3 Jenis Makanan yang Wajib Ada Setiap Hari untuk Pengidap Hepatitis C

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Hepatitis C adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus. Selain teratur berobat untuk mencegah komplikasi serius, Anda juga perlu lebih berhati-hati dalam memilih makanan sehari-hari. Beberapa makanan bisa merusak fungsi hati sehingga berisiko memperburuk kondisi Anda. Lalu, apa saja pilihan makanan untuk hepatitis yang harus dikonsumsi setiap harinya?

Daftar rekomendasi makanan untuk hepatitis yang baik dikonsumsi setiap hari

1. Sayur dan buah

Hepatitis C bisa melemahkan daya tahan tubuh. Itu sebabnya buah dan sayuran harus ada dalam menu makan harian orang yang sakit hepatitis. Buah dan sayuran kaya akan asam folat, vitamin A, vitamin C, dan vitamin B kompleks yang sangat penting untuk kelancaran metabolisme tubuh sehingga bisa mendukung organ hati tetap berfungsi baik. Sayuran dan buah juga bisa membantu mengurangi kandungan asam lemak di hati yang membantu meningkatkan kondisi pengidap hepatitis C.

Orang dengan hepatitis C disarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah segar minimal 5 porsi dalam sehari. Anda bisa membagi-bagi porsi ini untuk setiap beberapa jam sekali. Misalnya, satu porsi sayur dan buah saat sarapan, setelah makan siang, saat ngemil sore, saat makan malam, dan camilan sebelum tidur.

Makanlah beragam sayur dan buah dengan warna yang berbeda-beda. Semakin beragam, semakin baik. Pastikan buah dan sayur yang Anda pilih adalah yang segar, bukan yang kalengan atau yang dibekukan, agar kandungan gizinya tetap optimal.

2. Protein rendah lemak

Makanan untuk penderita hepatitis lainnya yang tak kalah penting adalah protein. Makanan tinggi protein membantu memperbaiki dan mengganti sel hati yang rusak karena peradangan akibat serangan virus hepatitis C.

Pilihlah sumber makanan protein yang rendah lemak seperti:

  • Ikan
  • Ayam tanpa kulit
  • Seafood
  • Kacang
  • Telur
  • Kacang kedelai dan produk kedelai (tahu, tempe, atau sari kedelai)

Susu dan produk susu seperti yogurt dan keju juga bisa menjadi pilihan sumber protein yang baik. Terlebih, susu juga tinggi kalsium yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Jumlah protein yang harus dimakan dalam sehari tergantung dengan usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik Anda. Kebutuhan protein per orangan bisa mencapai hingga 2 gram per kilogram berat badan. Namun jika Anda sudah sampai mengidap sirosis hati, maka asupan protein harian Anda harus ditingkatkan untuk menekan risiko penurunan masa otot dan terjadinya penumpukan cairan. Meski begitu, diskusikan dulu dengan dokter untuk mengukur seberapa tepatnya asupan protein harian Anda.

3. Karbohidrat kompleks

Makanan untuk hepatitis harus yang tinggi karbohidrat untuk membantu meningkatkan energi, tapi jangan sembarang pilih sumber karbohidratnya.

Hindari berlebihan makan karbohidrat sederhana seperti roti putih, minuman manis, soda, permen, dan segala macam jenis kue. Karbohidrat sederhana bisa melonjakkan gula darah dan menjatuhkannya kembali dalam waktu singkat, membuat Anda cepat merasa lemas dan lesu. Terlebih, terlalu banyak gula dalam aliran darah bisa meningkatkan risiko resistensi insulin yang memicu diabetes tipe 2 pada orang-orang pengidap hepatitis kronis.

Sumber karbohidrat yang tepat sebagai makanan untuk penderita hepatitis C adalah karbohidrat kompleks, seperti:

  • Nasi merah
  • Nasi cokelat
  • Oat (havermut alias gandum utuh)
  • Kentang
  • Jagung
  • Ubi jalar

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Penting Vitamin B6 (Piridoksin), Plus Sumber Makanan Terbaiknya

Vitamin B6 (piridoksin) berguna untuk tubuh. Kenali manfaat vitamin B6 dan sumber makanan terbaiknya dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Fakta Gizi, Nutrisi 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Gejala Hepatitis yang Perlu Dikenali Sebelum Terlambat

Tidak semua orang terinfeksi hepatitis akan menunjukkan gejala, walau kadang bisa muncul mirip flu. Kenali gejala hepatitis sebelum terlambat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Hati Anda

Hati-hati karena obat yang dijual bebas dapat menjadi racun bagi hati. Simak cara udah menjaga kesehatan hati berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Perlukah Orang Tua Lanjut Usia Minum Vitamin untuk Tulang? Ini Jawabannya

Vitamin D dan kalsium memang bisa dipenuhi lewat suplemen. Akan tetapi, apakah orang tua perlu minum vitamin untuk tulang ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 29 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda dan gejala sakit liver

9 Gejala Sakit Liver yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
mie instan atau nasi

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Daftar pantangan makanan untuk pengidap hepatitis

7 Pantangan Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Pengidap Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
cara penularan hepatitis a

Hindari Berbagai Cara dan Risiko Penularan Hepatitis A Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit