Awas, Sering Minum Minuman Bersoda Ternyata Bikin Cepat Tua

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mengonsumsi minuman bersoda mungkin sudah menjadi tren atau mungkin gaya hidup sebagian orang. Di siang hari yang sedang panas memang paling enak minum-minuman dingin dan manis, seperti minuman bersoda. Namun hati-hati, terlalu sering mengonsumsi minuman manis bersoda dapat membawa dampak buruk untuk Anda.

Selain karena dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan, belakangan ini juga ditemukan bahwa minuman bersoda dapat menyebabkan Anda menjadi cepat tua. Bagaimana bisa?

Minuman bersoda menyebabkan cepat tua

Sebuah penelitian dari University of California-San Francisco (UCSF) telah menemukan bahwa rutin minum minuman manis bersoda dapat mempercepat penuaan dari sel kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit kronis.

Menurut Prof. Elissa Epel, peneliti dari penelitian tersebut, mengonsumsi minuman manis bersoda secara rutin dapat memengaruhi perkembangan penyakit. Minuman manis bersoda tidak hanya dapat menyebabkan kurangnya kontrol metabolik gula dalam tubuh, tetapi juga dapat mempercepat penuaan sel-sel dalam jaringan tubuh.

Bagaimana bisa minuman bersoda menyebabkan cepat tua?

Hal ini berkaitan dengan panjang telomer. Telomer dapat menjadi penanda penuaan sel. Telomer merupakan urutan DNA yang berulang yang menutupi ujung kromosom agar tidak berjuntai. Hal ini berfungsi untuk melindungi DNA dari kerusakan. Telomer ini akan menjadi lebih pendek setiap kali sel membelah. Namun, jika telomer terlalu pendek, maka sel bisa berhenti membelah dan mati. Sehingga, panjang telomer dapat menggambarkan atau bahkan menentukan usia biologis sel.

Penelitian sebelumnya juga telah menghubungkan panjang telomer dalam sel darah putih dengan usia. Selain itu, telomer yang pendek juga dapat dihubungkan dengan kerusakan jaringan, pembengkakan, dan resistensi insulin, disertai dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner dan diabetes yang berhubungan dengan penuaan.

Penelitian dari UCSF membuktikan bahwa partisipan yang mengonsumsi minuman bersoda dalam jumlah banyak cenderung memiliki telomer yang lebih pendek. Para peneliti membandingkan panjang telomer (yang dilihat dari sampel darah) dan konsumsi minuman manis bersoda pada setiap partisipan dalam penelitian tersebut, dan hasilnya ada perbedaan. Penelitian yang melibatkan 5309 orang usia 20-65 tahun ini juga menghitung bahwa konsumsi minuman bersoda sebanyak kurang lebih 600 ml setiap hari berhubungan dengan penambahan usia biologis sekitar 4,6 tahun.

Epel menambahkan bahwa walaupun penelitian tersebut hanya melibatkan orang dewasa, namun hasil penelitian ini juga dapat menggambarkan konsumsi minuman bersoda terkait pemendekan telomer pada anak-anak. Penelitian ini dilakukan tanpa memandang usia, ras, pendapatan serta tingkat pendidikan. Lagipula, pemendekan telomer terjadi sebelum penyakit muncul. Jadi, tubuh Anda membutuhkan banyak waktu sampai bisa memunculkan penyakit, yang mungkin Anda mulai memicu penyakit tersebut sejak kecil.

Kesimpulan

Penelitian dari UCSF ini menambah temuan tentang dampak dari konsumsi banyak minuman bersoda, selain dapat menyebabkan obesitas, sindrom metabolik, diabetes, dan penyakit jantung. Minuman bersoda menjadi salah satu hal yang dapat memperpendek panjang telomer Anda, sehingga bisa membuat sel-sel dalam tubuh menjadi lebih cepat menua.

Hal lain yang juga bisa memengaruhi panjang telomer Anda adalah merokok, diet, ras, jenis kelamin, dan kecepatan sel darah dalam membelah. Artinya, dengan menerapkan pola hidup sehat, dengan diet gizi seimbang, olahraga teratur, mengelola stres, dan tidak merokok, maka Anda dapat mempertahankan panjang telomer Anda, sehingga membuka peluang lebih besar untuk hidup lebih lama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ingin jantung selalu sehat? Cobalah untuk mencoba senam jantung sehat. Yuk, lihat manfaat sekaligus panduan gerakan-gerakannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Penuaan

Setiap orang akan mengalami penuaan. Gaya hidup dan riwayat kesehatan membuat orang bisa mengalami penuaan lebih dini. Apa saja tandanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Lansia 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Ablasi Jantung, Prosedur Medis untuk Mengatasi Detak Jantung yang Tidak Normal

Prosedur medis yang disebut sebagai ablasi jantung ini dilakukan untuk mengatasi gangguan pada detak jantung. Bagaimana prosedur ini dilaksanakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Aritmia 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit degeneratif

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan hitam di leher

Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
kaki lemas

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit