home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Ciri-ciri Gay Bisa Dilihat dari Penampilan Fisiknya?

Apakah Ciri-ciri Gay Bisa Dilihat dari Penampilan Fisiknya?

Ketika melihat laki-laki bertubuh six pack namun bahasa tubuhnya begitu lemah lembut, apa yang muncul di pikiran Anda? Atau saat teman perempuan Anda yang tomboi memutuskan untuk potong rambut sangat pendek? Mungkin yang terlintas dalam benak Anda adalah orang-orang tersebut gay. Prasangka-prasangka tersebut dikenal dengan istilah gaydar. Namun, benarkah ciri-ciri gay bisa terlihat dari penampilan fisiknya semata? Untuk meluruskan pemahaman masyarakat soal homoseksualitas, simak terus penjelasan berikut.

Apa itu gay?

Gay adalah istilah populer untuk orang-orang homoseksual. Homoseksualitas sendiri yaitu orientasi seksual (ketertarikan secara emosional, seksual, dan intelektual) terhadap sesama jenis. Istilah gay bisa digunakan baik untuk kasus laki-laki dengan laki-laki maupun perempuan dengan perempuan (juga dikenal dengan istilah lesbian). Sementara untuk penyuka lawan jenis, istilah yang sering dipakai adalah straight.

Apa itu gaydar?

Gaydar diambil dari kata gay dan radar. Sederhananya, gaydar adalah kemampuan menebak orientasi seksual seseorang berdasarkan ciri-ciri fisiknya. Ciri-ciri gay yang dimaksud bisa berupa potongan rambut, gaya berpakaian, bentuk tubuh, bahasa tubuh, atau cara berbicara.

Tebak-tebakan atau prasangka ini muncul dari pemahaman kuno bahwa seorang laki-laki gay pasti bersifat feminin sementara perempuan gay pasti bersifat maskulin atau tomboi. Dari situ, muncullah istilah gaydar.

Adakah ciri-ciri gay dari penampilan fisik semata?

Pada abad ini, semakin banyak penelitian yang mempelajari homoseksualitas secara objektif. Salah satunya adalah apakah manusia memang memiliki gaydar atau kemampuan menebak orientasi seksual seseorang hanya dari ciri fisiknya. Pada kenyataannya, menurut sejumlah penelitian yang telah dilakukan, tak ada bukti ilmiah yang membenarkan adanya ciri-ciri gay dari penampilan fisiknya.

Penelitian dalam Journal of Sex Research membuktikan bahwa tak ada ciri-ciri gay yang bisa dilihat dari penampilan fisiknya. Dari eksperimen yang dilakukan para ahli tersebut, ratusan peserta diminta untuk menebak orientasi seksual lebih dari 100 laki-laki asing (55 di antaranya gay) hanya melalui foto.

Pada eksperimen kedua, foto tersebut disertai dengan deskripsi singkat soal hobi atau profil orang-orang dalam foto. Namun, tanpa sepengetahuan peserta, deskripsi yang disertakan dalam foto tersebut bersifat asal-asalan. Para peneliti secara acak dan asal mengarang keterangan seperti “Saya hobi belanja” atau “Saya pendukung tim sepak bola A”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para peserta tidak bisa menebak orientasi seksual laki-laki asing dengan benar hanya dari fotonya. Sementara ketika mereka diberikan deksripsi asal-asalan, peserta cenderung menebak orang-orang yang hobi belanja atau pergi ke salon sebagai pria gay, padahal orang itu straight. Sebaliknya, peserta menebak bahwa penggemar sepak bola sudah pasti straight, padahal ternyata orang tersebut gay. Ini membuktikan bahwa dari ciri-ciri fisik semata seperti tinggi badan, bentuk tubuh, atau bentuk wajah, tidak ada perbedaan yang bisa ditebak antara orang-orang straight dan gay. Sementara, perbedaan baru mulai dikenali setelah ada keterangan soal gaya hidup seseorang.

Meluruskan kesalahpahaman soal gay

Tebakan Anda soal orientasi seksual lebih condong pada prasangka atau stereotip masyarakat soal gender (jenis kelamin) dan seksualitas, bukan teori ilmiah. Pada zaman dahulu, masyarakat belum mehamami bahwa gender dan seksualitas bukanlah dua kutub yang tidak dapat dicampur-campur. Padahal, gender dan seksualitas adalah konsep yang sangat rumit dan luwes.

Maksudnya, seorang pria yang menyukai sesama pria belum tentu memiliki sifat feminin seperti gemar membentuk tubuh di gym atau belanja. Begitu juga dengan wanita gay tak selalu tomboi atau cuek soal penampilannya. Gaya hidup atau ekspresi seseorang tidak bisa digunakan sebagai standar atau radar untuk menebak orientasi seksualnya.

Apa artinya bagi komunitas LGBTQ+ dan masyarakat luas?

Dari berbagai penelitian ilmiah yang sudah dilakukan, masyarakat seharusnya bisa lebih memahami bahwa konsep gender dan orientasi seksual tidak bersifat mutlak dan biner. Maka, satu-satunya cara untuk menebak orientasi seksual seseorang adalah dengan mengenal orang tersebut secara mendalam, atau jika orang tersebut bercerita pada Anda secara blak-blakan bahwa ia gay.

Tanpa Anda sadari, mengkotak-kotakan orang tertentu yang belum Anda kenal dengan sangat baik bisa membuat pikiran semakin tertutup. Jika tak memahami batasannya, bisa-bisa kebiasaan tersebut mengarah pada penindasan (bullying) baik secara verbal, fisik, psikologis, atau dengan cara mengucilkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is Gaydar Real? http://www.huffingtonpost.com/entry/is-gaydar-real_us_55ef1589e4b002d5c076c86f Diakses pada 3 Februari 2017.

Study Finds There Is No Such Thing As ‘Gaydar’. http://www.sciencealert.com/study-finds-there-is-no-such-thing-as-gaydar Diakses pada 3 Februari 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 06/02/2017
x