home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apakah Ciri-ciri Gay Bisa Dilihat dari Penampilan Fisiknya?

Apakah Ciri-ciri Gay Bisa Dilihat dari Penampilan Fisiknya?

Terdapat prasangka yang berkembang di masyarakat terhadap gay. Prasangka ini dikenal juga dengan istilah gaydar yang membentuk stereotip gay berdasarkan ciri-ciri tertentu. Sebagai contoh, laki-laki bertubuh six pack tapi memiliki bahasa tubuh yang lemah lembut atau perempuan berpenampilan maskulin dengan potongan rambut hampir plontos.

Stereotip yang didasarkan pada penampilan fisik ini bisa memberikan pemahaman yang keliru mengenai istilah gay dan LGBT. Jadi, bisakah ciri-ciri fisik menentukan seseorang sebagai gay?

Apa itu gay dan gaydar?

Gay adalah istilah populer untuk orang-orang homoseksual yaitu orientasi seksual terhadap sesama gender. Orientasi seksual ini bisa berupa ketertarikan secara seksual, emosional, dan intelektual. Gender sendiri diartikan sebagai ekspresi identitas seseorang terlepas dari jenis kelaminnya.

Istilah gay bisa digunakan baik untuk laki-laki yang tertarik dengan sesama laki-laki maupun perempuan dengan sesama perempuan (juga dikenal dengan istilah lesbian). Sementara untuk penyuka lawan jenis, istilah yang sering dipakai adalah straight.

Sementara itu, gaydar diambil dari kata gay dan radar. Sederhananya, gaydar adalah prasangka terhadap orientasi seksual seseorang berdasarkan ciri-ciri fisik dan perilakunya.

Ciri-ciri gay yang dimaksud bisa berupa potongan rambut, gaya berpakaian, bentuk tubuh, bahasa tubuh, atau cara berbicara.

Prasangka ini muncul dari stereotip bahwa seorang laki-laki gay pasti bersifat feminin sementara perempuan gay pasti bersifat maskulin atau tomboi.

Bisakah ciri-ciri gay diketahui dari penampilan fisik?

pasangan lesbian

Pada abad ini, semakin banyak penelitian yang mempelajari homoseksualitas secara objektif. Salah satunya adalah apakah manusia memang memiliki gaydar atau kemampuan menebak orientasi seksual seseorang hanya dari ciri fisiknya.

Pada kenyataannya, menurut sejumlah penelitian yang telah dilakukan, tak ada bukti ilmiah yang membenarkan adanya ciri-ciri gay dari penampilan fisiknya.

Penelitian dalam Journal of Sex Research membuktikan bahwa tak ada ciri-ciri gay yang bisa dilihat dari penampilan fisiknya.

Dari eksperimen yang dilakukan para ahli tersebut, ratusan peserta diminta untuk menebak orientasi seksual lebih dari 100 laki-laki asing (55 di antaranya gay) hanya melalui foto.

Pada eksperimen kedua, foto tersebut disertai dengan deskripsi singkat soal hobi atau profil orang-orang dalam foto.

Namun, tanpa sepengetahuan peserta, deskripsi yang disertakan dalam foto tersebut bersifat asal-asalan. Para peneliti secara acak dan asal mengarang keterangan seperti “Saya hobi belanja” atau “Saya pendukung tim sepak bola A”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para peserta tidak bisa menebak orientasi seksual laki-laki asing dengan benar hanya dari fotonya.

Sementara ketika mereka diberikan deskripsi asal-asalan, peserta cenderung menebak orang-orang yang hobi belanja atau pergi ke salon sebagai pria gay, padahal orang itu straight (heteroseksual).

Sebaliknya, peserta menebak bahwa penggemar sepak bola sudah pasti straight, padahal ternyata orang tersebut gay.

Ini membuktikan bahwa dari ciri-ciri fisik semata seperti tinggi badan, bentuk tubuh, atau bentuk wajah tidak bisa membedakan antara orang-orang straight dan gay.

Meluruskan kesalahpahaman soal ciri-ciri gay

Tebakan seseorang pada orientasi seksual orang lain kerap bersifat bias (tidak objektif) karena dipengaruhi oleh stereotip tentang gender dan seksualitas yang dikaitkan dengan sifat maskulin dan feminin.

Stereotip tersebut merujuk pada laki-laki harus menunjukkan sifat maskulin (kuat, tegas, dan tidak emosional), sedangkan perempuan harus bersikap feminin (lemah-lembut, emosional, dan keibuan). Jika tidak demikian, lantas terdapat penyimpangan dalam perilaku dan orientasi seksualnya.

Itulah prasangka umum yang berkembang di masyarakat yang belum sepenuhnya memahami konsep gender dan seksualitas.

Nyatanya, seorang pria gay yang gemar membentuk otot tubuh belum tentu memiliki ciri-ciri wanita feminin seperti berperilaku lemah lembut dan suka berbelanja. Begitu pun dengan wanita gay tak selalu tomboi atau cuek soal penampilannya.

Gaya hidup atau penampilan seseorang tidak bisa digunakan sebagai tolak ukur untuk menentukan orientasi seksualnya.

Apa artinya bagi komunitas LGBTQ+ dan masyarakat luas?

LGBT

Dari berbagai penelitian ilmiah yang sudah dilakukan, masyarakat seharusnya tidak dengan mudah melabeli orang lain sebagai gay hanya dari ciri-ciri atau stereotip tertentu.

Satu-satunya cara untuk mengetahui orientasi seksual seseorang adalah dengan mengenal orang tersebut secara mendalam, atau saat dia mengungkapkan identitas seksualnya kepada Anda.

Tanpa Anda sadari, mengkotak-kotakan orang tertentu yang belum Anda kenal dengan sangat baik bisa membuat pikiran semakin tertutup.

Jika tak memahami batasannya, kebiasaan tersebut bisa mengarah pada diskriminasi (xenophobia) atau perundungan (bullying) terhadap orang lain.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cox, W., et. al. (2021). Inferences About Sexual Orientation: The Roles of Stereotypes, Faces, and The Gaydar Myth. The Journal Of Sex Research. Retrieved from https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/00224499.2015.1015714

The Trevor Project. (2021). Handbook for LGBTQ Young People. Retrieved 15 June 2021, from https://www.thetrevorproject.org/wp-content/uploads/2019/10/Coming-Out-Handbook.pdf

Association for Psychological Science. (2021). Answers to your questions for a better understanding of sexual orientation and homosexuality. Retrieved 14 June 2021, fromhttps://www.apa.org/topics/lgbtq/orientation

NHS UK. (2018). Am I gay, lesbian or bisexual?. Retrieved 15 June 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/am-i-gay-lesbian-or-bisexual/

University of Washington. (2021). Thinking of coming out?. Retrieved 15 June 2021, from https://www.washington.edu/counseling/thinking-of-coming-out/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.