Apa yang Jadi Penyebab Kanker Usus Besar?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Belum ada yang dapat memastikan apa yang sebenarnya jadi penyebab kanker usus besar. Tapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena kanker usus besar. Satu hal yang pasti, perubahan tertentu pada DNA bisa menyebabkan sel-sel tubuh normal berubah mengganas menjadi kanker. DNA adalah bahan kimia di setiap sel yang membentuk gen. Kita dapat terlihat mirip dengan orangtua kita karena mereka adalah sumber DNA kita. Namun, pengaruh DNA ternyata lebih dari sekadar penampilan seseorang. Kerusakan pada DNA berperan peting dalam risiko seseorang mengalami kanker. Berikut penjelasannya.

Proses terjadinya kanker dalam tubuh manusia

Beberapa gen dalam tubuh mengandung petunjuk kendali kapan sel-sel kita harus tumbuh, membelah diri, dan mati. Gen tertentu yang mempercepat pembelahan sel atau membantu sel untuk hidup lebih lama disebut onkogen. Gen lain yang memperlambat pembelahan sel, atau menyebabkan sel untuk mati di waktu yang tepat, disebut gen supresor tumor. Kanker bisa disebabkan oleh mutasi gen (cacat) yang mengaktifkan onkogen atau menonaktifkan gen supresor tumor. Mutasi beberapa gen yang berbeda dicurigai menjadi penyebab kanker usus besar.

Beberapa mutasi DNA bisa diturunkan dari generasi ke generasi dan terdapat di semua sel tubuh. Saat ini terjadi, mutasi disebut diwariskan. Mutasi lainnya terjadi selama masa kehidupan seseorang dan tidak diturunkan. Mutasi ini hanya memengaruhi sel yang berasal dari sel asli yang mengalami mutasi. Perubahan DNA ini terjadi akibat mutasi perolehan. Ini adalah jenis mutasi yang paling umum. Beberapa gen yang sama terlibat baik dalam mutasi yang diwariskan maupun yang diperoleh.

Penyebab kanker usus besar bisa jadi diturunkan dalam silsilah keluarga

Beberapa kasus kanker usus besar diketahui disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan dari orangtua ke anak-cucu. Banyak dari DNA ini mengalami perubahan dan dampaknya pada pertumbuhan sel telah diketahui.

Misalnya, perubahan yang diwariskan pada gen yang disebut APC. APC bertanggung jawab untuk familial adenomatous polyposis (FAP) dan sindrom Gardner. Gen APC ini merupakan gen supresor tumor yang biasanya membantu mengendalikan pertumbuhan sel. Pada orang yang memiliki perubahan warisan pada gen APC, “rem” pada pertumbuhan sel ini tidaklah aktif, sehingga menyebabkan ratusan polip terbentuk di usus besar. Seiring waktu, kanker hampir selalu berkembang di salah satu atau lebih polip ini karena mutasi gen yang baru terjadi di sel polip.

Hereditary non-polyoposis colon cancer (HNPCC), disebut juga sindrom Lynch, disebabkan oleh perubahan pada gen yang normalnya membantu perbaikan sel DNA yang rusak. Sel-sel harus membuat salinan baru atas DNA mereka setiap kali mereka membelah diri menjadi 2 sel baru. Terkadang terjadi kesalahan saat menyalin kode DNA, tetapi untungnya, sel memiliki enzim perbaikan DNA yang bertindak sebagai proofreader atau spell checker. Mutasi pada salah satu gen enzim perbaikan DNA seperti MLH1, MSH2, MLH3, MSH6, atau PMS, bisa memungkinkan kesalahan DNA tidak diperbaiki. Kesalahan ini terkadang akan memengaruhi gen pengatur pertumbuhan yang bisa menyebabkan perkembangan kanker. TGFBR2 adalah gen lainnya yang berkaitan dengan HNPCC dan membantu mengatur pertumbuhan sel.

Sindrom Peutz-Jeghers yang langka disebabkan oleh perubahan warisan pada gen STK11. Ini tampaknya merupakan gen supresor tumor, meskipun fungsi tepatnya tidaklah jelas.

Pemeriksaan gen bisa mendeteksi mutasi gen yang berhubungan dengan sindrom yang diwariskan ini. Jika Anda memiliki riwayat keluarga terkait polip atau kanker kolorektal atau gejala lainnya yang berkaitan dengan sindrom ini, Anda mungkin perlu bertanya pada dokter tentang konseling gen dan pemeriksaan gen.

Penyebab kanker usus besar mungkin berasal dari gaya hidup yang buruk

Dalam kebanyakan kasus kanker kolorektal, penyebab kanker usus besar berasal dari mutasi DNA akibat perubahan gaya hidup dan/atau paparan faktor eksternal dari rutinitas sehari-hari. Ada faktor risiko tertentu yang kemungkinan berperan dalam menyebabkan mutasi perolehan ini. Misalnya saja, radikal bebas yang didapat tubuh dari berbagai makanan yang Anda makan, obat-obatan yang dikonsumsi, dan udara yang dihirup setiap hari, diketahui berperan besar meningkatkan risiko kanker. 

Menurut data GLOBOCAN 2012 yang didapat dari Kemenkes RI, kanker usus besar di Indonesia saat ini menempati urutan nomor 3 karena mengalami peningkatan tajam yang diakibatkan oleh perubahan pola makan orang Indonesia yang lebih tinggi lemak serta rendah serat. Tetapi sejauh ini penyebab pasti dari kebanyakan mutasi perolehan ini tidaklah diketahui.

Tidak semua penyebab kanker usus besar itu sama

Tidak semua kasus kanker usus besar diakibatkan oleh satu penyebab tunggal yang sama. Dalam kebanyakan kasus, mutasi awal terjadi di gen APC. Ini menyebabkan peningkatan pertumbuhan sel kolorektal karena hilangnya kendali “rem” pada pertumbuhan sel. Mutasi lebih lanjut kemudian bisa terjadi di gen-gen lainnya seperti KRAS, TP53, dan SMAD4 yang diakibatkan oleh faktor-faktor eksternal selama hidup. Perubahan abnormal ini menyebabkan sel kanker tumbuh dan menyebar tidak terkendali. Gen lainnya yang belum diketahui juga bisa terlibat dalam faktor risiko Anda untuk mendapatkan kanker usus besar.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020