. Sebaliknya, peserta menebak bahwa penggemar sepak bola sudah pasti straight, padahal ternyata orang tersebut gay. Ini membuktikan bahwa dari ciri-ciri fisik semata seperti tinggi badan, bentuk tubuh, atau bentuk wajah, tidak ada perbedaan yang bisa ditebak antara orang-orang straight dan gay. Sementara, perbedaan baru mulai dikenali setelah ada keterangan soal gaya hidup seseorang.

Meluruskan kesalahpahaman soal gay

Tebakan Anda soal orientasi seksual lebih condong pada prasangka atau stereotip masyarakat soal gender (jenis kelamin) dan seksualitas, bukan teori ilmiah. Pada zaman dahulu, masyarakat belum mehamami bahwa gender dan seksualitas bukanlah dua kutub yang tidak dapat dicampur-campur. Padahal, gender dan seksualitas adalah konsep yang sangat rumit dan luwes.

Maksudnya, seorang pria yang menyukai sesama pria belum tentu memiliki sifat feminin seperti gemar membentuk tubuh di gym atau belanja. Begitu juga dengan wanita gay tak selalu tomboi atau cuek soal penampilannya. Gaya hidup atau ekspresi seseorang tidak bisa digunakan sebagai standar atau radar untuk menebak orientasi seksualnya.

Apa artinya bagi komunitas LGBTQ+ dan masyarakat luas?

Dari berbagai penelitian ilmiah yang sudah dilakukan, masyarakat seharusnya bisa lebih memahami bahwa konsep gender dan orientasi seksual tidak bersifat mutlak dan biner. Maka, satu-satunya cara untuk menebak orientasi seksual seseorang adalah dengan mengenal orang tersebut secara mendalam, atau jika orang tersebut bercerita pada Anda secara blak-blakan bahwa ia gay.

Tanpa Anda sadari, mengkotak-kotakan orang tertentu yang belum Anda kenal dengan sangat baik bisa membuat pikiran semakin tertutup. Jika tak memahami batasannya, bisa-bisa kebiasaan tersebut mengarah pada penindasan (bullying) baik secara verbal, fisik,  psikologis, atau dengan cara mengucilkan.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kuku, mulai dari penampakannya yang aneh atau sekadar mudah patah, bisa berarti ada masalah juga pada kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit
menguji keperawanan wanita

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit