Dexamethasone Suppression Test

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu dexamethasone suppression test?

Dexamethasone suppression test akan mengukur apakah proses sekresi hormon adrenokortikotropik (ACTH) oleh kelenjar pituitary dapat ditekan. Tes medis ini memeriksa suatu penyakit dimana kelenjar adrenalin memproduksi kortisol dalam jumlah besar (Cushing’s syndrome).

Kapan saya harus menjalani dexamethasone suppression test?

Tes medis ini dilakukan saat dokter mencurigai tubuh Anda telah memproduksi kortisol melebihi batas normal. Tes ini dilakukan untuk membantu mendiagnosis gejala sindrom Cushing dan mengidentifikasi penyebabnya. Tes berdosis rendah akan menunjukkan apakah tubuh Anda memproduksi ACTH berlebih. Sedangkan tes berdosis tinggi akan membantu menentukan apakah masalah tersebut berakar dari kelenjar pituitary. Dexamethasone adalah steroid buatan (sintetis) yang mirip dengan kortisol. Steroid jenis ini berfungsi mengurangi laju pelepasan ACTH pada seseorang yang normal. Pengonsumsian dexamethasone akan berujung pada pengurangan jumlah ACTH dan penurunan tingkat kortisol dalam tubuh.

Jika kelenjar pituitary memproduksi ACTH berlebih, Anda akan bereaksi abnormal terhadap tes dosis rendah. Tetapi, Anda dapat memeriksakan respon normal pada hasil tes dosis tinggi.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani dexamethasone suppression test?

Seperti tes darah pada umumnya, terdapat risiko minim akan timbulnya lebam ringan pada area suntikan. Pada kasus langka, pembuluh darah akan membengkak setelah sampel darah diambil. Kondisi ini, disebut pheblitis, dapat ditangani dengan kompres hangat beberapa kali sehari. Perdarahan yang berlanjut dapat menjadi masalah jika Anda menderita gangguan perdarahan atau sedang menggunakan obat pengencer darah seperti warfarin (Coumadin) atau aspirin.

Beberapa dokter mengestimasi bahwa tes urin 24 jam bebas kortisol akan lebih akurat dibandingkan dengan tes supresi dexamethasone semalaman penuh. Tes urin 24 jam bebas kortisol digunakan untuk mencari tanda-tanda sindrom Cushing. Lebih lanjut, lihat topik Cortisol dalam Urin. Tes hormon adrenokortikotropik (ACTH) mungkin dilakukan di waktu yang bersamaan dengan uji kortisol.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani dexamethasone suppression test?

Anda akan diminta untuk tidak makan dan minum apapun selama 10 – 12 jam sebelum hari-H prosedur.

Beberapa obat-obatan dapat memengaruhi hasil tes. Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda mengenai obat-obatan resep dan nonresep yang Anda konsumsi. Anda mungkin akan diminta untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu (pil kontrasepsi,aspirin, morfin, methadone, litium, monoamine oxidase inhibitors [MAOIs], dan diuretik) dalam 24 – 48 jam sebelum pengambilan sampel darah.

Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan kebutuhan selama tes, risiko yang mungkin dihadapi, prosedur tes, atau hasil yang mungkin didapat, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Bagaimana proses dexamethasone suppression test?

Malam sebelum pengambilan sampel (biasanya pukul 11 siang), Anda akan meminum pil yang mengandung 1 mg dexamethasone. Pagi harinya, biasanya pukul 8 pagi, petugas medis akan mengambil sampel darah Anda. Tenggak pil dengan susu atau antasid untuk mencegah maag.

Saat pengambilan darah, petugas medis akan:

  • melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh
  • membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol
  • menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum.
  • memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah
  • melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup
  • menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik, setelah selesai disuntik
  • memberi tekanan pada bagian tersebut dan kemudian memasang perban

Terkadang, tes supresi dexamthasone ekstensif dapat dilakukan. Khusus untuk tes ini, Anda akan mengonsumsi 8 pil dalam 2 hari dan kemudian petugas medis akan mengukur kadar kortisol dalam darah dan urin Anda.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani dexamethasone suppression test?

Anda dapat langsung kembali ke rumah setelah prosedur ini. Anda mungkin tidak akan merasakan apapun dari jarum suntik, kecuali rasa tersengat ringan saat jarum dimasukkan ke dalam pembuluh. Hasil tes umumnya dapat diambil dalam beberapa hari setelahnya. Hasil tes abnormal berpeluang untuk mendapatkan rangkaian tes lanjutan atas saran dokter Anda, untuk mengidentifikasi sindrom Cushing. Hasil tes normal berarti Anda tidak terjangkit sindrom Cushing.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil normal

Hasil normal akan menunjukkan kadar kortisol dalam tubuh kurang dari 5 mcg/dL atau kurang dari 138 nanomole per liter (nmol/L).

Hasil abnormal

Hasil abnormal akan menunjukkan:

      • kadar kortisol lebih dari batas normal, yang menunjukkan bahwa Anda memiliki sindrom Cushing.
      • masalah kesehatan lainnya, seperti potensi serangan jantung atau gagal jantung, demam, pola makan buruk, hipertiroid, depresi, anoreksia nervosa, diabetes tidak terkontrol, atau ketergantungan alcohol
      • kanker yang memproduksi ACTH, seperti kanker paru-paru

Tergantung pada laboratorium pilihan Anda, jangkauan normal uji kreatinin dapat bervariasi. Diskusikan pertanyaan yang Anda miliki seputar hasil tes kesehatan Anda kepada dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Cara Menjaga Kesehatan Tenggorokan untuk Jalani Hari yang Lebih Aktif

Menjaga kesehatan tenggorokan penting dilakukan di masa pandemi. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk menjaga kesehatan tenggorokan.

Ditulis oleh: Nadhila Erin
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Alasan Mengapa Radang Tenggorokan Itu Tanda Sistem Imun yang Lemah

Ketahui alasan mengapa radang tenggorokan bisa menjadi salah satu tanda yang menunjukan bahwa sistem imun Anda sedang lemah dan tidak bekerja optimal.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Hal Wajib yang Anda Bersihkan setelah Berhubungan Intim

Membersihkan Miss V setelah berhubungan intim penting, tetapi jangan lupa untuk menjaga kebersihan hal lainnya. Misalnya, sex toy juga perlu dibersihkan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesehatan Seksual, Tips Seks 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat peterseli

Kaya Antioksidan dan Penuh Nutrisi, Inilah 5 Manfaat Peterseli

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
merawat kaki pecah-pecah

Merawat Kaki Pecah-Pecah Agar Kembali Mulus, Ini Caranya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
hypertrichosis, hipertrikosi, werewolf syndrom

Hipertrikosis, Kelainan Langka yang Membuat Sekujur Tubuh Ditumbuhi Bulu Lebat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
makanan yang tidak boleh dimakan saat perut kosong

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit