Bisakah Trauma Kepala Menyebabkan Stroke?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak atlet terkenal yang berbicara mengenai cedera otak traumatis dan bagaimana hal itu mempengaruhi hidup mereka bertahun-tahun setelah pensiun. Penelitian tentang cedera otak traumatik juga menunjukkan adanya keterkaitan antara trauma otak dan stroke.

Jadi, apakah trauma kepala bisa menyebabkan stroke?

Cedera otak traumatis bisa menyebabkan kerusakan otak. Pasca trauma kepala, mungkin akan ada perdarahan dalam otak, yang mengiritasi jaringan otak. Perdarahan juga menurunkan aliran darah ke otak dikarenakan adanya kebocoran darah akibat robeknya pembuluh darah. Pembengkakan mungkin terjadi, memberi tekanan dalam jaringan otak. Luka dalam kepala mungkin membutuhkan waktu lama untuk sembuh.

Gegar otak adalah jenis tertentu dari cedera otak traumatis yang juga dianggap sebagai penyebab masalah jangka panjang. Gegar otak adalah trauma kepala yang berakibat pada cacat sementara seperti pusing, kehilangan ingatan, penglihatan kabur, atau kehilangan kesadaran. Bahkan setelah sembuh dari gegar otak, seseorang dapat mengalami gangguan neurologis dan psikologis, sering disebut gejala pasca gegar otak atau sindrom pasca gegar otak.

Apa hubungan antara trauma kepala dan stroke hemoragik?

Terdapat hubungan antara trauma kepala dan peningkatan insiden stroke hemoragik (stroke perdarahan) pada tahun-tahun berikutnya. Stroke hemoragik adalah perdarahan dalam otak yang mungkin diakibatkan oleh kecacatan dalam pembuluh darah atau tekanan darah tinggi yang sangat tinggi.

Stroke hemoragik menyebabkan iritasi otak pada bagian terjadinya perdarahan, juga perubahan ekstrem dalam tekanan darah dan diameter pembuluh darah, yang mungkin menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Stroke hemoragik bergerak dengan cepat dan bisa menyebabkan bahaya serius.

Apa hubungan antara trauma kepala dan stroke iskemik?

Stroke iskemik adalah stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah dalam otak, berdampak pada berkurangnya pasokan darah ke wilayah otak. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan insiden stroke iskemik bertahun-tahun setelah trauma kepala.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Cina meneliti peningkatan stroke hemoragik dan iskemik pada pasien yang dirawat di bangsal bedah saraf dari Rumah Sakit Keenam Rakyat, yang berafiliasi dengan Universitas Jiaotong Shanghai. Peneliti mencatat adanya peningkatan insiden stroke hemoragik dan iskemik setelah trauma kepala. Hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan kemampuan tubuh untuk membentuk gumpalan darah setelah terjadi trauma kepala. Perubahan dalam pembekuan darah setelah trauma kepala tidak bisa diprediksi dan oleh karena itu menyebabkan peningkatan entah stroke hemoragik atau iskemik.

Apa hubungan antara bedah otak dan stroke?

Hubungan antara cedera otak traumatis dan penyembuhan stroke juga telah diteliti. Artikel yang diterbitkan dalam Mayo Clinic Proceedings Februari 2014 tidak hanya menunjuk pada peningkatan insiden stroke setelah cedera otak traumatis, tetapi juga pada pemulihan yang memburuk setelah stroke.

Cedera otak traumatis menyebabkan kerusakan otak dan menurunkan kemampuan otak. Ini mungkin salah satu alasan kenapa pasien sulit untuk pulih dari stroke yang terjadi setelah trauma kepala.

Bagaimana saya bisa mencegah cedera otak traumatis?

Pencegahan cedera otak adalah salah satu cara untuk melindungi diri Anda dari stroke.

Pendekatan terbaik adalah untuk mencegah cedera otak traumatis. Salah satu pencegahan paling efektif untuk trauma kepala adalah menggunakan sabuk pengaman yang ada di dalam mobil.

Tindakan pencegahan penting lainnya terhadap trauma kepala termasuk mengenakan helm dan penutup kepala yang tepat saat naik motor dan saat menjalani olahraga serta kegiatan menantang, termasuk bersepeda dan bermain skateboard.

Tindakan pencegahan aman lainnya untuk mencegah trauma kepala termasuk menghindari alkohol dan obat-obatan ketika Anda mengoperasikan mesin berat meliputi mobil, motor, pemotong rumput, dan peralatan pabrik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Transplantasi Ginjal

    Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

    Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    atrofi otot

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    penyakit pada lansia

    5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    merawat kulit orang diabetes

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit