home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cegah Penyakit yang Sering Muncul saat Banjir dengan Berbagai Cara Ini

Cegah Penyakit yang Sering Muncul saat Banjir dengan Berbagai Cara Ini

Melihat kondisi curah hujan yang lebat, ada baiknya melakukan langkah antisipatif untuk mencegah penyakit akibat banjir. Air banjir terkontaminasi beragam bakteri dan meningkatkan risiko penularan penyakit.

Agar tubuh tetap selalu sehat meskipun di musim hujan yang bisa menyebabkan banjir, simak beberapa tips berikut.

Air banjir mengandung banyak bakteri

Keruhnya air banjir bukan sekadar disebabkan oleh campuran lumpur. Ada banyak bakteri berukuran mikroskopis yang tersebar. Tak hanya satu bakteri saja, tetapi ada banyak jenis bakteri mengakibatkan beragam penyakit.

Mengutip dari OSHA Fact Sheet, penyakit yang paling banyak diakibatkan banjir adalah gangguan pencernaan. Air banjir mengandung bakteri seperti E. coli, Salmonella, dan Shigella. Ada pun virus Hepatitis A dan mikroorganisme penyebab tifoid, paratifoid, dan tetanus.

Mungkin tak semua orang tanggap melakukan cara untuk mencegah penyebaran penyakit saat banjir melanda. Beberapa gejala umum penyakit pasca banjir, seperti berikut.

  • diare
  • mual
  • muntah
  • sakit atau kram perut
  • otot pegal
  • demam

Selain menyerang sistem pencernaan, adapun penyakit lainnya yang wajib diwaspadai setelah banjir, seperti demam berdarah, malaria, dan leptospirosis, penyakit kulit, dan infeksi saluran penapasan (ISPA).

Maka itu, penting untuk menerapkan cara yang tepat dalam mencegah penyakit akibat banjir.

Ini tips untuk mencegah penyakit akibat banjir

Penyakit pasca banjir tak kenal usia. Siapa saja bisa mengalaminya. Ada banyak bakteri dan virus mengontaminasi air banjir yang bisa menginfeksi tubuh. Meskipun begitu, Anda bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan penyakit berikut ini.

1. Konsumsi makanan yang higienis

kebersihan makanan pengaruhi kesehatan mental

Masalah gangguan pencernaan dapat mudah menyerang saat banjir melanda, terutama kontaminasi melalui makanan. Maka itu, ada baiknya untuk menjaga makanan tetap higienis.

Misalnya, masak makanan hingga matang dan tidak jajan sembarangan. Cara sederhana ini dapat meminimalkan infeksi penyakit dan mencegah penyakit akibat banjir.

2. Jaga kebersihan diri

cara cuci tangan

Lanjutkan langkah mencegah penyakit akibat banjir dengan tetap menjaga kebersihan diri. Jangan lupa untuk cuci tangan memakai sabun saat sebelum makan, sebelum masak, selesai BAB, ataupun setelah beraktivitas dari luar. Karena infeksi bakteri dapat secara mudah ditularkan melalui tangan ke tangan lainnya atau dari benda yang terkontaminasi.

3. Konsumsi makanan kaya vitamin dan mineral

buah diet keto

Usahakan selalu mengonsumsi makanan kaya nutrisi untuk mendukung kerja daya tahan tubuh dalam menangkal penyakit melalui konsumsi vitamin A, C, dan D, serta mineral zinc. Anda bisa mendapatkannya dari beragam sayur dan buah.

Salah satu penyakit yang sering melanda saat banjir adalah demam berdarah. Anda bisa turut mengonsumsi guava atau jambu biji. Kandungan vitamin C di dalamnya memegang peranan penting dalam mendukung daya tahan tubuh, serta melawan infeksi virus dan bakteri.

4. Oleskan obat anti nyamuk

bahaya menghirup obat nyamuk semprot

Demam berdarah merupakan penyakit yang sangat mungkin menjangkiti Anda saat musim hujan. Penyakit ini dapat ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue.

Maka itu, selalu oleskan obat anti nyamuk yang tersertifikasi BPOM saat beraktivitas di luar atau dalam ruangan. Selain itu, jangan lupa untuk mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang. Terapkan langkah pencegahan ini agar terhindar dari penyakit.

5. Pastikan menggunakan air bersih

Sumber: NRDC

Di musim banjir, pastikan Anda tetap menggunakan air bersih pada saat memasak makanan, mandi, menyikat gigi, dan minum air putih. Sebagai antisipasi, cobalah merebus air hingga mendidih untuk membunuh kuman, serta lakukan disinfeksi khusus air sebelum menggunakan air.

6. Jauhkan diri dari genangan air

mencegah tersengat listrik banjir

Leptospirosis, penyakit yang umum terjadi pasca banjir. Penularannya disebabkan oleh bakteri Leptospira pada tanah maupun air. Biasanya disebabkan oleh hewan yang terinfeksi, seperti tikus, kuda, babi, dan lainnya.

Banyak tikus yang bersembunyi di lubang-lubang, maupun saluran air. Begitu banjir datang, banyak tikus yang juga terjebak dalam genangan banjir. Maka itu, ada baiknya untuk tetap menjauhkan diri dari genangan banjir untuk menghindari infeksi leptospirosis.

Tutup luka terbuka dengan perban atau plester anti air. Jangan lupa untuk tetap menggunakan pakaian tertutup, sepatu karet, atau sarung tangan jika diperlukan saat banjir melanda. Cara tersebut dapat membantu Anda mencegah penyakit akibat banjir.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

OSHA Fact Sheet. https://www.osha.gov/OshDoc/data_Hurricane_Facts/Bulletin2.pdf. Diakses 20 Januari 2020.

WASPADAI TUJUH PENYAKIT MUSIM BANJIR. https://www.depkes.go.id/development/site/depkes/index.php?cid=2200&id=waspadai-tujuh-penyakit-musim-banjir.html. Diakses 20 Januari 2020.

Flood Safety Tips. https://www.cdc.gov/features/flood-safety/index.html. Diakses 20 Januari 2020.

Keep Food and Water Safe After a Disaster or Emergency. https://www.cdc.gov/disasters/foodwater/facts.html. Diakses 20 Januari 2020.

Tips for a healthy immune system. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320721.php#10. Diakses 20 Januari 2020.

Personal Hygiene and Handwashing After a Disaster or Emergency. https://www.cdc.gov/disasters/floods/sanitation.html. Diakses 20 Januari 2020.

Leptospirosis. https://www.cdc.gov/leptospirosis/infection/index.html. Diakses 20 Januari 2020.

Health impacts of flooding and risk management. https://www.nhp.gov.in/health-impacts-of-flooding-and-risk-management_pg. Diakses 20 Januari 2020.

8 Health Benefits of Guava Fruit and Leaves. https://www.healthline.com/nutrition/8-benefits-of-guavas#section7. Diakses 20 Januari 2020.

Shaik-Dasthagirisaheb, Yazdani & Varvara, Giuseppe & Murmura, Giovanna & Saggini, Andrea & Caraffa, A & Antinolfi, Pierluigi & Tete, Stefano & Tripodi, D & Conti, F & Cianchetti, E & Toniato, Elena & Rosati, M & Speranza, Lorenza & Pantalone, Andrea & Saggini, Raoul & Tei, Meshack & Speziali, A & Conti, Pio & Theoharides, Theoharis & Pandolfi, Franco. (2012). Role of vitamins D, E and C in immunity and inflammation. Journal of biological regulators and homeostatic agents. 27. 291-5. Diakses 20 Januari 2020.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal diperbarui 15/03/2021
x