4 Jenis Komplikasi Diabetes yang Menyerang Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/12/2019 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Diabetes merupakan penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi ke bagian tubuh lainnya. Salah satu organ tubuh yang sering terkena adalah mata. Komplikasi diabetes pada mata merupakan suatu keluhan yang cukup umum terjadi pada penderita diabetes. Jika tidak segera ditangani dan diobati, komplikasi diabetes pada mata ini bisa menimbukan kebutaan. Maka itu, Anda harus tahu, apa saja komplikasi mata pada diabetes dan bagaimana cara mencegahnya.

Berbagai komplikasi diabetes pada mata yang harus Anda tahu

1. Retinopati diabetik

Retinopati diabetik adalah komplikasi diabates yang berimbas pada retina mata penderita diabetes. Ini terjadi ketika kapiler di belakang mata membesar dan membentuk kantong. Pembuluh darah menjadi tersumbat.

Pada bentuk lain dari retinopati, ketika pembuluh darah tersumbat, maka percabangan pembuluh-pembuluh darah baru akan terbentuk. Namun sayangnya pembuluh darah ini rapuh sehingga mudah pecah. Darah yang keluar dari pembuluh darah yang pecah dapat memblok penglihatan. Kemudian selanjutnya dapat terbentuk jaringan parut (seperti bekas luka) pada retina. Jaringan parut pada retina ini selanjutnya dapat mengeriput dan menarik lapisan retina hingga terlepas dari tempatnya.

2. Edema makula diabetik

Edema makula diabetik adalah suatu kondisi yang dihasilkan oleh retinopati. Makulopati merupakan kerusakan yang terjadi pada makula yang posisinya terletak di belakang mata. Makula punya fungsi untuk memberikan Anda kemampuan melihat secara sentral (misal untuk membaca atau mengemudi).

Bentuk umum dari makulopati diabetik adalah edema makula. Ini terjadi ketika cairan menumpuk di makula. Ketika terjadi retinopati, pembuluh darah kapiler tidak dapat berfungsi dengan baik dalam mengatur sirkulasi cairan dan senyawa di dalamnya. Aliran yang tidak lancar ini bisa membuat cairan terbendung pada makula sehingga makula membengkak.

Pembengkakan ini tidak terlalu memengaruhi penglihatan awal-awalnya, sehingga banyak diabetesi yang tidak menyadari ini terjadi. Sampai akhirnya pembengkakan makula ini membuat penglihatan sentral Anda berkurang.

3. Glaukoma

Glaukoma adalah komplikasi diabetes pada mata yang cukup umum ditemui. Ini terjadi ketika cairan di dalam mata tidak mengalir dengan benar. Di mana cairan ini akan mengacaukan sistem kerja indera penglihatan Anda dengan menyebabkan tekanan berlebih di dalam mata.

Meningkatnya tekanan di dalam mata dapat merusak saraf dan pembuluh darah di mata, sehingga dapat menyebabkan penglihatan Anda terganggu. Glaukoma merupakan komplikasi diabetes pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan.

4. Katarak

Katarak adalah salah satu komplikasi mata yang berhubungan dengan diabetes, di mana kondisi ini menyebabkan mata berair atau mengaburkan penglihatan Anda. Katarak juga meruapakan kondisi keruh atau buramnya lensa mata yang mengganggu penglihatan seseorang.

Perlu diketahui, katarak menjadi komplikasi diabetes ketika terjadi kelebihan kadar sorbitol (gula yang terbentuk dari glukosa) yang membentuk penumpukan pada lensa mata. Jika katarak mulai mengganggu penglihatan Anda, Anda mungkin perlu operasi untuk mengeluarkan lensa yang terpengaruh, dan menggantinya dengan lensa implan.

Di samping karena diabetes, Anda juga berisiko terkena katarak bila Anda:

  • Merokok
  • Candu atau sering minum minuman beralkohol
  • Sering terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama

Penuaan adalah pemicu utama katarak, tetapi Anda tidak perlu menjadi tua untuk mendapatkan katarak. Bahkan, orang dapat memiliki katarak pada usia 40-50 tahun. Namun, selama usia pertengahan, kebanyakan yang terjadi adalah katarak kecil dan tidak mempengaruhi penglihatan. Biasanya katarak dapat menghilangkan kemampuan penglihatan setelah mencapai usia 60 tahun.

Bagaimana mencegah komplikasi diabetes agar tidak berdampak pada mata?

1. Jangan lupa check-up rutin

Untuk mencegah adanya komplikasi pada mata, Anda harus sering-sering melakukan check-up rutin ke dokter terkait kondisi diabetes yang Anda miliki.

Buatlah jadwal dua sampai tiga kali pemeriksaan diabetes dalam setahun. Selain itu, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan dini pada mata Anda setelah diagnosis diabetes pertama kali pada Anda.

Selama pemeriksaan fisik nantinya, dokter akan menanyakan tentang nutrisi dan tingkat aktivitas serta memeriksa jika ada komplikasi terkait diabetes. Dokter mata akan memeriksa jika terdapat tanda kerusakan retina, katarak, dan glaukoma.

2. Jaga tekanan darah dan kolesterol

Sama seperti diabetes, tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah Anda. Kolesterol yang tinggi pun juga harus diwaspadai. Pasalnya, komplikasi pada mata dan penyakit lainnya ini akan lebih mudah dan cepat terjadi jika Anda mengidap diabetes sampai bisa fatal akibatnya.

Coba jaga pola makan Anda dengan makan makanan sehat dan melakukan diet rendah lemak. Bila ingin makan atau minum yang manis-manis, silakan gunakan pemanis rendah kalori. Ini berfungsi untuk tetap menjaga kadar glukosa tetap stabil. Jangan lupa juga untuk olahraga teratur sebagai cara mengontrol tekanan darah tinggi dan kolesterol. Dokter Anda juga mungkin akan meresepkan obat untuk menjaga tekanan darah Anda.

3. Selalu cek dan kendalikan kadar gula dalam darah Anda

Kadar gula darah yang meningkat bisa berisiko tinggi menyebabkan komplikasi diabetes pada mata seperti glaukoma. Untuk mencegah terjadi, selalu pantau tingkat kadar gula darah Anda dengan menjaga makanan Anda tetap sehat.

Hindari stres, karena jika stres berlebih dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat akibat peningkatan pelepasan kortisol alias hormon stres. Stres memicu siklus hormonal bagi banyak orang. Akibatnya tidak hanya membuat gula darah meningkat, namun juga cenderung membuat keinginan untuk terus makan terlebih makanan yang manis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 23/04/2020 . 4 mins read

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 20/04/2020 . 4 mins read

Tanda Glaukoma pada Anak yang Perlu Diwaspadai oleh Orangtua

Meskipun langka, glaukoma bisa terjadi juga pada anak. Supaya orangtua bisa mencegah risikonya menjadi lebih besar, kenali ciri glaukoma pada anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Anak, Parenting 09/04/2020 . 4 mins read

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 31/03/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 mins read
diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . 4 mins read
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . 4 mins read
camilan untuk penderita diabetes

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . 3 mins read