3 Hal yang Perlu Dipikirkan Sebelum Anda Memutuskan Disteril

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sterilisasi seperti vasektomi atau tubektomi adalah alat kontrasepsi yang bersifat permanen. Jika Anda sudah disteril, Anda tidak harus khawatir lagi dengan kehamilan yang tidak direncanakan. Anda juga dapat melakukan hubungan seksual kapan pun dan di mana pun, sesuai yang Anda inginkan. Prosedur sterilisasi ini sekitar 98-99,8% efektif, tergantung kepada metodenya. KB permanen lebih efektif daripada metode pengendali kehamilan biasa, khususnya metode penghalang seperti kondom dan diafragma. Tetapi, sebelum Anda merencanakan untuk melakukan metode KB permanen, ada baiknya untuk melihat berbagai informasi berikut ini.

Yang perlu Anda lakukan sebelum memutuskan untuk disteril

Sterilisasi adalah bentuk permanen dari kontrasepsi yang sangat efektif untuk mencegah kehamilan. Namun, itu akan sulit untuk dikembalikan lagi ke kondisi semula jika Anda tiba-tiba berubah pikiran. Selain itu, KB permanen ini tidak melindungi Anda dari penyakit kelamin. Baik pria maupun wanita dapat disterilkan. Inilah beberapa hal yang harus Anda lakukan sebelum melakukan metode kontrasepsi permanen ini:

1.  Berbicara dengan ahli kesehatan

Menentukan apakah Anda siap untuk menjalani sterilisasi adalah sebuah keputusan yang penting. Dari mayoritas wanita yang telah disurvei tertarik disteril, hanya kurang dari seperempat wanita yang telah membahas topik tersebut dengan ahli kesehatan. Bagi Anda yang belum melakukannya, berikut adalah beberapa tips untuk berbicara dengan ahli kesehatan Anda:

  • Saat membuat janji dengan dokter, beri tahu bahwa Anda ingin berdiskusi tentang pilihan alat kontrasepsi permanen, sehingga Anda memiliki cukup waktu untuk berdiskusi tentang itu.
  • Bawalah daftar pertanyaan untuk pertemuan Anda dengan dokter, agar dapat memandu percakapan.
  • Biarkan dokter Anda tahu apa yang paling penting bagi Anda ketika mendengar pilihan Anda.
  • Catatlah tanggapan dokter.
  • Jika Anda tidak memahami tanggapan dokter Anda, teruslah mengajukan pertanyaan hingga Anda mengerti.
  • Tanyakan kepada dokter untuk menuliskan informasi atau memberikan informasi fisik yang dapat Anda bawa pulang.

2. Apakah sterilisasi merupakan pilihan Anda?

Kesiapan Anda untuk disteril akan banyak bergantung pada keadaan kehidupan Anda. Berikut adalah beberapa pertanyaan untuk merenungkan pilihan Anda:

  • Apakah saya tidak ingin memiliki anak lagi?
  • Apakah saya ingin menjalani sterilisasi?
  • Apakah saya akan puas dengan efektivitas alat kontrasepsi ini?
  • Apakah saya terus-menerus khawatir dengan kehamilan yang tidak diinginkan?
  • Apakah saya nyaman menggunakan pil KB?
  • Apakah saya menginginkan alat kontrasepsi yang tidak membuat saya khawatir lagi?
  • Apakah pasangan saya yakin bahwa dia tidak menginginkan kehamilan di masa depan?
  • Apakah saya mempertimbangkan ini hanya karena pasangan saya menginginkannya?
  • Jika keadaan berubah, misalnya status perkawinan saya, apakah mungkin saya akan menginginkan kehamilan?
  • Apakah saya memiliki masalah medis yang membuat kehamilan tidak aman?
  • Apakah saya telah membahas semua keputusan saya dengan ahli kesehatan?

3. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda sudah tidak ingin memiliki anak?

Wanita mempertimbangkan banyak faktor ketika membuat keputusan tentang tidak ingin memiliki anak. Usia merupakan faktor yang paling sering masuk ke dalam keputusan, diikuti oleh situasi keuangan dan jumlah anak yang diinginkan. Terlebih lagi, sebagian besar perempuan yang disurvei menyatakan kepuasan atau kebahagiaan mengenai keputusan yang telah dibuat. Hanya 9% yang merasa menyesal, dan itu sering kali dikaitkan dengan masalah kehidupan mereka. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan apa yang terjadi dalam hidup Anda ketika Anda telah memiliki keputusan. Beberapa hal yang mungkin terjadi ketika Anda menunda keputusan KB ini dapat mencakup sebagai berikut:

  • Jika Anda masih muda, Anda mungkin memutuskan untuk memiliki anak lagi di masa depan. Ingatlah bahwa sterilisasi itu tidak dapat dikembalikan lagi.
  • Jika Anda baru saja bercerai atau dalam pernikahan yang tidak stabil, hindari membuat suatu keputusan besar selama waktu paling memusingkan ini.
  • Jika keadaan hidup Anda berubah. Faktor yang paling umum terkait dengan penyesalan adalah perubahan status perkawinan.
  • Jika Anda baru saja melahirkan. Selama waktu ini, Anda bisa merasakan banyak hal yang berbeda, yang dapat mengubah keputusan Anda beberapa bulan ke depan.

Jika Anda mengalami kesulitan untuk mengendalikan pikiran Anda, pertimbangkanlah untuk konseling, baik sendiri atau dengan pasangan Anda. Berbicara mengenai masalah Anda akan sangat membantu.

 

BACA JUGA:

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Impoten (Disfungsi Ereksi)

Impoten (disfungsi ereksi) adalah ketika Anda tidak bisa ereksi secara optimal untuk berhubungan seks. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Impotensi 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Kopi untuk Kemampuan Seks, Bermanfaat atau Sebaliknya?

Anda mungkin sudah sering minum kopi untuk menyegarkan pikiran. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata ada manfaat kopi untuk seks?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 30 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Psstt… Curhat ke Psikolog Bisa Membantu Mengatasi Masalah Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini bisa disebabkan oleh faktor-faktor psikologis. Jadi terapi dengan psikolog akan membantu mengatasi ejakulasi dini. Begini langkah-langkahnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Impotensi 26 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Priapismus

Penderita priapismus akan mengalami ereksi berkepanjangan selama berjam-jam tanpa kehendaknya sendiri. Mengapa itu bisa terjadi? Bisakah disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
setelah seks

4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Trikomoniasis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ejakulasi dini

Ejakulasi Dini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit