Apakah Saya Bisa Hamil Jika Saya Mengidap Endometriosis?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang didagnosis mengalami endometriosis, mungkin merasa cemas dan takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Meskipun telah melakukan hubungan seksual dengan pasangan, namun tak kunjung hamil juga. Sebenarnya, apakah mungkin kehamilan terjadi meskipun mengidap endometriosis? 

Bagaimana bisa terjadi endometriosis?

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang melapisi dinding rahim (endometrium) tumbuh dan menumpuk pada organ lain. Normalnya, endometrium atau jaringan dinding rahim akan menebal ketika Anda akan mengalami ovulasi (indung telur melepaskan telur). Dinding rahim akan mempersiapkan diri untuk menebal agar calon janin dapat menempel pada rahim – jika terjadi pembuahan. Namun bila tak ada pembuahan, endometrium yang telah menebal akan meluruh. Saat itu lah Anda mengalami haid.

Sementara saat seorang wanita mengalami endometriosis, jaringan dinding rahim yang tumbuh di luar rahim juga akan meluruh saat Anda mengalami haid. Namun, jaringan yang meluruh itu tidak keluar melalui vagina seperti pada jaringan normal yang terdapat di dalam rahim, sehingga sisa-sisa endometrium tersebut akan mengendap di sekitar organ reproduksi.

Lama kelamaan, endapan ini akan menyebabkan peradangan, kista, jaringan parut, dan akhirnya menimbulkan gangguan. Meski begitu, sampai saat ini penyebab pasti dari gangguan reproduksi tersebut tidak diketahui secara pasti.

Mengapa endometriosis membuat saya berisiko tidak subur?

Kondisi ini akan membuat Anda sulit untuk hamil dan meningkatkan risiko tidak subur. Misalnya saja, saat endometrium tumbuh di tuba fallopi – saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim – sperma jadi tidak bisa membuahi telur karena terhambat oleh endapan endometrium.

Sementara, bila jaringan abnormal tersebut tumbuh di sekitar indung telur, maka akan dapat menghalangi indung telur memproduksi telur. Semua kondisi tersebut akhirnya membuat Anda sulit untuk hamil dan tidak subur.

Lalu apakah saya dapat hamil meski mengidap endometriosis?

Meskipun kondisi ini terjadi pada sistem reproduksi, bukan berarti Anda tak bisa hamil. Jangan cemas, sebab kemungkinan untuk hamil selalu ada. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh World Endometriosis Research Foundation menyatakan bahwa 1 dari 3 wanita yang mengalami endometriosis dapat hamil dengan normal tanpa dibantu dengan perawatan kesuburan sama sekali.

kehamilan 26 minggu

Pengobatan apa yang bisa saya lakukan agar dapat hamil?

Berbagai hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat 40-50% wanita dengan endometriosis yang diberikan obat kesuburan dapat hamil dengan normal. Begitu juga dengan wanita yang menjalani metode bayi tabung. Metode tersebut juga bisa menjadi pilihan bagi Anda yang mengalami sulit hamil akibat endometriosis.

Atau Anda juga bisa menjalani operasi untuk mengangkat endapan atau mengobati luka yang disebabkan oleh jaringan endometrium. Pengobatan dengan cara ini berhasil membuat 30-80% wanita dengan endometriosis hamil. Namun, cara ini tergantung dengan  kondisi masing-masing individu.

Dalam beberapa kasus, operasi yang dilakukan justru mengurangi jumlah ovum Anda yang masih tersimpan. Untuk mengetahui mana pengobatan yang tepat untuk Anda, maka sebaiknya Anda bicarakan hal ini pada dokter ahli ginekologi Anda.

Apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan peluang hamil?

Selain melakukan pengobatan yang dianjurkan oleh tim medis, penting bagi Anda untuk menjalani pola hidup yang sehat. Dengan menerapkan pola hidup sehat, Anda dapat meningkatkan peluang kehamilan. Cara ini akan membantu menurunkan risiko peradangan pada organ reproduksi Anda dan membantu untuk mempersiapkan ‘rumah’ yang baik serta sehat untuk janin tumbuh.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan yaitu:

  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan tinggi serat. Hindari makanan yang mengandung lemak, kalori, dan gula yang tinggi.
  • Melakukan olahraga rutin adalah hal yang penting agar tubuh tetap bugar dan sehat.
  • Hindari kebiasaan yang buruk seperti mengonsumsi alkohol, merokok, serta begadang.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Apakah Anda khawatir puasa pengaruhi kesuburan Anda dan suami? Sebelum Anda menebak-nebak, baca dulu artikel ini jika Anda sedang mengusahakan kehamilan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 29/04/2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
gangguan makan ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020