Terlalu Banyak Makan Daging Olahan Tingkatkan Risiko Anda Kena Kanker Usus Besar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker merupakan penyakit yang ditakuti oleh semua orang. Penyebab penyakit ini pun beragam, dan tidak dapat diketahui secara pasti. Meski begitu, penelitian terbaru menemukan bahwa daging olahan atau kemasan ternyata berpotensi menyebabkan kanker usus besar. Diperkirakan lebih dari 34 ribu orang meninggal dunia setiap tahunnya karena kanker akibat mengonsumsi daging olahan dalam porsi tinggi. Mengapa demikian? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel ini.

WHO menyatakan daging olahan bisa meningkatkan risiko kanker

World Health Oganization (WHO) belum lama ini menyatakan jika daging olahan atau kemasan masuk ke dalam daftar makanan karsinogenik yang berpotensi menyebabkan kanker. Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), lembaga riset kanker di bawah WHO, daging olahan ini meliputi sosis, ham, daging asap, kornet, salami, dendeng, dan lain sebagainya.

Daging olahan adalah daging merah (sapi, kambing, ayam, domba, babi) yang sudah mengalami perubahan, baik bentuk maupun rasa lewat penggaraman, fermentasi, pengasapan, pengawetan atau cara lainnya untuk meningkatkan masa simpannya agar lebih tahan lama. Proses pengolahan tersebut biasanya dilakukan dengan cara menambahkan zat-zat kimia pada daging. Nah, zat tambahan yang digunakan dalam proses pembuatan daging olahan inilah yang dipercaya dapat mengubah kandungan daging sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan risiko kanker.

Pada daging merah, proses pemasakan daging tersebut juga bisa meningkatkan risiko kanker apabila menggunakan metode masak dalam suhu tinggi, seperti dibakar, digoreng, ataupun dipanggang. Memasak dengan temperatur tinggi akan memicu kehadiran amino heterocyclic (HCAs) yang diklaim karsinogenik. Arang yang menempel pada daging bakar juga mengandung komponen karsinogen polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) sehingga keduanya sama-sama berpotensi meningkatkan risiko kanker.

kebanyakan makan daging

Konsumsi daging olahan lebih dari 50 gram per hari meningkatkan risiko kanker usus besar

Dikutip dari laman American Cancer Society, sebanyak 22 ahli dari 10 negara telah meninjau lebih dari 800 penelitian. Hasilnya, para peneliti menemukan kesimpulan bahwa mengonsumsi 50 gram daging olahan setiap hari (setara dengan mengonsumsi 4 lembar daging asap atau 1 buah daging sosis) bisa meningkatkan risiko kanker usus besar hingga 18 persen. Meski angka presentase tersebut terlihat relatif kecil, tapi risiko kanker usus besar ini akan meningkat sesuai dengan jumlah daging yang dikonsumsi per hari. 

Para peneliti juga menemukan adanya keterkaitan positif antara mengonsumsi daging merah serta peningkatan kanker usus besar, pankreas serta prostat. Data tersebut telah dipublikasikan di jurnal Lancet Oncology. Meskipun begitu, para peneliti mengatakan bahwa data yang mereka rilis hanya merupakan pemberitahuan bagi masyarakat, bukan menjadi larangan manusia untuk mengonsumsi daging merah.

Pentingnya menerapkan pola hidup sehat secara keseluruhan

Meski daging olahan dan daging merah berpotensi meningkatkan risiko kanker, bukan berarti Anda tidak diperbolehkan sama sekali mengonsumsi kedua jenis makanan tersebut. Para peneliti sepakat bahwa sesekali memakan daging bacon dengan jumlah yang sedikit dan terkontrol, tentu tidak akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Asalkan, Anda juga menerapkan pola hidup yang sehat lainnya.

Singkatnya, Anda tidak hanya harus membatasi konsumsi daging merah dan menghindari mengonsumsi daging olahan saja. Tetapi, Anda juga harus menerapkan pola hidup sehat secara keseluruhan.

Caranya bisa dimulai dari memperhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Pastikan makanan yang Anda konsumsi mengandung gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, dan serat dari buah dan sayuran. Tidak hanya itu, Anda juga harus mengontrol berat badan, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol.

Terakhir, jangan lupa Anda juga diharuskan untuk aktif secara fisik. Lakukanlah aktivitas fisik apapun yang Anda gemari, entah sekedar jalan kaki, bersepeda, bersih-bersih rumah, dan lain sebagainya. Intinya, aktivitas tersebut membuat Anda senantiasa bergerak. Jika dijalankan secara konsisten, Anda tidak hanya bisa mengurangi risiko kanker usus besar saja, melainkan mengurangi risiko terkena kanker jenis lainnya di kemudian hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Jenis, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan Kanker Usus

Kanker bisa bertumbuh di mana saja, termasuk usus Anda. Namun, beda lokasi pertumbuhannya, beda pula gejalanya. Simak info lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 27/11/2019 . Waktu baca 10 menit

Makan Crab Stick Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Tubuh?

Crab stick adalah produk olahan yang sering dikonsumsi sebagai alternatif kepiting segar. Namun, apakah makan crab stick setiap hari baik bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 28/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Si Kecil Tidak Doyan Daging? Ini Kiat Cerdas Menyiasatinya

Konsumsi daging diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein dan zat besi pada tubuh si kecil. Coba 5 siasat ini supaya si kecil suka makan daging!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Parenting, Nutrisi Anak 16/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Berpotensi Sebabkan Kanker, BPOM Perintahkan Penarikan Ranitidine dari Peredaran

Beberapa produk ranitidin ditarik BPOM Indonesia dari peredaran. Hal ini karena temuan FDA yang mengungkap bahaya ranitidin, yaitu adanya pemicu kanker.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 08/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker usus besar kolorektal rektum kolon colon

Kanker Kolorektal (Usus Besar dan Atau Rektum)

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 10 menit
perawatan kanker usus besar

Tips Pola Hidup Seimbang Setelah Operasi Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 25/02/2020 . Waktu baca 4 menit
kopi mencegah kanker usus besar

Kopi Dapat Mencegah Kanker Usus Besar, Benarkah?

Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16/02/2020 . Waktu baca 4 menit
makanan penyebab kanker serviks

5 Makanan dan Minuman yang Dapat Menjadi Penyebab Kanker Serviks

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/01/2020 . Waktu baca 7 menit