home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas, Sering Minum Minuman Bersoda Ternyata Bikin Cepat Tua

Awas, Sering Minum Minuman Bersoda Ternyata Bikin Cepat Tua

Mengonsumsi minuman bersoda mungkin sudah menjadi tren atau mungkin gaya hidup sebagian orang. Di siang hari yang sedang panas memang paling enak minum-minuman dingin dan manis, seperti minuman bersoda. Namun hati-hati, terlalu sering mengonsumsi minuman manis bersoda dapat membawa dampak buruk untuk Anda.

Selain karena dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan, belakangan ini juga ditemukan bahwa minuman bersoda dapat menyebabkan Anda menjadi cepat tua. Bagaimana bisa?

Minuman bersoda menyebabkan cepat tua

Sebuah penelitian dari University of California-San Francisco (UCSF) telah menemukan bahwa rutin minum minuman manis bersoda dapat mempercepat penuaan dari sel kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit kronis.

Menurut Prof. Elissa Epel, peneliti dari penelitian tersebut, mengonsumsi minuman manis bersoda secara rutin dapat memengaruhi perkembangan penyakit. Minuman manis bersoda tidak hanya dapat menyebabkan kurangnya kontrol metabolik gula dalam tubuh, tetapi juga dapat mempercepat penuaan sel-sel dalam jaringan tubuh.

Bagaimana bisa minuman bersoda menyebabkan cepat tua?

Hal ini berkaitan dengan panjang telomer. Telomer dapat menjadi penanda penuaan sel. Telomer merupakan urutan DNA yang berulang yang menutupi ujung kromosom agar tidak berjuntai. Hal ini berfungsi untuk melindungi DNA dari kerusakan. Telomer ini akan menjadi lebih pendek setiap kali sel membelah. Namun, jika telomer terlalu pendek, maka sel bisa berhenti membelah dan mati. Sehingga, panjang telomer dapat menggambarkan atau bahkan menentukan usia biologis sel.

Penelitian sebelumnya juga telah menghubungkan panjang telomer dalam sel darah putih dengan usia. Selain itu, telomer yang pendek juga dapat dihubungkan dengan kerusakan jaringan, pembengkakan, dan resistensi insulin, disertai dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner dan diabetes yang berhubungan dengan penuaan.

Penelitian dari UCSF membuktikan bahwa partisipan yang mengonsumsi minuman bersoda dalam jumlah banyak cenderung memiliki telomer yang lebih pendek. Para peneliti membandingkan panjang telomer (yang dilihat dari sampel darah) dan konsumsi minuman manis bersoda pada setiap partisipan dalam penelitian tersebut, dan hasilnya ada perbedaan. Penelitian yang melibatkan 5309 orang usia 20-65 tahun ini juga menghitung bahwa konsumsi minuman bersoda sebanyak kurang lebih 600 ml setiap hari berhubungan dengan penambahan usia biologis sekitar 4,6 tahun.

Epel menambahkan bahwa walaupun penelitian tersebut hanya melibatkan orang dewasa, namun hasil penelitian ini juga dapat menggambarkan konsumsi minuman bersoda terkait pemendekan telomer pada anak-anak. Penelitian ini dilakukan tanpa memandang usia, ras, pendapatan serta tingkat pendidikan. Lagipula, pemendekan telomer terjadi sebelum penyakit muncul. Jadi, tubuh Anda membutuhkan banyak waktu sampai bisa memunculkan penyakit, yang mungkin Anda mulai memicu penyakit tersebut sejak kecil.

Kesimpulan

Penelitian dari UCSF ini menambah temuan tentang dampak dari konsumsi banyak minuman bersoda, selain dapat menyebabkan obesitas, sindrom metabolik, diabetes, dan penyakit jantung. Minuman bersoda menjadi salah satu hal yang dapat memperpendek panjang telomer Anda, sehingga bisa membuat sel-sel dalam tubuh menjadi lebih cepat menua.

Hal lain yang juga bisa memengaruhi panjang telomer Anda adalah merokok, diet, ras, jenis kelamin, dan kecepatan sel darah dalam membelah. Artinya, dengan menerapkan pola hidup sehat, dengan diet gizi seimbang, olahraga teratur, mengelola stres, dan tidak merokok, maka Anda dapat mempertahankan panjang telomer Anda, sehingga membuka peluang lebih besar untuk hidup lebih lama.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Leung, C., Laraia, B., Needham, B., Rehkopf, D., Adler, N., Lin, J., Blackburn, E. and Epel, E. (2014). Soda and Cell Aging: Associations Between Sugar-Sweetened Beverage Consumption and Leukocyte Telomere Length in Healthy Adults From the National Health and Nutrition Examination Surveys. American Journal of Public Health, 104(12), pp.2425-2431. [online] Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4229419/ [Accessed 3 May 2017].

McIntosh, J. (2014). Sugary soda drinks linked to cell aging. [online] Medical News Today. Available at: http://www.medicalnewstoday.com/articles/283994.php [Accessed 3 May 2017].

Norris, J. (2014). Sugared Soda Consumption, Cell Aging Associated in New Study. [online] UC San Francisco. Available at: https://www.ucsf.edu/news/2014/10/119431/sugared-soda-consumption-cell-aging-associated-new-study [Accessed 3 May 2017].

Landhuis, E. (2014). Can soft drinks speed aging?. [online] Science News for Students. Available at: https://www.sciencenewsforstudents.org/article/can-soft-drinks-speed-aging [Accessed 3 May 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x