Mengenal Liquor dan 4 Efek Sampingnya Pada Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Kebanyakan orang mungkin hanya mengetahui minuman beralkohol sebatas bir, arak, atau wine. Pada kenyatannya, minuman beralkohol ada banyak jenis tergantung bagaimana cara pengolahannya. Salah satu jenis minuman beralkohol yang banyak dikonsumsi orang adalah liquor. Ya, liquor adalah minuman beralkohol yang banyak dikonsumsi sebagai minuman bersantai ketika berkumpul bersama orang-orang terdekat karena memiliki rasa yang nikmat dan khas. Simak informasi tentang liquor termasuk efek sampingnya bagi tubuh di bawah ini.

    Apa itu liquor?

    Spirit alias liquor adalah minuman beralkohol dari fermentasi biji-bijian, buah-buahan, ataupun sayur-sayuran yang kemudian diproses dengan menggunakan teknik distilasi (penyulingan) tanpa tambahan gula. Proses penyulingan ini dilakukan untuk memurnikan dan menghapus komponen air sehingga mendapatkan konsentrasi alkohol yang lebih tinggi.

    Oleh sebab itu, kebanyakan minuman liquor memiliki kadar alkohol sekitar 20 persen hingga 90 persen lebih tinggi dibandingkan jenis minuman beralkohol yang tidak menggunakan tahap penyulingan. Kadar alkohol tinggi juga membuat minuman beralkohol jenis ini cenderung memiliki rasa yang pahit. Beberapa contoh minuman beralkohol jenis liquor adalah soju, vodka, gin, rum, wiski, brendi, tequila, dan lain sebagainya.

    Bahaya kesehatan mengonsumsi liquor berlebihan

    Pada dasarnya liquor sama seperti jenis minuman beralkohol lainnya, bisa berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Beberapa risiko kesehatan yang mungkin terjadi apabila Anda berlebihan dalam mengonsumsi minuman beralkohol jenis liquor adalah:

    1. Gangguan sistem pencernaan

    gejala keracunan makanan dan flu perut

    Minum terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan aktivitas enzim pencernaan yang diproduksi oleh pankreas menjadi tidak normal. Lama-lama kondisi ini dapat menyebabkan peradangan yang disebut dengan pankreatitis.

    Selain itu, alkohol juga dapat mengakibatkan peradangan perut (gastritis), yang akan menghalangi kelancaran proses pencernaan makanan dan nutrisi penting, sekaligus meningkatkan risiko kanker perut dan usus. Jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, kedua kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit krnois dan menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian.

    2. Kerusakan hati

    jenis hepatitis adalah

    Hati adalah organ yang membantu memecah dan membuang zat berbahaya dari tubuh. Sementara itu, alkohol sendiri adalah musuh terberat hati. Jika Anda mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dan jangka panjang, maka hal tersebut dapat menyebabkan peradangan hati kronis dan penyakit hati.

    Kebiasaan meminum terlalu banyak alkohol dapat menciptakan luka dan kerusakan permanen pada hati, yang mengakibatkan Anda mengembangkan sirosis hati. Ketika hati semakin rusak, maka tubuh Anda akan kesulitan untuk membuang zat sisa atau racun. Akibatnya, Anda berisiko mengalami kegagalan hati, bahkan kematian. Wanita lebih rentan mengalami kerusakan hati akibat terlalu banyak mengonsumsi alkohol dibandingkan pria.

    3. Meningkatkan gula darah

    cek gula darah diabetes

    Pankreas membantu mengatur penggunaan insulin dan respon terhadap glukosa darah. Ketika pankreas dan hati Anda tidak berfungsi dengan baik, Anda berisiko mengalami gula darah rendah atau hipoglikemia. Pankreas yang rusak juga dapat membuat tubuh Anda memproduksi insulin lebih sedikit. Akibatnya, Anda rentan mengalami hiperglikemia, atau terlalu banyak gula dalam darah.

    Jika tubuh Anda tidak dapat mengelola dan menyeimbangkan kadar gula darah, Anda mungkin mengalami komplikasi yang lebih besar dan efek samping yang berkaitan dengan diabetes. Oleh sebab itu, sangat penting bagi penderita diabetes atau hipoglikemia untuk tidak minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan.

    4. Kerusakan sistem saraf pusat

    Mengapa Mabuk Bisa Terjadi?Mengapa Mabuk Bisa Terjadi?Mengapa Mabuk Bisa Terjadi?

    Alkohol adalah zat yang bisa memengaruhi sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat sendiri berada di otak dan bertugas dalam menjalankan berbagai fungsi tubuh yang penting. Akibatnya, Anda dapat mengalami gangguan perilaku karena tidak tidak stabilnya neurotransmiter, yaitu zat kimia yang bertugas mengantarkan pesan antar saraf.

    Anda juga lebih mungkin mengalami gangguan mood dan emosi. Gangguan mood akibat sering minum alkohol juga menyebabkan otak sulit mengatur waktu untuk tidur dan keseimbangan energi tubuh. Jika sudah mabuk berat, Anda juga mungkin mulai mengalami gejala-gejala psikosis seperti bicara meracau dan berhalusinasi.

    Penyalahgunaan alkohol kronis dan berat juga dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Ini dapat menyebabkan sindrom Wernicke-Korsakoff, gangguan otak yang memengaruhi ingatan. Kondisi ini akan membuat Anda jadi tidak dapat mengingat dengan baik, meskipun sudah tidak minum alkohol lagi.

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Was this article helpful for you ?
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Hati Anda

    Hati-hati karena obat yang dijual bebas dapat menjadi racun bagi hati. Simak cara udah menjaga kesehatan hati berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
    Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

    Perdebatan para ahli soal bahaya radiasi wi-fi tentu meresahkan, apalagi jika Anda dan anak setiap hari mengakses wi-fi. Jadi, amankah wi-fi bagi keluarga?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    10 Penyebab Maag, dari Penyakit Hingga Kebiasaan Sehari-hari

    Maag adalah masalah pencernaan yang dialami siapa saja. Selain pola makan yang buruk, apa lagi yang biasa jadi penyebab maag?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Jenis-Jenis Obat Antidepresan, Plus Efek Samping yang Ditimbulkannya

    Obat anti depresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Yuk, cari tahu lebih dalam mengenai obat ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Mental, Gangguan Mood 18 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    tanda dan gejala sakit liver

    9 Gejala Sakit Liver yang Perlu Diwaspadai

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
    pengertian micellar water adalah

    Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
    bahaya vape rokok elektrik

    Macam-Macam Jenis Vape (Rokok Elektrik) Plus Risiko Bahayanya yang Perlu Anda Tahu

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
    efek alkohol pada ereksi

    Benarkah Alkohol Membuat Pria Sulit Ereksi?

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit