10 Hal yang Bisa Meningkatkan Risiko Anda Terkena Kanker Usus

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Memiliki satu, atau bahkan beberapa, faktor risiko kanker usus besar tidak berarti bahwa Anda dijamin akan memiliki penyakit ini. Pada umumnya, peluang terkena kanker usus besar hanya sekitar 5 persen jika Anda mempunyai faktor risiko menengah. Sementara beberapa orang yang terkena penyakit ini bisa saja tidak memiliki faktor risiko yang diketahui.

Apa saja faktor risiko kanker usus besar?

Sejumlah faktor berikut bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker usus besar. Tapi terkadang bisa sangat sulit untuk mengetahui seberapa jauh faktor risiko kanker usus tertentu bisa berkontribusi terhadap perkembangan kanker.

1. Usia

Risiko kanker usus besar dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Kanker kolorektal bisa terjadi pada anak muda dan remaja, tetapi lebih dari 90% kanker kolorektal dialami oleh orang lanjut usia, alias di atas usia 50 tahun. Rata-rata usia diagnosis adalah 72 tahun.

2. Jenis kelamin

Pria sedikit lebih berisiko untuk terkena kanker kolorektal daripada wanita.

3. Riwayat keluarga terkait kanker

Pada umumnya, kebanyakan kanker usus besar (sekitar 95%) dianggap sporadis, yang berarti perubahan gen terjadi secara kebetulan setelah seseorang lahir. Jadi tidak ada risiko menurunkan perubahan gen ini pada anaknya. Kanker kolorektal warisan lebih jarang terjadi (sekitar 5%) dan dialami saat mutasi gen, atau perubahan, diturunkan di dalam keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya

Kanker usus besar bisa diturunkan di keluarga jika kerabat tingkat pertama (orang tua, kakak, adik, dan anak) atau banyak anggota keluarga lainnya (kakek, nenek, bibi, paman, keponakan, sepupu, dan cucu) pernah terkena kanker usus besar. Ini sangat berlaku jika anggota keluarga didiagnosis dengan kanker usus besar sebelum usia 60 tahun.

Jika seseorang memiliki riwayat keluarga terkait kanker kolorektal, risikonya untuk terkena penyakit ini hampir dua kali lebih besar daripada rata-rata faktor risiko kanker usus besar lainnya. Peluang Anda juga akan meningkat lebih jauh jika kerabat dekat lainnya juga terkena kanker kolorektal.

Penting untuk berbicara dengan anggota keluarga mengenai riwayat keluarga terkait kanker usus besar. Jika Anda pikir Anda mungkin memiliki riwayat keluarga terkait kanker usus besat, konsultasikan pada konselor ahli gen terlebih dahulu sebelum menjalani pemeriksaan gen. Tes gen satu-satunya yang bisa menentukan apakah Anda memiliki mutasi gen, dan konselor ahli gen terlatih untuk menjelaskan risiko dan manfaat dari tes gen.

4. Kondisi bawaan yang langka

Anggota keluarga dengan kondisi bawaan yang tidak umum juga memiliki peningkatkan risiko yang signifikan untuk kanker kolorektal, begitu pula untuk jenis kanker lainnya. Ini termasuk familial adenomatous poluposis (FAP), attenuated familial adenomatous polyposis (AFAP), sindrom Gardner, sindrom Lynch, Juvenile Polyposis syndrome (PJS), dan sindrom Turcot. Kerabat wanita dengan sindrom kanker rahim juga bisa lebih berisiko.

5. Penyakit radang usus (IBD)

Orang dengan peradangan usus, seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn, bisa terkena peradangan kronis pada usus besar. Peradangan bisa meningkatkan risiko kanker usus besar. Namun demikian, IBD tidak sama dengan sindrom iritasi usus (IBS)

6. Polip adenomatosa (adenoma)

Polip bukanlah kanker, tetapi beberapa jenis polip yang disebut adenoma cenderung untuk berubah menjadi kanker usus besar. Polip seringkali bisa diangkat sepenuhnya menggunakan alat dalam kolonoskopi, suatu tes dimana dokter memeriksa usus besar menggunakan selang tipis setelah pasien diberikan obat penenang.

Pengangkatan polip bisa mencegah kanker usus besar. Orang yang pernah terkena adenoma berisiko lebih tinggi untuk polip tambahan dan kanker usus besar, dan mereka harus menjalani tes skrining lanjutan secara rutin.

7. Riwayat pribadi terkait jenis kanker tertentu

Orang dengan riwayat pribadi terkait kanker usus besar dan wanita yang pernah terkena kanker ovarium atau rahim lebih cenderung untuk terkena kanker usus besar.

8. Ras

Orang kulit hitam memiliki tingkat tertinggi untuk kanker kolorektal sporasis, atau perolehan, di Amerika Serikat. Kanker usus besar adalah penyebab utama dari kematian terkait kanker di antara para orang kulit hitam. Pria kulit hitam bahkan lebih cenderung untuk mengalami kematian akibat kanker kolorektal daripada wanita berkulit hitam. Pada umumnya, angka kasus kanker usus besar pada ras kulit hitam jauh lebih tinggi dibanding ras lainnya. Alasan dari perbedaan ini tidaklah jelas.

9. Tidak aktif secara fisik dan obesitas

Orang yang menjalani gaya hidup tidak aktif, yang berarti tidak berolahraga secara teratur dan banyak duduk, dan orang yang kelebihan berat badan lebih beresiko untuk terkena kanker kolorektal.

10. Merokok

Penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa para perokok lebih mungkin untuk mengalami kematian akibat kanker kolorektal daripada mereka yang tidak merokok.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca