backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

10 Jenis Skala Nyeri untuk Mengukur Rasa Sakit

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

10 Jenis Skala Nyeri untuk Mengukur Rasa Sakit

Tingkat nyeri yang dialami oleh setiap orang bisa berbeda, tergantung penyebabnya. Namun, setiap orang juga memiliki toleransi yang berbeda terhadap rasa sakit. Dokter akan mengukur jenis nyeri yang dialami pasien menggunakan skala nyeri.

Ada berbagai jenis skala nyeri yang biasa digunakan sebagai acuan. Ketahui dalam ulasan berikut.

Jenis-jenis skala nyeri

Skala nyeri adalah perbandingan nilai untuk mengukur keparahan rasa sakit yang dialami oleh seseorang. 

Cara pengukuran nyeri ini bisa berbeda-beda, tergantung dengan metodenya. Ada skala nyeri yang menggunakan perhitungan angka, ada pula yang mengacu pada gambar atau ekspresi wajah.

Skala nyeri menurut WHO dibagi menjadi tiga, yaitu nyeri ringan (mild pain), nyeri sedang (moderate pain), dan nyeri kronis (severe or persistent pain).

Selain itu, pengukuran rasa sakit bisa mengikuti beberapa metode berikut. 

1. Skala nyeri dengan peringkat numerik 

skala nyeri numerik

Skala nyeri peringkat numerik atau disebut juga numerical rating scale (NRS) adalah jenis pengukuran nyeri menggunakan angka.

Dokter biasanya akan menanyakan langsung kepada pasien mengenai tingkat rasa nyeri yang dialami dengan menggunakan angka antara 0 – 10. Semakin besar angkanya, semakin tinggi rasa sakitnya

  • Angka 0: tidak merasakan sakit sama sekali.
  • Angka 1 – 3: menandakan rasa nyeri yang ringan.
  • Angka 4 – 6: berarti rasa nyeri sedang.
  • Angka 7 – 10: rasa nyeri yang sangat intens.
  • 2. FLACC scale

    Skala nyeri FLACC merupakan singkatan dari face, leg, activity, cry, dan consolability. Pengukuran nyeri ini biasanya dipakai untuk anak kecil yang belum dapat menjelaskan rasa nyeri secara verbal. 

    Dokter akan melihat tingkat keparahan nyeri berdasarkan raut wajah, ketegangan kaki, aktivitas, tangisan, atau apakah anak dapat ditenangkan atau tidak.  

    Dari seluruh kategori tersebut, dokter atau petugas medis kemudian akan memberikan skor dari 0 – 2 untuk menentukan jenis nyeri yang dialami. 

    Jika anak sering mengerutkan dahi, dagu bergetar, kaki menendang-nendang, menangis, dan sulit untuk ditenangkan, dokter akan memberikan skor 2 yang menandakan anak merasakan sakit yang parah.

    3. Skala nyeri wajah Wong Baker

    skala nyeri wajah wong baker

    Skala nyeri wajah Wong Baker merupakan pengukuran nyeri yang paling sering digunakan. Biasanya, skala ini digunakan untuk anak-anak di atas 3 tahun hingga orang dewasa. 

    Dokter atau petugas medis akan menunjukkan enam gambar wajah dengan ekspresi yang berbeda, mulai dari senang hingga kesal.

    Masing-masing gambar ini diberikan peringkat angka antara 0 (gambar wajah tersenyum) hingga 10 (gambar wajah kesal dan menangis).

    Nantinya, pasien akan menunjuk gambar wajah yang paling menggambarkan rasa sakit yang dialami. Hal ini membantu dokter memahami masalah kesehatan yang darurat pada pasien.

    4. Visual Analog Scale (VAS)

    Visual analog scale juga merupakan jenis pengukuran nyeri yang paling sering dipakai.

    Mengutip British Pain Society, skala ini menggunakan gambar sebuah garis horizontal yang masing-masing diberikan angka antara 0 – 10. 

    Masing-masing angka ini menunjukkan tingkat rasa sakit yang dirasakan. Angka 0 menggambarkan tidak ada rasa nyeri, sedangkan angka 10 menandakan tingkat nyeri yang kronis. 

    Dokter akan meminta pasien untuk menunjuk atau memberi tanda titik pada garis yang sesuai dengan tingkat rasa nyeri yang dirasakan. 

    Kapan skala nyeri digunakan?

    Skala nyeri digunakan dokter untuk mengetahui intensitas rasa sakit dan keefektifan pengobatan. Biasanya, skala ini digunakan ketika pasien berkunjung pertama kali ke rumah sakit, selama kunjungan dokter saat masa perawatan, atau setelah operasi

    5. Skala nyeri McGill

    Skala nyeri McGill adalah pengukuran tingkat rasa sakit menggunakan kuesioner yang terdiri dari 78 kata. 

