Hati-hati, Gula Darah Tinggi Dapat Menyebabkan Kematian!

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/01/2020
Bagikan sekarang

Hiperglikemia adalah kondisi di mana kadar gula darah dalam tubuh yang tinggi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin maupun akibat resistensi insulin, yaitu hormon yang dilepas oleh pankreas. Risiko komplikasi bagi orang yang mengalami hiperglikemia, biasanya penderita diabetes tipe 2, dapat mengalami koma hingga kematian.

Apa itu hiperglikemia?

Kadar gula darah Anda dikatakan terlalu tinggi jika melebihi angka 200 mg/dL. Kadar gula darah yang terlalu tinggi inilah disebut hiperglikemia.

Penderita diabetes dapat menjadi hiperglikemia jika mereka tidak menjaga kadar glukosa darah di bawah kontrol (dengan menggunakan insulin, obat-obatan, dan perencanaan makanan yang sesuai). Misalnya, jika seseorang dengan diabetes tipe 1 tidak cukup mengonsumsi insulin sebelum makan, glukosa yang dihasilkan tubuh mereka dari makanan dapat terbentuk dalam darah mereka dan menyebabkan hiperglikemia.

Ahli endokrinologi Anda akan memberi tahu Anda kadar glukosa darah target Anda. Tingkat Anda mungkin berbeda dari apa yang biasanya dianggap normal karena usia, kehamilan, atau faktor lainnya.

Apa komplikasi hiperglikemia yang bisa terjadi dalam jangka panjang?

Hiperglikemia yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang. Komplikasi tersebut meliputi:

  • Penyakit kardiovaskular
  • Kerusakan saraf (neuropati)
  • Kerusakan ginjal (nefropati diabetik) atau gagal ginjal
  • Kerusakan pada pembuluh darah retina (retinopati diabetik), yang berpotensi menyebabkan kebutaan
  • Lensa mata menjadi keruh/kabur (katarak)
  • Masalah kaki yang disebabkan oleh saraf yang rusak atau aliran darah yang buruk yang dapat menyebabkan infeksi serius dan dalam beberapa kasus yang parah, memerlukan amputasi
  • Masalah kulit, termasuk infeksi bakteri, infeksi jamur dan luka yang susah sembuh
  • Infeksi gigi dan gusi

Komplikasi hiperglikemia lebih parah yang dapat menyebabkan kematian

1. Ketoasidosis diabetik

Jika Anda memiliki diabetes tipe 1, penting untuk mengenali dan mengobati hiperglikemia karena jika tidak diobati dapat menyebabkan ketoasidosis. Kondisi ini terjadi ketika Anda tidak memiliki cukup insulin dalam tubuh Anda.

Ketika ini terjadi, glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel Anda untuk menjadi energi. Tingkat gula darah Anda meningkat dan tubuh Anda mulai memecah lemak untuk energi. Proses ini menghasilkan asam yang dikenal dengan keton. Sel tubuh harus menggunakan keton sebagai sumber energi. Keton yang berlebihan akan menumpuk alam darah dan akhirnya menyatu dengan urine.

Menurut American Diabetes Association, ketoasidosis lebih sering terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1. Dapat juga terjadi pada diabetes tipe 2 namun jarang terjadi. Hal ini bisa menjadi serius jika tidak diobati, dapat menyebabkan koma diabetik dan bahkan kematian.

Gejala ketoasidosis mirip dengan hiperglikemia, yaitu:

  • Keton tinggi dalam urine
  • Sesak napas
  • Napas berbau buah
  • Mulut kering

Selain itu, sakit perut, mual, muntah, dan kebingungan bisa menyertai ketoasidosis. Jika Anda memiliki beberapa gejala berikut segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang sesuai. Sebaiknya jika Anda memiliki diabetes, periksa kadar keton dalam tubuh Anda secara teratur.

2. Sindrom hiperosmolar hiperglikemik nonketotik

Hiperglikemia bisa menjadi parah pada orang dengan diabetes tipe 2 karena dapat memiliki komplikasi lain yaitu sindrom hiperosmolar hiperglikemik nonketotik. Kondisi ini terjadi ketika orang memproduksi insulin, tetapi tidak bekerja dengan benar. Kadar glukosa darah bisa menjadi sangat tinggi yaitu lebih besar dari 600 mg/dL. Karena insulin dapat dihasilkan tapi tidak bekerja dengan benar, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa atau lemak untuk menjadi energi.

Tubuh Anda kemudian menyalurkan glukosa ke dalam urine, menyebabkan peningkatan buang air kecil. Jika tidak diobati, diabetes sindrom hiperglikemik hiperosmolar nonketotik dapat menyebabkan dehidrasi yang mengancam jiwa dan koma. Pengobatan medis yang secepat mungkin sangat penting untuk dilakukan.

Untuk menghindari sindrom hiperosmolar hiperglikemik nonketotik, Anda harus terus mencermati kadar glukosa darah Anda. Jika Anda memiliki kesulitan menjaga gula darah Anda dalam rentang yang diinginkan, konsultasikan hal ini dengan dokter Anda. Dokter akan membantu Anda untuk membuat perubahan pola hidup yang lebih baik.

Gejala yang mungkin muncul yaitu:

  • Haus yang berlebihan
  • Buang air kecil berlebihan, terutama di malam hari
  • Pandangan yang kabur
  • Luka sulit sembuh
  • Kelelahan

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Jenis Olahraga untuk Penderita Diabetes dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Olahraga memang penting untuk kesehatan tubuh, termasuk untuk pasien diabetes. Apa saja jenis olahraga untuk penderita diabetes? Berikut ulasannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Mengulik Bahaya Gaya Hidup “Mager” Warga Kota dan Efeknya Pada Risiko Diabetes

Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas gerak. Anda harus segera mengubah kebiasaan ini kalau tidak mau terkena diabetes.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Akibatnya Jika Diabetesi Terjangkit Tuberkulosis (TBC)?

Diabetes melitus dan tuberkulosis (TBC) merupakan dua penyakit berbeda, tapi ternyata saling berhubungan dan memengaruhi. Bagaimana?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena

9 Komplikasi Diabetes Melitus, dari yang Paling Ringan Sampai Fatal

Diabetes melitus yang tidak diobati dapat menimbulkan bahaya komplikasi berupa penyakit serius. Bahkan, kematian. Baca lebih lengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

pengaruh sensitivitas insulin

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
merawat orangtua yang sakit diabetes

Panduan Merawat Orangtua yang Sakit Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15/11/2019
penderita diabetes bisa kok punya umur panjang

Tips Panjang Umur Jika Anda Menderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019
cara mengontrol diabetes

Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan, Lalu Bagaimana Cara Mengontrolnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13/11/2019