Kenali Tanda Awal Ablasio Retina Akibat Komplikasi Diabetes Pada Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Komplikasi diabetes bisa menyerang mata. Salah satu yang mungkin terjadi adalah ablasio retina. Ablasio retina adalah salah satu bentuk komplikasi diabetes yang serius dan membutuhkan pengobatan segera. Ya, kondisi ini dapat menyebabkan pasien mengalami cacat penglihatan hingga kebutaan permanen pada mata yang terkena ablasi. Cari tahu informasi lengkap tentang ablasio retina di bawah ini.

Apa itu ablasio retina?

mata bintitan

Retina adalah lapisan jaringan di bagian belakang mata yang berisi jutaan sel-sel saraf. Sel-sel ini mengambil cahaya yang masuk ke mata dan mengubahnya menjadi sinyal saraf untuk otak, sehingga memberi kita kemampuan untuk melihat. Secara umum, fungsi retina bisa disamakan dengan fungsi sensor pada kamera. Jadi jika fungsi sensor pada kamera mengalami kerusakan, maka gambar yang dihasilkan akan terganggu bahkan bisa tidak ada gambarnya sama sekali. Begitu pula dengan fungsi retina. Jika retina mata mengalami kerusakan, maka hal tersebut akan berdampak pada penglihatan Anda.

Sementara ablasio retina adalah kondisi ketika retina Anda terlepas dari jaringan penyokongnyanya. Ketika retina lepas, retina terangkat atau tertarik dari posisi normal. Jika tidak segera diobati, ablasi retina dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Dalam beberapa kasus, mungkin ada daerah kecil dari retina yang robek. Daerah-daerah ini, yang disebut air mata retina atau robekan retina, dapat menyebabkan ablasio retina.

Absatio retina lebih sering terjadi pada orang dewasa lanjut usia. Seseorang yang memiliki riwayat penyakit retinopati diabetik, bentuk lain dari komplikasi diabetes pada mata, juga berisiko tinggi mengalami kondisi ini. Tak hanya itu, anak-anak dan orang dewasa muda yang memiliki mata minus dengan skor tinggi juga berisiko  mengalami hal ablasio retina.

Apa saja tanda dan gejalanya?

sakit kelenjar air mata

Ablasio retina sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, gejala kondisi ini biasanya muncul sebelum ablasio benar-benar terjadi atau telah meningkat. Beberapa gejala khas dari ablasio retina adalah:

  • Adanya bayangan pada salah satu atau kedua mata yang berlangsung berhari-hari
  • Melihat kilatan cahaya yang sangat terang di bagian tepi mata, seperti terpapar sinar blitz kamera
  • Penglihatan kabur atau buram
  • Kantung mata membesar secara tiba-tiba

Jika Anda mengalami salah satu atau bahkan keseluruhan gejala di atas, segera segera hubungi dokter spesialis mata (ophthalmologist). Semakin dini ablasio retina terdiagnosis, maka peluang kesembuhannya bisa lebih besar.

Mengapa saya mengalami kondisi ini?

mata terasa perih

Seiring bertambahnya usia, bagian retina mata kita menjadi lebih tipis dan lebih rapuh. Hal ini sering menyebabkan munculnya lubang kecil di dalam retina, yang memungkinkan cairan antara retina dan lensa mata bocor di bawah retina.

Terlalu banyak cairan di bawah retina dapat menyebabkan retina mulai menarik diri dari dasar pembuluh darah kecil. Kekurangan oksigen pada retina, pada akhirnya juga akan menghancurkan sel-sel saraf yang bertugas mengubah cahaya.

Retinopati diabetes, atau retinopati, adalah salah satu komplikasi jangka panjang yang umum dari diabetes dan penyebab utama kebutaan pada orang dewasa. Retinopati terjadi karena tingkat gula darah tinggi yang berkepanjangan yang merusak pembuluh darah kecil di dalam retina. Kerusakan ini dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut, yang dapat menarik retina dari posisinya.