    Masing-masing kata ini menggambarkan rasa sakit yang dirasakan. Dokter atau petugas medis nantinya akan meminta pasien untuk menandai kata-kata yang sesuai dengan rasa sakit yang dialami. 

    Contoh kata yang terdapat dalam skala pengukuran ini antara lain “rasa sakit seperti tertarik”, “rasa sakit yang tajam”, atau “melilit”.

    Masing-masing kata ini dikelompokan berdasarkan dengan angka. Semakin besar nilai angkanya, maka semakin tinggi tingkat keparahan nyeri yang dirasakan. 

    7. Skala nyeri COMFORT

    Cara mengukur tingkat keparahan nyeri selanjutnya adalah skala nyeri COMFORT. Dokter atau tenaga medis akan mengukur nyeri dengan mengamati perilaku pasien.

    Skala ini biasanya digunakan oleh anak-anak atau orang dewasa yang mengalami gangguan kognitif dan tidak mampu untuk menggambarkan rasa nyeri yang dirasakan.

    Kategori yang diukur dalam skala nyeri COMFORT antara lain:

  • kewaspadaan (alertness), 
  • ketenangan (calmness), 
  • gangguan pernapasan (respiratory distress), 
  • menangis (crying), 
  • gerakan fisik (physical movement), 
  • gerakan otot, (muscle tone), 
  • raut wajah (facial tension) serta 
  • tekanan darah (blood pressure).
  • Masing-masing kategori ini dinilai berdasarkan angka antara 1 – 5 yang melambangkan intensitas rasa nyeri yang dialami oleh pasien.

    6. Skala analog warna

    skala analog warna

    Skala analog warna atau color analog scale (CAS) adalah metode pengukuran nyeri yang digambarkan dengan warna dan biasanya digunakan pada anak-anak. 

    Warna merah menandakan rasa sakit yang parah, warna kuning menggambarkan rasa sakit yang sedang, sementara warna hijau menunjukkan tidak ada rasa nyeri.

    Warna diposisikan sejajar dengan angka atau kata-kata yang sesuai dengan jenis nyeri yang dirasakan.  

    Dokter nantinya akan meminta pasien untuk menunjuk warna untuk menggambarkan rasa nyeri yang dirasakan. 

    8. Skala nyeri mankoski

    Skala nyeri mankoski mengukur rasa sakit dengan angka antara 0 – 10. Setiap anga ini diwakilkan dengan keterangan berisi kalimat yang menggambarkan rasa sakit. 

    Contohnya, angka 1 menunjukkan rasa sakit yang mengganggu, sedangkan angka 5 menandakan rasa sakit yang tidak bisa ditahan selama lebih dari 30 menit. 

    Pasien akan diminta untuk menunjuk angka dan kalimat yang paling mendeskripsikan rasa nyeri yang dialami. 

    9. Brief pain inventory (BPI)

    Pengukuran tingkat nyeri ini dilakukan dengan kuesioner yang berisi pertanyaan. Setiap pertanyaan menggambarkan tingkat keparahan nyeri serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. 

    Contoh pertanyaanya seperti apakah terdapat gangguan saat berjalan atau bagaimana pola tidur 24 jam terakhir. Masing-masing pertanyaan ini dinilai dengan skor antara 0 – 10.

    Nilai yang lebih tinggi menunjukkan bahwa pasien mengalami tingkat keparahan nyeri yang tinggi dan telah mengganggu aktivitas sehari-hari. 

    10. Skala diferensial deskriptor intensitas nyeri

    Metode penilaian rasa sakit ini diukur dengan tabel atau baris yang terdiri dari berbagai deskripsi tingkat nyeri seperti nyeri ringan, kuat, intens, atau sangat intens.

    Setiap ujung baris diberikan lambang minus dan plus yang berfungsi untuk mendefinisikan tingkat keparahan rasa sakit. 

    Pasien kemudian akan diminta untuk menandai setiap baris sesuai dengan rasa sakit yang dialami. Apabila rasa sakit terasa ringan, pasien bisa memberikan tanda pada bagian ujung garis yang berlambang minus.

    Jika rasa sakit yang dirasakan cukup intens, tanda harus diletakan pada bagian positif. 

    Ada berbagai metode untuk mengukur tingkat nyeri. Memahami skala dan arti pengukurannya bisa membantu Anda menyampaikan keluhan yang dialami.

    Dengan begitu, dokter dan tenaga medis bisa memahami kondisi dan gejala Anda dan memberikan perawatan yang tepat.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Andreas Wilson Setiawan

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan