Yuk, Kendalikan Gula Darah dengan Olahraga Rutin!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Selain memerhatikan asupan makanan, olahraga juga berperan penting untuk membantu menurunkan gula darah. Saat otot Anda berkontraksi selama berolahraga, hal ini akan merangsang mekanisme lainnya di dalam tubuh yang bukan insulin. Mekanisme ini akan membantu sel Anda untuk mengambil glukosa dan menggunakannya sebagai energi, baik dengan atau tanpa insulin.

Berikut ini penjelasan bagaimana olahraga dapat membantu menurunkan gula darah dalam waktu singkat.

Mengapa olahraga bisa menurunkan gula darah?

Efek dari aktivitas fisik terhadap glukosa dalam darah akan bervariasi tergantung seberapa lama Anda bergerak dan faktor lainnya. Aktivitas fisik dapat menurunkan gula darah hingga 24 jam atau lebih setelah Anda olahraga dengan membuat tubuh Anda lebih sensitif terhadap insulin.

Ya, saat Anda olahraga, sel-sel tubuh akan meningkatkan sensitivitasnya terhadap hormon insulin. Dengan begitu, Anda pun bisa mengendalikan kadar gula dalam darah Anda.

Cek gula darah secara rutin sebelum dan sesudah olahraga dapat membantu Anda mengetahui manfaat dari aktivitas yang Anda lakukan. Anda juga dapat menggunakan hasil pemeriksaan glukosa darah Anda untuk melihat bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap aktivitas yang berbeda. Memahami pola tersebut dapat membantu Anda mencegah kadar glukosa yang terlalu tinggi atau yang terlalu rendah.

Pengaruh hipoglikemia dan aktivitas fisik

Semua orang yang mengidap diabetes harus siap untuk menghadapi hipoglikemia, yaitu kadar gula darah yang terlalu rendah. Dalam banyak kasus, orang dengan diabetes tipe 1 memiliki risiko hipoglikemia yang lebih tinggi. Sementara orang dengan diabetes tipe 2 cenderung berisiko lebih rendah mengalami hipoglikemia selama atau setelah olahraga, kecuali mereka sedang dalam pengobatan insulin.

Rendahnya kadar gula darah saat olahraga adalah salah satu ancaman yang umum muncul, khususnya bagi penderita diabetes. Ditambah lagi, gejala hipoglikemia seringkali tidak memunculkan tanda-tanda.

Bahkan sekalipun muncul, gejalanya serupa dengan beberapa kondisi lainnya. Akibatnya, kebanyakan orang dengan diabetes tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami hipoglikemia.

Secara umum, beberapa gejala hipoglikemia yang harus diwaspadai para diabetesi adalah:

  • Pandangan kabur
  • Hilang keseimbangan
  • Keluar keringat dingin
  • Kesemutan atau mati rasa pada bibir dan lidah

Jika Anda mengalami gejala hipoglikemia di atas selama atau setelah olahraga, berikut beberapa hal yang bisa membantu mengatasi hal tersebut:

  • Berhenti olahraga dan segera cari asupan gula. Anda bisa menemukannya pada buah, minuman isotonik, atau tablet glukosa
  • Tunggu hingga 15-20 menit dan cek glukosa dalam darah Anda lagi
  • Jika gula darah masih rendah dan gejala hipoglikemia tidak hilang, ulangi perawatan sebelumnya
  • Setelah Anda merasa lebih baik, pastikan untuk mengonsumsi makanan serta camilan sehat untuk menjaga kadar glukosa darah Anda tidak rendah

Jika Anda ingin melanjutkan olahraga, Anda biasanya akan membutuhkan istirahat untuk mengatasi kadar glukosa darah Anda yang rendah, tergantung dari aktivitas apa yang Anda lakukan dan seberapa banyak insulin yang berada dalam aliran darah Anda. Jika Anda berhenti berolahraga, periksalah untuk memastikan glukosa dalam darah Anda sudah berada di atas 100mg/dl sebelum memulai olahraga lagi.

Penyebab hipoglikemia saat olahraga

Selalu ingat bahwa glukosa yang rendah dalam darah dapat terjadi selama atau jauh sesudah aktivitas fisik. Kondisi ini biasanya terjadi apabila Anda:

  • Menggunakan insulin
  • Melewati waktu makan atau tidak makan apapun selama 30 menit sampai 2 jam dari setelah olahraga
  • Melakukan olahraga yang terlalu lama
  • Melakukan olahraga yang terlalu berat

Jika hipoglikemia terus mengganggu latihan Anda, diskusikan dengan dokter Anda untuk menyesuaikan rencana pengobatan Anda. Dokter Anda mungkin menyarankan untuk memakan sedikit camilan sebelum Anda mulai olahraga atau ia dapat melakukan penyesuaian terhadap pengobatan Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca