4 Langkah Jitu Menjaga Daya Tahan Tubuh dari Demam BerdarahIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Kasus demam berdarah cukup tinggi terjadi di Asia, termasuk Indonesia. Kesadaran akan risiko dan bahaya penyakit ini perlu terus ditingkatkan. Mencegah demam berdarah terkadang menjadi sedikit rumit karena Anda tidak tahu kapan nyamuk Aedes aegypti datang. Meski demikian, pencegahan demam berdarah bukan merupakan hal yang tidak mungkin.

Menjaga daya tahan tubuh untuk mencegah demam berdarah

Cara terbaik untuk mencegah demam berdarah tentu saja adalah menghindari infeksi yang berasal dari nyamuk. Selain itu, daya tahan tubuh juga berperan besar dalam mencegah demam berdarah.

Seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah lebih berisiko terkena demam berdarah. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terkena infeksi ini.

Berikut beberapa cara untuk menjaga dan menambah daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terjangkit penyakit demam berdarah.

1. Mengonsumsi buah, sayur, dan protein

Anda dapat melindungi daya tahan tubuh dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat. Menjaga sistem imun atau daya tahan tubuh agar bekerja dengan normal merupakan target utama yang perlu Anda capai.

Mencegah demam berdarah dengan cara banyak mengonsumsi berbagai jenis makanan sehat dapat meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Tubuh memerlukan berbagai jenis nutrisi dan gizi yang berasal dari makanan untuk meningkatkan sistem imun, enzim, dan sel.

Berikut makanan yang dapat menjaga daya tahan tubuh Anda dalam kondisi yang normal.

  • Buah-buahan: Jambu biji, jeruk, lemon, pepaya, kiwi, dsb.
  • Sayuran: Brokoli, bayam, paprika, jamur, dsb.
  • Protein: Daging putih/unggas, ikan tuna, salmon dan kembung, dsb.

Tidak ada anjuran dalam cara mengolah makanan yang telah disebutkan. Untuk buah-buahan yang terkadang sulit didapatkan, Anda dapat mencari alternatifnya yaitu seperti yang sudah berbentuk jus.

2. Rutin berolahraga

Olahraga memiliki beberapa manfaat dalam menjaga sistem kekebalan tubuh untuk mencegah demam berdarah. Saat tubuh aktif berolahraga, kualitas tidur menjadi lebih baik yang kemudian berdampak juga dalam menurunkan tingkat stres.

Usahakan untuk olahraga secara rutin. Tidak perlu terlalu berat, contohnya seperti cukup berjalan santai selama 30 menit per hari. Rutin berolahraga dapat membantu daya tahan tubuh melawan infeksi, termasuk demam berdarah.

3. Menghindari stres

Stres yang berlebihan dapat membuat fungsi daya tahan tubuh menurun. Selain olahraga, Anda melakukan beberapa kegiatan untuk mengendalikan stres dengan:

  • Belajar untuk meditasi
  • Lebih banyak bersosialisasi
  • Tidur yang cukup
  • Pertimbangan untuk melakukan konseling jika memang dibutuhkan

Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang aktif bersosialisasi (hanya teman dekat atau banyak), memiliki imunitas yang lebih kuat dibandingkan dengan mereka yang kesepian.

Bersosialisasi tak hanya dapat menghindarkan Anda dari stres, tetapi menjaga kekuatan daya tahan tubuh juga.

4. Mendapatkan tidur yang cukup

Tidur memungkinkan tubuh untuk menjaga konsistensi kesehatan. Saat Anda kekurangan durasi tidur yang bersifat untuk mengembalikan kebugaran ini, keseimbangan hormon jadi terganggu yang berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh.

Meski para peneliti belum dapat membuktikan hubungan antara tidur dan daya tahan tubuh, sudah jelas bahwa mendapat tidur yang cukup (biasanya 7 sampai 9 jam untuk orang dewasa) merupakan kunci dari kesehatan Anda.

Mencegah demam berdarah biasanya dilakukan dengan menjauhkan diri atau orang sekitar dengan gigitan nyamuk Aedes aegypti. Namun, menjaga daya tahan tubuh juga penting karena Anda tidak bisa sepenuhnya mengontrol lingkungan dan masih terdapat kemungkinan untuk terjangkit demam berdarah. Untuk itu, lakukan pencegahan dari luar (menjaga kebersihan) dan dari dalam (menjaga daya tahan tubuh).

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 3, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 4, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca