home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kejang Parsial

Definisi kejang parsial|Tanda-tanda & gejala kejang parsial|Penyebab kejang parsial|Faktor-faktor risiko kejang parsial|Diagnosis & pengobatan kejang parsial|Pengobatan di rumah untuk kejang parsial
Kejang Parsial

Definisi kejang parsial

Apa itu kejang parsial?

Kejang adalah kondisi yang terjadi saat sel saraf pada otak mengirimkan sinyal listrik secara tiba-tiba dan berlebihan serta tak terkendali.

Sementara itu, kejang parsial terjadi saat kondisi tersebut hanya terjadi pada salah satu sisi otak saja. Jika yang terdampak adalah sisi otak sebelah kanan, yang mengalami gangguan adalah tubuh sebelah kiri.

Begitu pula sebaliknya, jika yang terdampak adalah otak sebelah kiri, yang mengalami gangguan adalah tubuh sebelah kanan.

Kejang awalnya terjadi pada lengan atau kaki dan kemudian bergerak ke atas pada sisi tubuh yang sama. Akan tetapi, kejang ini tidak berlangsung lama.

Seberapa umumkah kejang parsial?

Segala golongan usia dapat mengalami kejang ini. Namun, kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia lebih dari satu tahun, atau orang-orang yang berusia lebih dari 65 tahun.

Untuk melakukan pencegahan, Anda bisa mengurangi faktor risiko yang ada. Silakan untuk berdiskusi dengan dokter agar bisa mendapatkan informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala kejang parsial

Apa saja tanda-tanda dan gejala kejang parsial?

Orang yang mengalami kejang parsial biasanya tidak bisa mengingat gejala apa saja yang muncul saat sedang kejang. Namun, berikut adalah beberapa gejala umum yang mungkin terjadi:

  • Kontraksi otot yang terjadi secara abnormal, misalnya pergerakan kepala atau kaki yang abnormal.
  • Melakukan gerakan yang sama berulang kali, seperti menggerakkan bibir atau mengambil-ambil pakaian.
  • Mata bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya.
  • Sensasi yang tidak biasa, seperti mati rasa, atau kesemutan.
  • Halusinasi, melihat, mencium, atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tak ada.
  • Rasa sakit atau tak nyaman pada area perut.
  • Mual.
  • Berkeringat.
  • Wajah memerah.
  • Pupil mengecil.
  • Jantung berdetak cepat.

Gejala lain yang mungkin juga Anda rasakan:

  • Hilangnya ingatan walau sesaat.
  • Perubahan pada pandangan mata.
  • Perubahan emosi atau suasana hati.
  • Ketidakmampuan berbicara walau hanya sementara.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-­tanda atau gejala-­gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter. Pasalnya, tubuh masing-­masing orang berbeda. Oleh sebab itu, selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab kejang parsial

Apa penyebab kejang parsial?

Walaupun para ahli masih belum bisa mengidentifikasi penyebab dari kejang parsial, tetapi Anda mungkin bisa menggolongkan kejang berdasarkan ada atau tidak adanya pemicu.

Kejang karena adanya pemicu: terjadi karena kondisi alami dalam tubuh, seperti:

  • Kurangnya-GLUT 1.
  • Keturunan.
  • Penyakit bawaan.
  • Ketidakseimbangan kimiawi atau metabolisme dalam tubuh.
  • Demam atau infeksi.
  • Masalah mental.
  • Alzheimer.

Kejang dengan pemicu: dapat terjadi setelah kecelakaan, memiliki penyebab seperti:

  • Luka pada kepala atau otak.
  • Alkohol atau narkotika.
  • Mengalami penyakit otak.
  • Stroke.
  • Tumor otak.
  • Hypertrophic sebagian.
  • Displasia kortikal.
  • Detox atau penetralisir racun.
  • Beberapa obat-obatan lainnya.

Faktor-faktor risiko kejang parsial

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kejang parsial?

Ada banyak faktor risiko untuk penyakit ini seperti:

  • Penuaan.
  • Riwayat kesehatan keluarga.
  • Cedera kepala, Anda dapat membatasi risiko ini dengan menggunakan sabuk pengaman saat mengemudi atau helm saat mengendarai atau menghindari kegiatan yang memiliki risiko cedera kepala yang tinggi.
  • Kejang dan penyakit pembuluh darah lainnya.
  • Demensia.
  • Infeksi otak, seperti meningitis.
  • Demam tinggi pada anak-anak kadang-kadang berhubungan dengan kejang.

Diagnosis & pengobatan kejang parsial

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kejang parsial?

Biasanya, metode yang paling ampuh untuk mendeteksi penyakit kejang parsial adalah electroencephalogram (EEG). Pemeriksaan ini dapat merekam aktivitas listrik otak.

Ya, pemeriksaan tersebut dapat merekam jika ada peningkatan atau gelombang yang tidak normal pada pola aktivitas listrik otak Anda. Dengan memahami pola tersebut, dokter bisa mengidentifikasi berbagai jenis epilepsi.

Namun, dokter mungkin juga merekomendasikan Anda untuk menjalani tes pencitraan seperti magnetic resonance imaging (MRI) dan computed tomography (CT).

Tujuannya, untuk mencari tahu penyebab dan lokasi terjadinya pemicu kejang pada otak. Dengan tes pencitraan, dokter dapat melihat adanya jaringan luka, tumor, atau gangguan struktural pada otak.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kejang parsial?

Menurut Cedars Sinai, pengobatan yang tepat untuk kondisi ini dapat mengurangi atau bahkan mencegah terjadinya kejang. Tak jarang, pengobatan untuk kondisi ini dapat membuat pasien tidak mengalami kejang lagi seumur hidupnya.

Nah, biasanya, pengobatan untuk kondisi ini tergantung pada beberapa kondisi, seperti:

  • Tipe kejang.
  • Frekuensi kejang.
  • Tingkat keparahan dari kejang.
  • Usia pasien.
  • Kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.
  • Riwayat kesehatan pasien.

Secara umum, obat anti kejang dapat membantu mengatasi kondisi ini. Namun, pasien mungkin harus mencoba mengonsumsi obat ini dengan dosis yang berbeda-beda sebelum menemukan jenis obat dan dosis yang tepat.

Oleh sebab itu, selama penggunaan obat, dokter akan mengawasi kondisi Anda untuk memastikan ada atau tidaknya efek samping. Hal ini bertujuan untuk menemukan jenis obat terbaik untuk Anda. Pasalnya, setiap pasien memiliki respons yang berbeda terhadap obat.

Selain itu, operasi mungkin menjadi salah satu alternatif yang perlu Anda pertimbangkan, khususnya jika penggunaan obat masih belum bisa mengontrol kejang.

Pengobatan di rumah untuk kejang parsial

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kejang parsial?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Gunakanlah obat yang telah diresepkan.
  • Beritahu keluarga atau teman tentang kejang yang terjadi pada Anda dan apa yang harus dilakukan jika kejang tersebut terjadi.
  • Menerapkan pola makan sehat.
  • Menghindari pemicu tertentu.
  • Memperbanyak tidur.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 28/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri