home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Jemaah Haji Tetap Sehat dan Bugar Selama di Pesawat

Tips Jemaah Haji Tetap Sehat dan Bugar Selama di Pesawat

Perjalanan di pesawat menuju Tanah Suci menempuh waktu selama sembilan jam. Maka itu, jemaah haji perlu menerapkan tips sehat saat melakukan perjalanan udara jarak jauh. Karena perjalanan tidak singkat, maka jemaah perlu tetap prima selama penerbangan panjang. Simak tips bugar perjalanan jarak jauh menuju Tanah Suci berikut ini.

Kondisi di pesawat yang perlu Anda ketahui

Tidak hanya sebelum berangkat haji, tetapi kesehatan juga perlu dijaga selama Anda dalam perjalanan di pesawat. Bila tidak enak badan menyerang, tentu Anda jadi kurang nyaman selama menjalani ibadah haji.

Berada di kabin selama 9 jam, berarti Anda akan berada di lingkungan yang sama dengan kondisi udara yang sama. Di kabin, tekanan udara juga menantang sistem pernapasan Anda untuk menghirup udara dengan kadar oksigen yang terbatas.

Selain itu, kelembapan udara di pesawat cenderung rendah, hanya sekitar 25%. Sementara itu, di lingkungan normal seperti di rumah, kelembapan udara mencapai 35%. Pada kondisi kelembapan udara normal ini memudahkan Anda untuk bernapas.

Selain kondisi udara yang lembap, aktivitas fisik juga berkurang karena ruang gerak yang sempit. Banyak orang yang menghabiskan waktunya duduk selama perjalanan udara jarak jauh.

Masalah yang sering dihadapi adalah terjadinya gumpalan pembuluh darah vena pada kaki atau dikenal dengan istilah medis deep vein thrombosis (DVT). Mobilitas yang rendah saat di pesawat dan ruang kaki yang sempit, cenderung memicu DVT.

Meski ini jadi tantangan untuk tetap bugar di pesawat, cobalah lakukan tips sehat jemaah haji di pesawat.

Tips sehat dan bugar jemaah haji di pesawat

Pastinya Anda harus datang dalam kondisi bugar untuk menjalani serangkaian ibadah di Tanah Suci. Simak tips berikut agar tetap sehat bugar selama perjalanan di pesawat untuk jemaah haji.

1. Tetap minum air putih yang banyak

Jangan lupa menjaga diri tetap terhidrasi dengan minum banyak air putih. Setidaknya setiap jam Anda perlu minum segelas air putih. Ingatkan diri dan keluarga untuk minum banyak air putih untuk mencegah kelelahan.

2. Tetap aktif bergerak, sebagai tips sehat jemaah haji di pesawat

Lakukan peregangan dan pijatan di area kaki. Agar peredaran darah lancar, Anda bisa memijat betis dengan cara menggerak-gerakkan kaki ke lantai (tapping), sehingga menciptakan pergerakan pada area betis, paha, tulang kering, dan pinggul.

Gerakan kaki yang bisa Anda lakukan dengan memutar pergelangan kaki, setelahnya menekan sedikit ujung jari kaki ke lantai (seperti posisi berjinjit), bergantian dengan tumit. Anda juga bisa melakukan peregangan ringan seperti memutar leher dan pundak secara perlahan.

Untuk menghindari DVT, tips sehat selanjutnya saat melakukan perjalanan jauh berangkat haji adalah dengan aktif bergerak. Anda bisa sekadar mondar-mandir di lorong pesawat untuk menjaga aktivitas fisik.

3. Jangan lupa konsumsi suplemen daya tahan tubuh

Saat di pesawat, jangan lupa konsumsi suplemen daya tahan tubuh yang mengandung vitamin C, vitamin D, dan zinc dalam format effervescent (tablet larut air). Konsumsi suplemen ini efektif meningkatkan daya tahan tubuh, dalam waktu yang sama juga menambah asupan cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

Menurut penelitian dari jurnal Nutrients, vitamin C dapat menjaga kondisi tubuh dari dampak buruk stres oksidatif. Infeksi biasanya terkait erat dengan efek stres oksidatif dan meningkatkan risiko infeksi bakteri dan virus.

Di sini konsumsi vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mampu mencegah penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Vitamin C juga mencegah flu dan batuk, serta gangguan sistem pernapasan lainnya.

4. Jaga kebersihan selalu

Tips sehat jemaah haji di pesawat adalah tetap menjaga kebersihan di mana pun. Termasuk di tempat Anda berdiam duduk selama 9 jam menuju Tanah Suci. Jangan lupa bersihkan logam sabuk pengaman maupun meja lipat dengan tisu basah atau cairan desinfektan. Kuman dan bakteri bisa saja tinggal di tempat tersebut dan dalam kondisi tubuh lemah, kuman bisa masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi.

5. Usahakan istirahat di dalam pesawat

Jangan lupa manfaatkan waktu untuk tidur di dalam pesawat. Hindari minuman berkafein seperti teh dan kopi untuk mengoptimalkan jam istirahat Anda selama berada di pesawat. Nyamankan diri dengan memasang bantal leher dan selimut sebelum Anda tidur. Buat posisi tidur senyaman mungkin agar energi bisa kembali prima.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tips For Healthy Flying. Retrieved February 9, 2020, from Medical News Today website: https://www.medicalnewstoday.com/articles/237345.php#5

Air Travel Health Tips – familydoctor.org. Retrieved February 9, 2020, from familydoctor.org website: https://familydoctor.org/air-travel-health-tips/

Keeping Healthy While Flying. Retrieved February 9, 2020, from WebMD website: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/features/keeping-healthy-while-flying#1

Preventing Dehydration From Air Travel. Retrieved February 9, 2020, from EverydayHealth.com website: https://www.everydayhealth.com/healthy-travel/air-travel-and-dehydration.aspx

Tips For Healthy Flying. Retrieved February 9, 2020, from Medical News Today website: https://www.medicalnewstoday.com/articles/237345.php#11

Hemilä, H. (2017). Vitamin C and Infections. Nutrients9(4), 339. https://doi.org/10.3390/nu9040339

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 20/04/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x