home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Rasa Sakit Bisa Muncul?

Bagaimana Rasa Sakit Bisa Muncul?

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana otak Anda memproses rasa sakit? Anda mungkin hanya mengetahui bahwa sakit itu menyakitkan. Nyeri dapat disebabkan oleh jaringan yang rusak atau rangsangan yang intens seperti tak sengaja membakar jari Anda di atas kompor, atau kaki terjepit di pintu. Rasa sakit adalah cara tubuh Anda untuk melindungi diri dari cedera lebih lanjut atau kerusakan. Ini adalah tanda peringatan bahwa Anda dekat dengan sesuatu yang berbahaya atau Anda membutuhkan perhatian medis. Nyeri biasanya merupakan alasan nomor satu mengapa orang mencari perhatian medis.

Bagaimana kita bisa merasakan sakit?

Proses merasa sakit disebut persepsi nyeri, atau nosisepsi. Sinyal nyeri dimulai di titik stimulasi dan berlanjut ke saraf dan kemudian ke sumsum tulang belakang Anda hingga sampai ke otak. Inilah waktu dimana otak Anda akan memproses dan memberi tahu Anda untuk bereaksi terhadap rasa sakit. Sebagai contoh, katakanlah Anda tidak sengaja melukai jari Anda. Ada beberapa langkah dalam proses persepsi nyeri:

  • Setelah Anda melukai jari Anda, jaringan menjadi rusak. Ketika ini terjadi, reseptor rasa sakit khusus (nosiseptor) yang dirangsang akan mengenali rasa sakit itu.
  • Setiap reseptor yang terhubung ke neuron mengirimkan sinyal rasa sakit. Neuron ini menghubungkan reseptor ke sumsum tulang belakang.
  • Sinyal nyeri kemudian ditransfer ke otak Anda.
  • Otak menerima dan memproses sinyal untuk menginformasikan tubuh Anda untuk bereaksi.

Kadang-kadang sinyal yang dikirim ke sumsum tulang belakang dapat menyebabkan tindakan refleks yang cepat, membuat Anda bereaksi sebelum memproses rasa sakit. Misalnya, motor neuron Anda diaktifkan dan otot-otot pada lengan Anda berkontraksi, menggerakkan tangan Anda untuk menjauh dari benda tajam. Hal ini terjadi dalam sepersekian detik – sebelum sinyal disampaikan ke otak – sehingga Anda akan menarik lengan Anda bahkan sebelum sadar akan rasa sakit.

Ada beberapa tahap di mana rasa sakit dapat dimodifikasi, diperkuat atau diblokir sebelum mereka mencapai otak. Ini adalah fakta ketika ada laporan dari seseorang yang tidak merasa sakit bahkan ketika terluka. Misalnya, tentara yang terluka selama perang atau atlet olahraga sering mengatakan mereka tidak merasa sakit dari cedera mereka sampai sesudahnya.

Contoh lain adalah ketika seorang anak jatuh pada lututnya, jika dia menggosok lututnya, sinyal nyeri dapat diblokir untuk memungkinkan sensasi sentuhan bergerak ke otak, karena kedua jaringan saraf ini berbagi jaringan yang sama.

Berbagai jenis rasa sakit

Nyeri adalah sesuatu yang subjektif dan kadang-kadang sulit untuk diklasifikasikan. Ada banyak jenis nyeri, yang meliputi:

  • Nyeri nociceptive: disebabkan oleh cedera pada jaringan tubuh. Misalnya terluka, terbakar atau retak (patah tulang).
  • Nyeri neuropatik: Disebabkan oleh kelainan pada sistem saraf yang membawa dan mengartikan rasa sakit — masalahnya mungkin pada saraf, tulang belakang atau otak.
  • Nyeri psikogenik: Jenis rasa sakit ini disebabkan atau diperburuk oleh faktor psikologis.
  • Penyakit akut: Ini adalah rasa sakit singkat sebagai peringatan tubuh atas kerusakan yang terjadi.
  • Nyeri kronis: Nyeri kronis (juga disebut nyeri persisten) dapat disebabkan oleh kerusakan jaringan yang sedang berlangsung, seperti pada osteoarthritis.

Satu-satunya orang yang benar-benar dapat menjelaskan rasa sakit adalah mereka yang sakit. Inilah sebabnya mengapa ketika Anda memeriksakan diri ke dokter, mereka sering meminta Anda untuk mendeskripsikan rasa sakit. Penting untuk berbagi setiap detail dengan dokter Anda untuk membantu menemukan pengobatan yang paling efektif dan terbaik untuk Anda.

Bagaimana mengatasi rasa sakit?

Setelah Anda tahu proses bagaimana rasa sakit muncul, Anda dapat menemukan cara untuk membangun siklus positif untuk melawan sinyal rasa sakit Anda. Berikut adalah beberapa tips tentang mengelola rasa sakit:

  • Mengalihkan pikiran dengan memikirkan hal-hal yang harus dilakukan dan rencana ke depan
  • Mengalihkan pikiran menggunakan teknik distraksi tertentu
  • Gerakkan diri Anda dalam kegiatan daripada memikirkan rasa sakit
  • Temukan hal-hal yang harus Anda lakukan untuk memberikan rasa senang dan bangga
  • Kendalikan suasana hati Anda dengan menantang pikiran negatif
  • Relaksasi teratur
  • Olahraga teratur
  • Menyelesaikan masalah dalam suatu hubungan
  • Bersikap tegas dan jelas dengan orang lain tentang kebutuhan Anda

Nyeri adalah proses bagaimana tubuh melindungi Anda dari rangsangan berbahaya. Tetapi memahami bagaimana rasa sakit terjadi, tentu bisa membantu. Anda dapat mengelabui otak Anda untuk mengelola tingkat rasa sakit Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

http://www.mydr.com.au/pain/pain-and-how-you-sense-it

http://www.medicalnewstoday.com/articles/145750.php

http://www.nabd.org.uk/living/paingate.htm

http://science.howstuffworks.com/life/inside-the-mind/human-brain/pain.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 02/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Satya Setiadi
x