Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Jahe untuk Menurunkan Demam yang Harus Anda Ketahui

Manfaat Jahe untuk Menurunkan Demam yang Harus Anda Ketahui

Peningkatan suhu tubuh saat demam dapat memicu ketidaknyamanan. Untuk menurunkannya, Anda bisa mencoba obat demam alami, salah satunya jahe. Berikut cara menurunkan demam dengan jahe yang bisa Anda coba sendiri di rumah.

Mengapa tubuh bisa mengalami demam?

menambah nafsu makan saat demam

Pada dasarnya, demam terjadi akibat respons tubuh dalam menanggapi penyakit atau kondisi tertentu. Hal ini menyebabkan peningkatan suhu tubuh untuk sementara waktu.

Anda mengalami demam saat suhu tubuh naik lebih tinggi dari 38°C. Demam biasanya terjadi untuk menanggapi infeksi virus dan bakteri, seperti flu dan sakit tenggorokan.

Gejala ini juga bisa Anda rasakan saat mengalami menstruasi, setelah melakukan aktivitas berat, atau berada di tempat dengan suhu dan kelembapan yang tinggi.

Bagaimana cara kerja jahe dalam menurunkan demam?

Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman rimpang asal Asia Tenggara yang umum digunakan sebagai bahan masakan karena aromanya yang khas.

Di samping itu, tanaman jahe juga bermanfaat sebagai obat alami, salah satunya untuk menurunkan demam dan gejala yang menyertainya.

Manfaat jahe ini berasal dari senyawa bioaktif bernama gingerol, yakni fitonutrien yang memiliki sifat antibakteri dan antivirus berdasakan penelitian.

Sebuah studi laboratorium pada Journal of Microbiology and Antimicrobials (2011) menemukan bahwa jahe memiliki sifat antibakteri yang lebih tinggi dari antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes.

Kedua bakteri ini bertanggung jawab dalam menyebabkan strep throat atau radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Selain sakit tenggorokan, strep throat juga menimbulkan gejala seperti sakit kepala, nyeri otot, dan demam hingga mencapai 38,3°C.

Studi laboratorium lain dalam Journal of Ethnopharmacology (2013) juga menunjukkan bahwa jahe bermanfaat dalam melawan virus pernapasan.

Jahe bekerja dengan menghentikan reproduksi virus dan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melindungi diri dari infeksi.

Alhasil, jahe berpotensi meredakan gejala infeksi dan membantu pemulihan tubuh dengan lebih cepat.

Ikhtisar

Jahe umum digunakan sebagai bahan masakan dan pengobatan alternatif. Tanaman ini punya kandungan fitonutrien bernama gingerol yang memiliki efek antibakteri dan antivirus.

Begini cara menurunkan demam dengan jahe

minum air jahe

Jahe menimbulkan aroma yang khas, rasa agak pedas, dan efek yang menghangatkan tubuh.

Berkat kandungan dan sensasinya ini, jahe membantu menurunkan demam yang disebabkan oleh infeksi, seperti flu dan sakit tenggorokan.

Salah satu cara ampuh menurunkan demam dengan jahe ialah dengan membuat air jahe.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda praktikkan di rumah.

  1. Parut 1,5 sendok jahe segar yang sudah dibersihkan kulit luarnya.
  2. Rebus 4 gelas air dan tambahkan parutan jahe segar.
  3. Panaskan air jahe hingga mendidih dan biarkan sekitar 5–10 menit.
  4. Saring air rebusan untuk memisahkan dengan parutan jahe.

Untuk meredakan demam, Anda sebaiknya minum dalam kondisi hangat. Tambahkan madu atau perasan lemon bila rasanya terlalu kuat.

Di samping itu, Anda juga bisa mengunyah irisan jahe segar beberapa menit sebelum makan.

Apabila tidak suka makan jahe mentah-mentah, Anda dapat menambahkan jahe ke masakan atau mengonsumsi perasan jahe dan madu secara rutin.

Efek samping konsumsi jahe berlebihan

Minum air jahe sebagai alternatif pengobatan untuk menurunkan demam umumnya tergolong aman bagi sebagian besar orang.

Meski begitu, hindari konsumsi jahe berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut, perut kembung, sensasi perut panas (heartburn), dan diare.

Para ahli umumnya menganjurkan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 4 gram jahe per hari.

Ibu hamil, orang dengan kondisi medis tertentu, atau orang yang sedang menggunakan obat juga perlu berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsi jahe.

Selain minum air jahe untuk deman, Anda juga disarankan untuk memperbanyak minum air putih, makan buah-buahan, dan istirahat cukup untuk mempercepat pemulihan.

Jika terjadi demam tinggi yang tak kunjung membaik, segera periksakan ke dokter untuk memperoleh diagonsis dan resep obat yang tepat.

Dokter bisa memberikan resep obat antibiotik untuk infeksi bakteri maupun obat non-steroid anti-inflamasi untuk infeksi virus, seperti flu.

Apabila Anda punya pertanyaan lebih lanjut seputar konsumsi jahe untuk menurunkan demam, konsultasikan dengan dokter untuk memahami solusi yang terbaik.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fever. Mayo Clinic. (2020). Retrieved 30 March 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759

3 Ginger Health Benefits. Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 30 March 2022, from https://health.clevelandclinic.org/ginger-health-benefits/

Semwal, R., Semwal, D., Combrinck, S., & Viljoen, A. (2015). Gingerols and shogaols: Important nutraceutical principles from ginger. Phytochemistry, 117, 554-568. https://doi.org/10.1016/j.phytochem.2015.07.012

Chang, J. S., Wang, K. C., Yeh, C. F., Shieh, D. E., & Chiang, L. C. (2013). Fresh ginger (Zingiber officinale) has anti-viral activity against human respiratory syncytial virus in human respiratory tract cell lines. Journal of ethnopharmacology, 145(1), 146–151. https://doi.org/10.1016/j.jep.2012.10.043

Sebiomo, A., Awofodu, A.D., Awosanya, A. O., Awotona, F. E., & Ajayi, A. J. (2011). Comparative studies of antibacterial effect of some antibiotics and ginger (Zingiber officinale) on two pathogenic bacteria. Journal of Microbiology and Antimicrobials, 3(1), 18-22. https://academicjournals.org/journal/JMA/article-full-text-pdf/0864D829693

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 4 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa