Usia Orang yang Kena Kanker Kolorektal Semakin Muda, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus (rektum). Itu mengapa Anda juga bisa menyebutnya sebagai kanker kolon atau kanker rektum saja, tergantung dari lokasi pertumbuhan sel kanker.

Pada awal kemunculannya, kanker kolorektal lebih sering menyerang lansia. Namun kini, orang yang terdiagnosis kanker kolorektal semakin berusia muda. Hal ini disebutkan oleh penelitian dari American Cancer Society yang dikutip melalui WebMD. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa jumlah orang yang kena kanker kanker kolorektal di bawah usia 50 tahun meningkat hingga 51 persen sejak tahun 1994.

Data kasus kanker kolorektal di Indonesia

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI tahun 2013 melaporkan kanker kolorektal sebagai penyebab kematian kedua terbesar untuk pria dan penyebab kematian ketiga terbesar untuk wanita.

Data Globocan tahun 2012 bahkan menunjukkan ada 17,2% kasus baru kanker kolorektal di Indonesia per 100 ribu penduduk usia dewasa, dengan tingkat kematian 8,4 persen dari seluruh jenis kanker.

Jika dibuat perbandingan, 1 dari 20 orang Indonesia berisiko terkena kanker kolorektal.

Gejala umum kanker kolorektal yang harus diwaspadai adalah gangguan pencernaan (diare atau sembelit), muka pucat, berat badan menurun, sakit perut berulang, dan feses bercampur darah.

Semakin banyak orang kena kanker kolorektal di usia muda

Melansir laman WebMD, berikut ini sejumlah faktor yang diduga meningkatkan risiko kanker koloretal pada orang berusia muda:

  • Faktor genetik. Risiko terkena kanker kolorektal meningkat (sekitar 20 persen) jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat serupa. Jika ada riwayat kanker kolorektal pada keluarga, Anda disarankan untuk melakukan skrining kanker kolorektal untuk deteksi dini.
  • Pernah mengalami inflammatory bowel disease (IBD) alias penyakit radang usus. IBD adalah perangan usus besar yang berlangsung sejak lama. Jika Anda pernah terdiagnosis IBD, segera lakukan skrining kanker kolorektal secara rutin. Bagaimana dengan irritable bowel syndrome (IBS)? Kabar baiknya, riwayat IBS tidak meningkatkan risiko kanker kolorektal.
  • Kurang berolahraga. Kurangnya aktifitas fisik dapat meningkatkan risiko kanker usus besar hingga 24 persen dibanding yang jarang dan rutin berolahraga.
  • Konsumsi alkohol. Para ilmuwan percaya bahwa saat minum alkohol, akan terbentuk senyawa yang berpotensi merusak sel-sel pada jaringan tubuh. Misalnya, senyawa asetaldehida yang terbentuk ketika alkohol dicerna oleh air liur atau molekul dalam hati. Senyawa tersebut akan melakukan kontak dengan berbagai jaringan tubuh (termasuk kolon dan rektum), lalu merusak DNA hingga menyebabkan kanker.

Adakah faktor lainnya?

Dikutip melalui yayasankankerindonesia.org, makin banyaknya jumlah anak usia muda yang kena kanker kolorektal disebabkan oleh faktor lingkungan dan gaya hidup kurang sehat, seperti konsumsi makanan tidak sehat, kebiasaan merokok, dan obesitas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Ini 4 Penyebab Rektum Berdarah Secara Tiba-tiba

Rektum berdarah secara tiba-tiba adalah gejala yang tidak boleh disepelekan. Pasalnya, kondisi ini biasanya berkaitan dengan 4 penyakit berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 27/03/2019 . Waktu baca 4 menit

Kenali Bahaya Kanker Usus Besar pada Ibu Hamil

Kanker usus besar pada ibu hamil diketahui merupakan kasus yang jarang terjadi. Lantas, seberapa bahaya kanker ini pada ibu hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kanker Usus Besar, Health Centers 23/10/2018 . Waktu baca 5 menit

Manfaat Olahraga Setelah Operasi Kanker Usus Besar

Olahraga untuk kanker usus besar nyatanya membawa banyak manfaat bahkan mencegah kanker kembali lagi. Bagaimana bisa? Olahraga apa saja yang tepat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kanker Usus Besar, Health Centers 22/10/2018 . Waktu baca 7 menit

Aturan Makan Penderita Kanker Usus Besar Usai Berobat

Makan sehat pasti berdampak baik, apalagi untuk yang sedang pemulihan. Ketahui aturan makan bagi penderita kanker usus besar yang dalam pemulihan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kanker Usus Besar, Health Centers 22/10/2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

angka kematian kanker menurun

Angka Kematian Akibat Kanker Terus Menurun Setiap Tahun

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/01/2020 . Waktu baca 4 menit
kanker usus

Kenali Jenis, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan Kanker Usus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27/11/2019 . Waktu baca 10 menit
gejala kanker usus wanita

Kenali 5 Gejala Kanker Usus pada Wanita yang Mungkin Tidak Anda Sadari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/08/2019 . Waktu baca 4 menit
deteksi dini kanker kolorektal

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Kolorektal untuk Cegah Keparahan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15/07/2019 . Waktu baca 5 menit