Penyebab lainnya ablasio retina adalah cedera mata, pernah melakukan operasi mata karena mengalami penyakit tertentu, serta uveitis dan kondisi lain yang menyebabkan pembengkakan di dalam mata.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis kondisi ini?

infeksi mata

Opthalmologist  (dokter mata) akan memeriksa mata Anda. Untuk memeriksa retina dan pupil, dokter Anda mungkin akan melakukan tes yang meliputi:

  • Fluorescein angiografi. Menggunakan pewarna khusus dan kamera untuk melihat aliran darah di retina.
  • Tonometry. Memeriksa tekanan di dalam mata.
  • Oftalmoskopi. Memeriksa bagian belakang mata, termasuk retina.
  • Tes Refraksi. Memeriksa resep kacamata.
  • Memeriksa penglihatan warna.
  • Ketajaman visual. Memeriksa huruf-huruf  terkecil yang bisa dibaca.
  • Pemeriksaan slit-lamp. Memeriksa struktur di depan mata.
  • USG mata.

Apa pengobatan untuk ablasio retina?

smile dan LASIK

Dokter Anda akan merekomendasikan prosedur yang sesuai berdasarkan tingkat keparahan kondisi Anda. Untuk memperbaiki retina Anda yang terpisah, dokter akan menggunakan prosedur bedah bersama dengan fotokoagulasi atau cryopexy.

Setelah operasi, penglihatan Anda mungkin masih terganggu sampai mata Anda pulih sepenuhnya. Biasanya proses pemulihan dapat memakan waktu berbulan-bulan.

Namun, tidak semua prosedur bedah mengakibatkan pemulihan penglihatan yang normal. Bahkan dalam kasus-kasus di mana retina berhasil disambungkan, ada risiko bahwa Anda mungkin masih mengalami penurunan penglihatan. Meski begitu, penurunan penglihatan ini tidak membuat Anda kehilangan penglihatan secara permanen setelah pengobatan Anda dilakukan.

Perlu dipahami bahwa semakin lama retina dibiarkan terpisah (atau tidak diobati), akan semakin besar kemungkinan hilangnya penglihatan secara permanen. Jadi, segera konsultasi ke dokter spesialis mata jika Anda mengalami beberapa gejala yang sudah disebutkan di atas.

Bagaimana perawatan ablasio retina di rumah?

gagang kacamata

Anda mungkin akan mengalami gangguan penglihatan yang bergantung pada seberapa banyak bagian retina yang terlepas. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi ablasio retina akibat komplikasi diabetes. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Kontrol gula darah. Jika Anda memiliki diabetes, memastikan kadar gula darah Anda stabil adalah hal yang penting untuk diperhatikan. Anda bisa menstabilkan gula darah dengan mengatur pola makan dan rajin minum obat diabetes atau suntik insulin.
  • Pakai kacamata khusus. Anda bisa mengoptimalkan penglihatan dengan menggunakan kacamata yang secara khusus diresepkan untuk efek ablasi retina. Anda mungkin juga akan diresepkan perangkat visual lainnya oleh dokter.
  • Manfaatkan teknologi digital. Buku audio digital dan pembaca layar komputer dapat membantu Anda untuk membaca. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dapat memudahkan Anda untuk melakukan aktivitas meski sedang mengalami gangguan penglihatan.
  • Atur pencahayaan di rumah. Aturlah cahaya yang tepat di rumah Anda untuk membatu mengoptimalkan kegiatan Anda sehari-hari.
  • Mintalah bantuan orang lain. Beri tahu teman-teman dan anggota keluarga tentang masalah penglihatan Anda sehingga mereka dapat membantu Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko penderita COVID-19 meninggal dunia. Ini kata penelitian terbaru tentang diabetes dan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 10/06/2020 . 5 menit baca

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . 5 menit baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . 6 menit baca

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Risiko penyakit dan kanker hati meningkat beberapa kali lipat pada penderita diabetes. Ini yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Hati, Health Centers 16/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 5 menit baca
penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca